Penentuan Unsur Terpenting di antara N, P, K untuk Produksi dan Kualitas Buah Okra melalui Metode Minus One Test
View/ Open
Date
2020Author
Rokhmah, Nofi Anisatun
Melati, Maya
Purnamawati, Heni
Metadata
Show full item recordAbstract
Okra dikenal memiliki berbagai kegunaan dari mulai daun segar, buah muda
dan biji. Kandungan metabolit sekunder okra antara lain total fenolik, flavonoid,
kuersetin dan aktivitas antioksidan. Biji okra mengandung minyak yang terdiri
dari lemak tak jenuh. Unsur hara makro (N, P, K) diperlukan untuk pertumbuhan
dan produksi buah okra. Penelitian tentang pengaruh unsur hara makro yang
menjadi faktor pembatas pertumbuhan dan produksi buah okra belum banyak
dilakukan. Metode minus one test dapat digunakan untuk mengkombinasikan
unsur hara N, P, K pada perlakuan pemupukan tanaman okra. Tujuan penelitian
ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan kombinasi N, P, K menggunakan
metode minus one test untuk produksi dan kualitas buah okra.
Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB di Leuwikopo,
Dramaga, Bogor pada bulan Juli – Oktober 2018. Rancangan percobaan yang
digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu
faktor, yaitu perlakuan kombinasi pemupukan N, P, K yang terdiri dari tanpa
pemupukan, pemupukan N+P+K + pukan, pemupukan N+P+K, pemupukan N+P
(-K), pemupukan N+K (-P), pemupukan P+K (-N). Aplikasi pupuk dilakukan
secara bertahap pada -5, 15, 40, 65 dan 90 hari setelah pindah tanam dengan total
dosis pupuk yg digunakan adalah 300 kg urea/ha, 150 kg SP36/ha, dan 150 kg
KCl/ha. Pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang,
kadar pigmen dan hara daun. Panen buah okra muda dilakukan 4-6 hari setelah
antesis, sedangkan panen biji okra dilakukan setelah buah kering di tanaman (± 30
hari setelah berbunga). Peubah produksi buah terdiri atas jumlah buah, bobot
basah buah, bobot buah per tanaman dan per bedeng 4.25 m2, jumlah buah kering,
jumlah biji per buah, bobot kering per buah dan 100 biji. Pengamatan kualitas
buah terdiri atas ukuran, kelunakan, hara buah dan biji, metabolit sekunder buah
(total fenol, total flavonoid, antioksidan, asam fitat, asam lemak biji).
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan dari perlakuan
pemupukan metode minus one test hanya pada peubah kadar hara Mg daun,
persen relatif diameter batang, laju tumbuh relatif (rentang umur 32-48 HSP),
diameter buah, bobot biji per tanaman, persen relatif bobot biji per tanaman,
kandungan hara P biji dan persen relatif serapan hara P total. Perlu kajian lebih
lanjut karena ada indikasi tanpa N menyebabkan nilai pertumbuhan vegetatif
tanaman, pigmen daun, bobot basah buah muda, kelunakan buah, pigmen buah
(karoten dan total klorofil), produksi biji okra, kadar N buah serta biji dan kadar
total fenol lebih rendah. Tanpa P diduga menurunkan diameter buah okra, jumlah
buah kering per tanaman, kadar Ca buah, kadar Ca serta Mg biji dan produksi
asam fitat, tetapi nilai IC50 dan asam lemak biji okra tinggi. Tanpa K diduga
menurunkan produksi buah okra, kadar P dan K buah, kadar P dan K biji serta
kadar total flavonoid.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
