Strategi Pengembangan Usaha Padi Organik (Studi Kasus : Gapoktan Sumber Makmur, Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan)
Date
2021Author
Tyas, Wening
Baga, Lukman Mohammad
Adhi, Andriyono Kilat
Metadata
Show full item recordAbstract
Tren kembali kealam saat ini telah menjadi gaya baru dimasyarakat. Masyarakat mulai sadar bahwa mengonsumsi makanan sehat tanpa bahan kimia sangatlah penting. Anggapan inilah yang menjadi alasan meningkatnya permintaan produk pertanian organik secara signifikan. Padi menjadi fokus penting dalam pengembangan pertanian organik. Hal tersebut dikarenakan 90 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok, sehingga perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Gapoktan Sumber Makmur merupakan salah satu gapoktan yang mengembangkan usaha padi organik yang berada di wilayah Sumatera Selatan sejak lama. Gapoktan menemui beberapa kendala dalam menjalankan usahanya. Salah satu kendala yang dihadapi yaitu minimnya modal usaha yang dimiliki. Kondisi ini menyebabkan gapoktan tidak mampu membeli semua hasil panen petani. Sehingga, banyak petani memilih untuk tidak memproduksi padi organik dan beralih kembali memproduksi padi konvensional. Hal ini mengakibatkan luas lahan padi organik semakin menurun. Oleh karena itu, perlu disusun strategi pengembangan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang dan sumberdaya yang dimiliki gapoktan serta mampu mengatasi kendala dan ancaman yang dihadapi. Strategi pengembangan juga diperlukan agar kelompok tani mampu mengantisipasi berbagai perubahan pada industri.
Tujuan dari penelitin ini adalah mendeskripsikan perkembangan usaha padi organik yang dilakukan oleh Gapoktan Sumber Makmur, menganalisis lingkungan internal dan eksternal, serta merumuskan alternatif strategi dan prioritas pengembangan padi organik pada Gapoktan Sumber Makmur.
Pengolahan dan analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif untuk mendeskripsikan perkembangan padi organik, faktor internal dan eksternal pada Gapoktan Sumber Makmur. Data kuantitatif berupa pembobotan untuk faktor internal dan eksternal serta penentuan prioritas strategi pengembangan. Alat analisis yang digunakan yaitu kombinasi AHP (Analytical Hierarchy Process) dan SWOT (Stengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan faktor internal kekuatan yang dimiliki Gapoktan Sumber Makmur yaitu telah memiliki sertifikat organik, pupuk tersedia, biaya produksi rendah, tersedia tempat pengolahan sendiri (pabrik), produk telah dikemas, memiliki berbagai jenis beras organik (putih, merah, coklat dan hitam), tersedia berbagai ukuran kemasan, adanya pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik serta pencatatan keuangan secara rutin. Kelemahan Gapoktan Sumber Makmur yaitu luas lahan semakin berkurang, produktivitas rendah, motivasi petani kurang, SDM tidak tersedia dan modal terbatas. Faktor eksternal peluang yang dimiliki Gapoktan Sumber Makmur yaitu pasar terbuka luas, sentra produksi padi organik, bantuan pemerintah, lingkungan yang mendukung dan adanya teknologi informasi (internet). Ancaman yang dimiliki Gapoktan Sumber Makmur yaitu serangan OPT (wereng), pengetahuan
masyarakat tentang manfaat beras organik yang masih terbatas dan teknologi
processing sederhana.
Terdapat delapan alternatif strategi dalam pengembangan usaha padi organik dengan prioritas secara berurutan yaitu; pertama, menjalin kerjasama dengan lembaga lain untuk memperluas jangkauan pemasaran; kedua, meningkatkan promosi beras organik menggunakan berbagai media; ketiga, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan secara rutin dan studi banding atau kunjungan ke tempat produksi padi organik lainnya; keempat, pengembangan produk dengan memanfaatkan sumberdaya yang tersedia; kelima, menjalin kerjasama dengan ahli melakukan penelitian untuk mendapatkan inovasi bibit unggul yang tahan hama dan produktivitas lebih tinggi; keenam, pelatihan pembuatan pestisida organik untuk membasmi hama secara cepat dan efisien; ketujuh meningkatkan produktivitas dengan pengoptimalan penggunaan sarana produksi yang tersedia; kedelapan, mengoptimalkan penggunaan sarana produksi dengan modal yang tersedia.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
