View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Perlakuan Air Panas Terhadap Mortalitas dan Kerusakan Morfologi Nematoda Aphelenchoides besseyi Christie

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.55Mb)
      Date
      2019
      Author
      Malau, Melisa Martalela Hasian
      Supramana
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Aphelenchoides besseyi merupakan nematoda parasit penting padi dan bersifat terbawa benih. A. besseyi dikenal sebagai penyebab penyakit pucuk putih (white tip) dengan gejala batang kerdil dan nekrotik ujung daun berwarna putih. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan yaitu perlakuan secara fisik dengan perendaman benih dalam air panas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan air panas terhadap mortalitas dan kerusakan morfologi nematoda. Benih yang digunakan untuk diekstraksi yaitu varietas Pak Tiwi-1. Perlakuan air panas dimulai dengan melakukan uji pendahuluan terhadap suhu 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, dan 59 °C dengan tiga ulangan selama 20 menit tiap perlakuan. Setelah menemukan suhu optimum dilakukan uji waktu optimum dengan masing-masing waktu perlakuan yaitu 5, 10, dan 15 menit dengan ulangan sebanyak 3 kali. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan analisis ragam dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey (α=5%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman air panas terhadap nematoda pada suhu 53 °C selama 20 menit efektif dalam menurunkan populasi A. besseyi, dengan mortalitasnya 100% tanpa mengganggu viabilitas benih. Pengaruh perendaman terhadap kerusakan morfologi terlihat meningkat mulai suhu 45 °C hingga 59 °C, terjadi lisis pada dinding tubuh, stilet, bulbus median, saluran esofagus, alat kelamin, anus, dan mukro.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101892
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository