Persepsi, biaya transaksi dan pengaruh sumber kredit terhadap produksi dan keuntungan usaha pengolahan ikan asin
Abstract
Modal merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi berjalannya
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Beberapa UMKM memiliki modal
terbatas sehingga membutuhkan sumber modal dari luar salah satunya dengan
kredit usaha. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan tahun 2018 usaha pengolahan
ikan asin memiliki unit usaha terbanyak dibandingkan dengan usaha perikanan
lainnya. Provinsi DKI Jakarta memiliki sentra produksi ikan asin yang terletak di
Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke.
Terdapat dua jenis sumber kredit di PHPT Muara Angke yaitu, sumber
kredit formal dan non formal. Persepsi UMKM terhadap sumber kredit akan
memengaruhi keputusan pengambilan kredit dan menimbulkan biaya transaksi.
Kredit sebagai modal usaha digunakan untuk meningkatkan penggunaan input,
meningkatkan output dan keuntungan. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis
persepsi terhadap sumber kredit, (2) menganalisis biaya transaksi kredit, dan (3)
menganalisis pengaruh kredit terhadap produksi dan keuntungan usaha.
Penelitian ini menggunakan data primer dengan sampel 63 unit dari 200
populasi yang diperoleh secara simple random sampling. Diketahui 23 unit
menggunakan kredit formal dan 40 unit menggunakan kredit non formal. Metode
analisis penelitian adalah (1) importance performance analysis untuk mengukur
persepsi pengolah ikan asin terhadap sumber kredit. (2) Metode transaction cost
analysis digunakan untuk mengukur besaran biaya transaksi kredit. (3) Pengaruh
kredit terhadap produksi ikan asin diukur dengan menggunakan fungsi produksi
Cobb-Douglass, (4) menganalisis perbedaan keuntungan antara sumber kredit
formal dan sumber kredit non formal dilakukan uji beda Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepentingan sumber kredit
formal sebesar 4.49 dan nilai kinerja sebesar 4.08. Pada sumber kredit non formal
nilai kepentingan sebesar 4.20 dan nilai kinerja sebesar 4.02. Persepsi pengolah
terhadap sumber kredit formal dan non formal baik. Namun, biaya transaksi setiap
sepuluh juta kredit pada sumber kredit formal yaitu Rp 128 838 lebih besar dari
pada biaya transaksi sumber kredit non formal yaitu Rp 15 745. Biaya transaksi
terbesar pada sumber kredit formal ialah biaya pelaksanaan sebesar 63.19 persen
dan pada sumber kredit non formal ialah biaya informasi sebesar 40.17 persen.
Hasil analisis fungsi Cobb-Douglas menunjukan bahwa kredit berpengaruh
terhadap peningkatan produksi melalui peningkatan penggunaan input. Sumber
kredit formal meningkatkan produksi lebih besar 0.063 persen dari produksi
sumber kredit non formal. Sumber kredit formal membuat pengolah tidak
memiliki ketergantungan dengan siapapun untuk memilih ikan, nilai rendemen
ikan asin sumber kredit formal lebih besar dari nilai rendemen ikan asin sumber
kredit non formal. Hasil uji beda keuntungan menunjukkan ada perbedaan
keuntungan antara sumber kredit formal dan sumber kredit non formal.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
