Identifikasi dan Sebaran Tanaman Kakao pada Kebun Campuran dengan Mosaik Citra SPOT di Kecamatan Panimbang.
View/ Open
Date
2020Author
Berutu, Andri Julians Saud
Munibah, Khursatul
Tjahjono, Boedi
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu komoditas sub-sektor unggulan dalam perkebunan adalah kakao.
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman perkebunan yang bernilai
ekonomi tinggi karena dapat meningkatkan perekonomian petani dan negara.
Sampai saat ini, kebun kakao masih memiliki kendala ketidakkonsistenan dalam
berproduksi, terutama di perkebunan yang diolah oleh rakyat, yang memiliki luasan
terbesar dari pada perkebunan swasta dan perusahaan negara yaitu sekitar
1.649.827 ha pada tahun 2017. Kecamatan Panimbang merupakan salah satu
kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang menjadi daerah sentra produksi kakao
dengan luas perkebunan rakyat untuk kakao sebesar 360,67 ha. Penggunaan teknik
penginderaan jauh diperlukan untuk mengidentifikasi karakteristik dan penyebaran
lahan pertanian karena lebih hemat biaya dan waktu dibandingkan dengan cara
teristris di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) identifikasi karakter pohon
kakao pada mosaik citra SPOT 6 dibantu Google Earth, (2) menentukan pola
sebaran tanaman kakao dengan metode Average Nearest Neighbor (ANN), dan
potensi populasi tanaman kakao dengan metode Invers Distance Weight (IDW),
serta (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman kakao.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenampakan tanaman kakao pada mosaik
Citra SPOT yang berada di kebun campuran tidak dapat diidentifikasi secara
langsung. Selain itu sebagian besar tanaman kakao berada di bawah pohon naungan
yang memiliki keragaman jenis, ketinggian, dan perbedaan lebar kanopi pohon
naungan yang membuat vegetasi terlihat sangat rapat dan sulit dibedakan.
Identifikasi tanaman kakao dilihat dari kanopi pada hamparan kakao yang tidak
memiliki pohon naungan atau naungan yang sedikit. Land unit 8 memiliki sebaran
tanaman kakao paling banyak dengan 52 titik sampel yang tersusun dari dataran
struktural berombak dengan kemiringan lereng 8-15%. Pola spasial kebun kakao
yang ada di Kecamatan Panimbang secara kuantitatif memiliki pola spasial
mengelompok (clustered) dengan nilai R kurang dari 1 yaitu 0,9. Hasil analisis
regresi berganda menunjukkan bahwa faktor pemupukan dan penyemprotan
menjadi yang paling berpengaruh pada produktivitas kakao di Kecamatan
Panimbang. Nilai R2 sebesar 0.85 menunjukkan bahwa seluruh variabel secara
bersama-sama memiliki hubungan dengan produktivitas.
