View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Uji Keunggulan Genotipe Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) untuk Pelepasan Varietas

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (20.95Mb)
      Date
      2020
      Author
      Pangestu, Dimas Agung
      Syukur, Muhamad
      Ritonga, Arya Widura
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman legum tropis yang memiliki kandungan protein mendekati kedelai. Kecipir sudah dikenal di berbagai daerah Indonesia serta bagian daun dan polong muda banyak dikonsumsi sebagai sayur karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Komoditas ini memiliki produktivitas dan daya adaptasi yang tinggi, namun komoditas kecipir memiliki beberapa kendala yaitu waktu panen yang lama dan belum adanya varietas unggul yang dilepas. Tujuan dari penelitian ini mengevaluasi keragaaan, daya hasil, dan kandungan proksimat galur harapan kecipir. Penelitian ini menggunakan 9 genotipe hasil persilangan kecipir ungu berumur genjah introduksi dari Thailand dengan kecipir hijau lokal aksesi Cilacap, tetua persilangan, dan varietas kedelai Anjasmoro sebagai pembanding daya hasil dan kandungan proksimat. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan faktor tunggal dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh genotipe hasil persilangan memiliki umur yang lebih genjah (63-105 HST) dibanding tetua hijau (P2) (197 HST). Genotipe F7-UxH-4-1-H3(U)-B memiliki kandungan protein 3.00 % pada polong muda, sedangkan tetua hijau (P2) memiliki kandungan protein 6.30 % pada daun mudanya. Genotipe F7-UxH-4-1-H3(U)-B memiliki kandungan protein (37.04%) yang lebih besar dibandingkan dengan kedelai (32.66%). Produktivitas biji genotipe hasil persilangan F7-UxH-4-1-L1-B, F7-UxH-4-1-L2-B, F7-UxH-4-1-L4-B, F7-UxH-4-1-H1(U)-B, F7-UxH-4-1-H1(P)-B dan tetua ungu (P1) nyata lebih tinggi (1.02-1.90 ton ha-1) disbanding tetua hijau (0.19 ton ha-1) dan kedelai (0.28 ton ha-1). Berdasarkan peubah yang diamati maka didapatkan rekomendasi varietas kecipir yaitu genotipe F7-UxH-4-1-L1-B(1) dan F7-UxH-4-1-L4-B(1) untuk keragaan polong lurik ungu, genotipe F7-UxH-4-1-H4(P)-B(1) dan F7-UxH-4-1-H1(P)-B(1) untuk keragaan polong hijau dan genotipe F7-UxH-4-1-H3(U)-B(1) untuk keragaan polong ungu.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105299
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository