Beberapa Aspek Hubungan Patoge-Inang dalam Penyakit Gugur Daun Colletotrichu pada Hevea brasiliensis Muell. Arg.
Some aspects of the host-pathogen relationship in colletotrichum leaf fall disease of Hevea brasiliensis Muell. Arg.

Date
1984Author
Pawirosoemardjo, Soekirman
Hadi, Soetrisno
Tantera, Dewa Made
Wardojo, Sidarto
Suseno, Hari
Nur, Muhammad Anwar
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan di laboratorium dan rumah kaca dilakukan untuk mengetahui variabilitas berbagai isolat Colletotrichum gloeosporioides yang diisolasi dari daun karet. Dalam rangka mempelajari hubungan patogen-inang, pengamatan akibat inteksi dengan isolat yang berbeda (Medan, Sumatra Utara; Sembawa, Sumatra Selatan; Bogor, Jawa Barat; Banyu mas, Jawa Tengah, dan Jember, Jawa Timurj pada tiga klon yang berbeda (IAN 873, GT 1 dan PR 305), dititik berat.kar. pada mekanisme infeksi pada tanaman inang, produksi senyawa turunan fenol, kandungan asam amino bebas, perubanar dalam laju fotosintesis dan respirasi sebagai respons inang terhadap patogen, dan kerusakan jaringan daun pada tingkat sel.
Berat kering biakan murni berbagai isolat patogen dari medium cair yang mengandung sumber karbon yang sama tidak berbeda nyata. Glukosa merupakan sumber karbon yang paling sesuai untuk pertumbuhan patogen. Ukuran konidia isolat Jawa Barat paling beragam sedangkan ukuran konidia isolat Sembawa paling seragam. Virulensi kelima isolat C. gloeosporioides yang diteliti ialah sama. Klon IAN 373 bersifat tahan, GT 1 moderat dan PR 305 rentan terhadap serangan berbagai isolat C. gloeosporioides yang dipelajari.
Kelima isolat C. gloeosporioides yang dipelajarı menghasilkan enzim selulolitik, polimetilgalakturonase, dan pektin metilesterase. Aktivitas enzim selulolitik adalah paling tinggi apabila patogen ditumbuhkan dalam medium cair dengan sumber karbon kertas saring Whatman no. 41 atau karboksimetilselulosa. Aktivitas enzim poli-metilgalakturonase paling tinggi apabila patogen ditumbuhkan dalam medium cair dengan sumber karbon pektin. Berbeda dengan enzim yang disebutkan di atas, aktivitas enzim pektin metilesterase hanya dapat diukur apabila patogen ditumbuhkan dalam medium cair dengan pektin sebayai sumber karbon dan asparagin atau NaNO3 sebagai sumber nitrogen.
Colletotin dihasilkan oleh kelima isolat C. gloeosporioides yang diuji. Sediaan toksin tidak murnitertebut dapat menimbulkan kerusakan daun ketiga klon yang dipelajari, yang sama dengan gejala daun yang terinfeksi patogen. ... Laboratory and greenhouse experiments were carried out study the variability of Colletotrichum gloesporioides isolates from Hevea leaves. In the frame work of the study of host-phatogen relationship, observation on the effects of infection by different isolates (Medan, North Sumatra; Sembawa, South Sumatra; Bogor, West Java; Banyumas, Central Java; and Jamber, East Java) on three different clones (IAN 873, GT 1 and PR 305) were focused on infection mechanisms on the host plant, the production of phenolic compounds, the content of free amino acids, the changes in the photosynthetic and respiratory rates in response to the pathogen invasion, and the leaf tissue injury at the cellular level.
Collections
- DT - Agriculture [785]

