View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Chitosan dan Gammated Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Planlet Anggrek Phalaenopsis amabilis terhadap Penyakit Busuk Lunak.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (13.03Mb)
      Date
      2020
      Author
      Daniela, Nadine Yuli
      Sukma, Dewi
      Sudarsono
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Phalaenopsis amabilis atau yang lebih dikenal dengan sebutan aggrek bulan, merupakan salah satu spesies yang paling terkenal dalam genus Phalaneopsis. Anggrek Phalaenopsis ini bahkan sempat menduduki rangking atas dalam perdagangan tanaman anggrek, karena harganya yang relatif terjangkau dan keindahan bunganya. Salah satu kendala dalam produksi anggrek Phalaenopsis di Indonesia adalah kurang tepatnya teknik budidaya yang diterapkan dan rentannya sebagian besar Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak. Chitosan merupakan salah satu bahan organik yang banyak dilaporkan dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap patogen. Aktivitas chitosan ditentukan oleh tingkat polimerisasinya. Iradiasi sinar gamma pada chitosan dilaporkan mempengaruhi aktivitas chitosan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh chitosan dan chitosan yang telah diiradiasi (gammated chitosan) terhadap pertumbuhan dan ketahanan tanaman anggrek Phalaenopsis amabilis terhadap infeksi bakteri patogen busuk lunak. Perlakuan chitosan diberikan dengan cara menyiram larutan perlakuan pada media aklimatisasi. Perlakuan diaplikasikan dengan 5 taraf konsentrasi yaitu kontrol (tanpa chitosan), chitosan 15 ppm dan 30 ppm; serta Gammated chitosan 15 ppm dan 30 ppm. Tanaman dibagi ke dalam 3 kelompok (ulangan) berdasarkan tinggi tanaman menjadi kelompok kecil (panjang daun terpanjang < 3 cm), sedang (panjang daun terpanjang 3 – 6 cm), dan besar (panjang daun terpanjang > 9 cm). Perlakuan chitosan maupun gammated chitosan dapat meningkatkan persen hidup tanaman namun tidak meningkatkan pertumbuhan tanaman. Seluruh tanaman yang diuji dalam infeksi dengan bakteri patogen busuk lunak menunjukkan gejala busuk lunak. Perlakuan chitosan 30 ppm, gammated chitosan 15 dan 30 ppm cenderung menekan intensitas penyakit dibandingkan dengan kontrol hingga 18 jam setelah infeksi (JSI) namun secara umum belum efektif meningkatkan ketahanan anggrek Phalaenopsis terhadap penyakit busuk lunak. Aktivitas enzim peroksidase cenderung lebih tinggi pada perlakuan gammated chitosan dan paling tinggi pada konsentrasi gammated chitosan 30 ppm.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102581
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository