Peran Sektor Perikanan dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau
View/ Open
Date
2020Author
Anggraeni, Meirina
Rustiadi, Ernan
Yulianto, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Kabupaten Natuna merupakan daerah pulau-pulau kecil perbatasan yang
terletak di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki potensi sumber daya alam
yang besar terutama potensi perikanan. Besarnya potensi perikanan dan kelautan
diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan wilayah pesisir di
Kabupaten Natuna. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi nilai
manfaat ekonomi sumber daya alam pesisir di Kabupaten Natuna; (2) menentukan
pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Natuna; (3) mengukur peranan sektor
perikanan dalam perekonomian wilayah Kabupaten Natuna; dan (4) menentukan
arahan pengembangan wilayah berbasis sektor perikanan. Analisis yang
digunakan adalah valuasi sumberdaya alam pesisir, analisis hirarki perkembangan
wilayah (metode skalogram), analisis Input-Output (I-O) dan mensintesa output
tujuan ke 1, 2 dan 3.
Nilai manfaat ekonomi wilayah pesisir Kabupaten Natuna melalui valuasi
sumber daya alam pesisir memiliki nilai yang besar terutama nilai manfaat tidak
langsung dan pilihan. Secara keseluruhan nilai manfaat sumber daya alam pesisir
Kabupaten Natuna sekitar Rp 3.257 trilyun per tahun. Nilai manfaat sumber daya
alam tersebut terdiri dari sumber daya ekosistem mangrove sekitar Rp 646 milyar
per tahun, sumber daya ekosistem terumbu karang sekitar Rp 703 milyar per tahun
serta sumber daya ikan sekitar Rp 1.9 trilyun per tahun. Pengembangan sektor
perikanan melakui pemanfaatan sumber daya alam pesisir perlu memperhatikan
keberlanjutan ekosistem untuk menjaga cadangan sumber daya alam terutama
untuk beberapa jenis komoditas perikanan yang sudah over exploited.
Hirarki tingkat perkembangan wilayah berdasarkan sarana dan prasarana
wilayah menunjukkan kecamatan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan
ekonomi. Pusat pertumbuhan merupakan wilayah yang memiliki ketersediaan
fasilitas pelayanan yang dapat menarik masyarakat untuk beraktifitas dan
menyebarkan pertumbuhannya (spread effect) terhadap daerah di sekitarnya.
Berdasarkan hasil analisis skalogram, kecamatan yang berpotensi untuk
dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan wilayah berbasis perikanan adalah
Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Pulau Tiga.
Sektor perikanan memiliki peran dalam pengembangan wilayah, meskipun
masih rendah dan bukan sektor penggerak utama perekonomian Kabupaten
Natuna. Hal ini disebabkan keterkaitan sektor perikanan dengan sektor-sektor
perekonomian lainnya masih rendah. Pada tahun 2017, sektor perikanan
menyumbang PDRB sebanyak 8.11 persen dan memberikan kontribusi terhadap
total output sebesar 7.87 persen. Hasil analisis I-O menunjukan sektor perikanan
hanya memiliki keterkaitan spesifik dengan sektor pertanian dan kehutanan,
sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, serta sektor perikanan itu sendiri.
Sektor-sektor penggerak utama perekonomian Kabupaten Natuna berdasarkan
hasil analisis I-O diantaranya adalah sektor industri pengolahan, penyediaan
akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan dan
asuransi serta real estate dan jasa perusahaan. Dalam pengembangan wilayah
berbasis perikanan, peran sektor perikanan dalam perekonomian wilayah
Kabupaten Natuna dapat ditingkatkan melalui keterkaitan ke depan dengan sektorsektor
penggerak utama perekonomian baik secara langsung maupun tidak
langsung untuk mengembangkan sektor hilirnya.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
