View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kompleksitas Habitat Lahan Berdasarkan Tipe Gangguan di Bukit Bintang dan Bukit Angsana Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (11.15Mb)
      Date
      2020
      Author
      Triantama, Dinda Hikmah
      Putra, Hirmas Fuady
      Rahayu, Sri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Peran gangguan dalam membentuk keanekaragaman hayati telah diakui secara luas sebagai salah satu komponen kunci dalam semua ekosistem. Dalam konteks ini, manusia dapat berkontribusi terhadap perubahan gangguan fisik melalui kegiatan konstruksi pada lanskap atau hutan tertentu yang diikuti dengan tujuan yang diinginkan seperti kepentingan pariwisata. Oleh karena itu, nilai masing-masing lanskap perlu didefinisikan sebelum dikonversikan menjadi kawasan wisata alam, juga memudahkan pemantauan yang dapat mempengaruhi kualitas suatu habitat. Mempertimbangkan adanya perubahan ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompleksitas habitat beberapa tipe lahan sebagai akibat dari perbedaan tipe gangguan di Leuwiliang, Bogor, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian terdiri dari mengidentifikasi wilayah pengamatan, pengukuran iklim mikro, pengukuran parameter kompleksitas habitat, pengambilan sampel arthropoda tanah, identifikasi arthropoda tanah, dan analisis data. Indeks kompleksitas habitat di Hutan Sekunder, Bukit Angsana, dan Bukit Bintang, berturut-turut adalah 9, 4, dan 3. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener di Hutan Sekunder dan Bukit Angsana; 0.78 (keanekaragaman rendah) dan Bukit Bintang; 1.25 (keanekaragaman sedang). Kelimpahan arthropoda tanah yang diperoleh masing-masing di Hutan Sekunder, Bukit Angsana, dan Bukit Bintang adalah; 138, 178, dan 162. Perubahan lahan disebabkan oleh perbedaan tipe gangguan seperti difungsikan sebagai area perkebunan atau pariwisata telah menunjukkan penurunan dalam kompleksitas habitatnya. Faktor yang paling signifikan dari penurunan kompleksitas habitat adalah tingginya frekuensi distrupsi pada konversi hutan. Misalnya, aktivitas pembersihan lahan yang rutin dilakukan oleh manajemen pariwisata untuk menjaga kebersihan lingkungan kawasan wisata alam. Faktor ini berkontribusi terhadap komposisi tumbuhan herba dan keberadaan serasah daun di tanah yang akan mempengaruhi keberadaan arthropoda tanah. Gangguan arthropogenik oleh manajemen perkebunan dan pemeliharaan plot tanaman juga dapat mempengaruhi pola kekayaan dan kelimpahan spesies. Terakhir, kelimpahan dan keanekaragaman arthropoda tanah pada suatu lahan spesifik atau tertentu memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing untuk mendukung penilaian kompleksitas habitat yang direpresentasikan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/104895
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository