View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pola Komunikasi Keluarga Nelayan dalam Menentukan Kerja Nafkah.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (38.89Mb)
      Date
      2019
      Author
      Septianella, Geo
      Hubeis, Aida Vitayala S.
      Puspitawati, Herien
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kehidupan nelayan bergantung pada potensi sektor perikanan yang menjanjikan kehidupan sejahtera. Kondisi sejahtera yang diharapkan seharusnya digambarkan pada kehidupan nelayan yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Faktanya ketergantungan akan sumber daya pesisir (SDP) tidak menjanjikan kehidupan yang sejahtera, karena ketersediaan sumber daya pesisir atau daratan semakin menipis, sedangkan kebutuhan penduduk terus meningkat (Amanah 2010). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2016) bahwa sebagian besar penduduk miskin Indonesia berada pada daerah pesisir dan pedesaan. Data perolehan hasil studi KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) bahwa perempuan pesisir sangat berkontribusi dalam rantai ekonomi perikanan, mulai dari tahap pra produksi hingga ke pemasaran. Pada data tersebut juga dapat dikatakan bahwa tidak sedikit perempuan pesisir yang juga melaut dengan kapal (Putri 2017). Pusat data dan informasi KIARA Mei 2014 bahwa terdapat 56 juta orang terlibat dalam aktivitas perikanan mulai dari penangkapan, pengolahan sampai pemasaran. Jumlah tersebut menunjukkan 70 persen atau 39 juta orang adalah perempuan nelayan. Pemenuhan kebutuhan hidup sebagai nelayan tidak mencukupi perekonomian keluarga, oleh karena itu ada alternatif lain dalam mencapai kebutuhan hidup yang disebut dengan kerja nafkah. Di samping itu, ksejahteraan pada keluarga tidak hanya dalam tingkat pendapatannya, namun komunikasi juga merupakan hal penting dalam keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mengidentifikasi kerja nafkah yang dilakukan oleh suami dan istri pada keluarga nelayan. (2) mendeskripsikan pola komunikasi suami istri pada keluarga nelayan. (3) mendeskripsikan pola komunikasi suami istri dalam menentukan kerja nafkah pada keluarga nelayan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data meliputi metode observasi, interview atau wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Tahap penentuan informan menggunakan metode purposive. Karakter-karakter yang telah ditentukan, sebagai berikut: (1) pasangan suami istri dengan jumlah anak lebih dari dua orang, (2) pasangan suami istri memiliki masa atau lama pernikahan diatas sepuluh tahun, (3) pasangan suami istri yang pergi melaut bersama atau produktif dalam bidang perikanan. (4) pengalaman istri yang memiliki masa melaut diatas 10 tahun sebanyak dua orang dan dibawah 5 tahun sebanyak dua orang, (5) pasangan suami istri aktif pada kegiatan sosial dalam organisasi, komunitas atau lembaga lainnya. Penelitian ini menentukan jumlah informan sebanyak empat pasang keluarga nelayan yang pergi melaut, dua pasang keluarga nelayan ABK, dan dua keluarga nelayan juragan. Lokasi penelitian ditentukan berdasarkan isu kemiskinan yang menggambarkan peran ganda istri sebagai nelayan yang ikut melaut, serta lokasi penelitian yang menggambarkan keadaan penduduk yang sebagian besar berada di lingkaran kemiskinan. Penelitian dilakukan di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak yang dikenal dengan kota wali dimana nilai keislaman yang kuat dan berpengaruh dalam kehidupan nelayan di lokasi penelitian. Puspita Bahari adalah salah satu organisasi perempuan di Kecamatan Bonang yang memiliki tujuan mulia untuk membina dan memberikan pelatihan sebagai usaha memandirikan perempuan untuk membantu perekonomian keluarga, terutama bagi para korban KDRT ataupun korban kekerasan seksual. Puspita Bahari tidak hanya diperuntukkan kepada perempuan-perempuan pesisir, namun juga memperluas sasaran hingga ke anak-anak atau dikelompokkan ke generasi muda. Keterkaitan antara pola komunikasi dan kerja nafkah pada keluarga nelayan di penelitian ini digambarkan dari komunikasi antar suami-istri yang mengemukakan pendapat secara bebas, langsung, atau justru sebaliknya. Temuantemuan tersebut ditampilkan dalam hasil penelitian. Dari hasil penelitian dan guna menjawab tujuan penelitian, terdapat beberapa simpulan bahwa terkait pola komunikasi keluarga nelayan dalam menentukan kerja nafkah sesuai dengan tujuan penelitian. Kerja nafkah akan berbeda tergantung dengan kondisi daerah atau potensi daerah yang ditempati. Dari hasil penelitian, peneliti membagi kerja nafkah berdasarkan kondisi musim yaitu musim panen ikan dan paceklik, serta berdasarkan dua jenis aspek yaitu aspek ekonomi dan aspek sosial. Aspek ekonomi yang terdiri atas pemanfaatan tenaga kerja dalam rumah tangga, migrasi, arisan, dan menabung sedangkan, aspek sosial terdiri dari pemanfaatan jariangan sosial seperti pertukaran informasi, dan berhutang. Pola komunikasi yang menjadi temuan pada keluarga nelayan di Desa Purworejo ada 3 jenis pola komunikasi berdasarkan teori DeVito 1997 diantaranya pola komunikasi kesetaraan (The Equality Pattern), pola komunikasi keseimbangan terbagi (The Balanced Split Pattern) dan pola komunikasi ketidakseimbangan terbagi (The Unbalanced Split Pattern). Pola komunikasi keseteraan mendominasi kehidupan nelayan Desa Purworejo dalam tingkat stratifikasi sosial yaitu nelayan tradisional, nelayan ABK, dan juragan. Budaya juga menjadi salah satu aspek yang dianut keluarga nelayan Desa Purworejo dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Budaya kental yang ditemukan adalah adat istiadat Jawa. Pola komunikasi dalam menentukan kerja nafkah yang menjadi tujuan utama terangkum dalam tiga kegiatan yaitu pengambilan keputusan, menghadapi masalah, dan pembagian peran kerja. Pola keseimbangan ditemukan dalam tiga kegiatan tersebut. Untuk pola komunikasi monopoli tidak digambarkan dalam kehidupan nelayan, karena informan menyampaikan pendapat secara langsung dan bebas, jauh berbeda dengan pola komunikasi monopoli.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100742
      Collections
      • MT - Human Ecology [2409]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository