Periode After Ripening Benih pada Genotipe Potensial Hotong (Setaria italica L. Beauv.).
Abstract
Hotong (Setaria italica L. Beauv.) merupakan tanaman serealia yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Akan tetapi pemanfaatan hotong sebagai tanaman pangan di Indonesia masih mengalami kendala yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penyediaan benih yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai genotipe hotong dan periode after ripening terhadap mutu benih. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor (genotipe hotong dan periode after ripening) dan empat ulangan. Dua belas genotipe hotong ditanam di Kebun Pendidikan Cikabayan (240 m dpl) pada bulan Juni 2019 hingga Februari 2020. Benih dipanen dan disimpan dalam wadah tertutup pada suhu 2 oC dalam interval dua minggu dari 0–12 minggu setelah panen (MSP) sebelum pengujian pengecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe ICERI-5, ICERI-6, dan Toraja memiliki daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan potensi tumbuh maksimum yang lebih tinggi dibandingkan genotipe lainnya. Peubah yang diamati tidak meningkat secara signifikan selama periode after ripening. Daya berkecambah untuk semua genotipe dan periode after ripening kurang dari 80%. Hasil korelasi Pearson menunjukkan bahwa panjang dan luas benih berkorelasi nyata terhadap peubah daya berkecambah, indeks vigor dan potensi tumbuh maksimum.
