Pola Penggunaan Lahan Optimal Berdasarkan Lingkungan Fisik dan Sosila Ekonomi di Daerah Aliran Sungai Peusangan, Aceh

Date
1989Author
Ruslan
Soerianegara, Ishemat
Nasution, Lutfi Ibrahim
R.T.M. Sutamihardja
R.T.M. Sutamihardja
Kusumadewa, Arie Lastario
Metadata
Show full item recordAbstract
enelitian untuk merumuskan Pola Penggunaan Lahan Optimal pada suatu wilayah daerah aliran sungai telah dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Sebagai studi kasus, wilayah penelitian dibagi menjadi Sub DAS Hulu, Tengah dan Hilir. Sub DAS Hulu dan Tengah meliputi tujuh wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Bintang, Takengon, Pegasing, Bebesen, Silihnamra, Bukit dan Timanggajah (di Kabupaten Aceh Tengah), sedang wilayah Sub DAS Peusangan Hilir meliputi wilayah Kecamatan Jeumpa, Peusangan dan Gandapura (di Kabupaten Aceh Utara). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tingkat keberhasilan masyarakat dalam hal mengelola sumberdaya alam (tanah, air dan vegetasi), (2) mengetahui ketersediaan lahan untuk pembangunan pertanian di masa yang akan datang, (3) mengetahui dampak penggunaan lahan terhadap lingkungan fisik dan lingkungan sosial ekonomi dan (4) untuk merumuskan pola penggunaan lahan optimal berdasarkan lingkungan fisik dan lingkungan sosial ekonomi di wilayah DAS Peusangan. Sebagai pertimbangan lingkungan fisik adalah debit air sungai Kr. Peusangan dan erosi tanah. Sedang sebagai pertimbangan lingkungan sosial ekonomi adalah pendapatan per kapita per tahun (dari usaha tani) dan produktivitas usahatani. Pertimbangan lingkungan fisik dan sosial ekonomi tersebut sekaligus merupakan sasaran penelitian dan masing-masing ditempatkan pada prioritas satu sampai dengan empat. Pertimbangan terhadap debit air sungai Kr. Peusangan menempati prioritas pertama, karena bila debit air Kr. Peusangan kurang dari $17,46\text{ m}^3$ aktivitas industri di kawasan industri Lhok Seumawe (Liquid Natural Gas, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk ASEAN dan Kertas Kraft Aceh) akan terhenti. Sedang banjir besar yang akan menimbulkan bencana alam dari Kr. Peusangan belum pernah terjadi. Prioritas ke dua adalah erosi tanah sebagai faktor produksi yang utama, ke tiga pendapatan per kapita dari usahatani dan ke empat adalah penerimaan usahatani. ...

