Biosensor Elektrokimia Berbasis Biofilm Bacillus licheniformis untuk Mendeteksi Senyawa Fenol
View/ Open
Date
2020Author
Gunarta, Kevin
Pradono, Dyah Iswantini
Nurhidayat, Novik
Metadata
Show full item recordAbstract
Fenol merupakan salah satu limbah berbahaya yang banyak dihasilkan dari
berbagai aktivitas industri seperti industri tekstil, minyak bumi, farmasi, pestisida,
dan plastik. Standar ambang batas fenol pada air minum adalah 0.002 ppm dan pada
lingkungan perairan adalah 0.5-1 ppm. Metode alternatif yang dapat digunakan
untuk mendeteksi fenol adalah menggunakan metode biosensor. Biosensor
merupakan perangkat analisis yang mengintegrasikan biokomponen dengan
transduser yang dapat mengubah sinyal hayati menjadi sinyal yang terukur.
Penelitian ini bertujuan untuk membuat biosensor elektrokimia berbasis biofilm
dari Bacillus licheniformis dengan menggunakan screen printed carbon electrode
(SPCE) dan melakukan validasi kinerja biosensor tersebut. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi yang diperoleh pada penelitian ini
adalah 0.7287, sensitivitas 0.0089 mA ppm-1, dan presisi sebesar 1.2607 %SBR.
Biosensor fenol berbasis biofilm Bacillus licheniformis memiliki presisi yang baik
ditandai dengan nilai simpangan baku relatif yang rendah.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
