Potensi Ekstrak Air Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) sebagai Larvasida terhadap Nyamuk Culex quinquefasciatus Say
View/ Open
Date
2020Author
Rachmasari, Reza
Soviana, Susi
Suprayogi, Agik
Metadata
Show full item recordAbstract
Nyamuk Culex quinquefasciatus Say merupakan vektor utama dari penyakit filariasis di wilayah urban. Pengendalian populasi nyamuk menggunakan insektisida kimia menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga penggunaan katuk sebagai insektisida nabati dapat menjadi alternatif, karena berdasarkan beberapa penelitian diketahui daun katuk mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang mempunyai efek larvasida. Penelitian ini bertujuan menguji potensi ekstrak air daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) sebagai larvasida terhadap larva Culex quinquefasciatus Say. Penelitian ini dilakukan terhadap larva Culex quinquefasciatus Say instar III dengan ekstrak air daun katuk berkonsentrasi 0.25%, 0.30%, 0.35%, dan 0.40%. Mortalitas larva diamati setelah 24 jam pemaparan dan dilanjutkan pengamatan perkembangan larva dan pupa selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS dengan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut Duncan serta uji probit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemaparan ekstrak air daun katuk selama 24 jam belum mampu membunuh 50% populasi larva nyamuk uji. Ekstrak air daun katuk pada konsentrasi 0.25%, 0.30%, 0.35%, dan 0.40% tidak berpotensi sebagai larvasida Culex quinquefasciatus Say karena daya membunuhnya yang rendah, namun sebaliknya pada konsentrasi tersebut terjadi peningkatan kecepatan perkembangan, ukuran pupa, dan perubahan warna pupa Culex quinquefasciatus Say yang diduga akibat kandungan gizi dan kandungan klorofil daun katuk.
