View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Infeksi Virus dan Keragaan Pertumbuhan Kultivar Bawang Putih Lokal.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.255Mb)
      Date
      2020
      Author
      Meliyana
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bawang putih (Allium sativum L) adalah komoditas hortikultura dengan permintaan cukup tinggi di Indonesia. Bawang putih dibudidaya secara aseksual melalui perbanyakan vegetatif yaitu dengan bagian umbi (siung). Perbanyakan secara vegetatif ini meningkatkan resiko infeksi oleh berbagai macam virus yang bersifat tular umbi. Beberapa penyakit utama yang disebabkan oleh infeksi virus pada bawang putih diantaranya, Garlic common latent virus (GarCLV) dan Shallot latent virus (SLV) dari genus Carlavirus, Onion yellow dwarf virus (OYDV) dan Shallot yellow stripe virus (SYSV) dari genus Potyvirus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi virus pada beberapa varietas bawang putih (Sanur 1, Sanur 2, Jati Barang, Lumbu Kuning dan Banjar), mengukur insidensi penyakit dan mengamati pertumbuhan tanaman bawang putih. Gejala penyakit, tinggi tanaman dan jumlah daun per tanaman diamati setiap 2 minggu sekali. Konfirmasi lebih lanjut terhadap infeksi virus dilakukan dengan dot-immunobinding assay (DIBA). Hasil deteksi menunjukkan bahwa infeksi Potyvirus (OYDV, SYSV) dan Carlavirus (GarCLV and SLV) berhasil dikonfirmasi dari semua sampel. Insidensi penyakit yang disebabkan oleh virus di pertanaman berkisar antara 88.2 hingga 100%; sedangkan pada umbi berkisar antara 96.8 sampai 99.5%. Gejala dominan yang ditemukan di lapangan diantaranya, mosaik kuning, bercak kuning, ujung daun berlekuk dan kerdil. Hasil panen menunjukkan rata-rata berat umbi berkisar antara 0.69 g sampai 1.86 g; dengan rata-rata jumlah siung per umbi antara 1 sampai 2 buah. Hasil penelitian ini mengonfirmasi tingginya infeksi virus pada bawang putih dan potensinya mengganggu pertumbuhan tanaman. Kata kunci: dot-immunobinding assay, gejala penyakit, insidensi penyakit, mosaik
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103032
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository