View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keefektifan Perlakuan Air Panas dan Teh Guano terhadap Nematoda Aphelenchoides besseyi Christie pada Benih dan Pengaruhnya terhadap Bibit Padi

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (13.97Mb)
      Date
      2019
      Author
      Syarifah
      Supramana
      Triwidodo, Hermanu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Aphelenchoides besseyi merupakan salah satu nematoda penting terbawa benih yang menginfeksi padi dan dapat menyebabkan kehilangan hasil serta mengurangi kualitas gabah. Nematoda ini tersebar luas di banyak negara dan barubaru ini di Indonesia sebagai akibat dari transportasi benih dunia. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode kontrol yang efektif untuk menghilangkan nematoda A. besseyi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode yang efektif untuk mengendalikan nematoda A. besseyi pada benih padi melalui perlakuan air panas dan teh guano dan mengurangi kejadian penyakit pucuk putih pada bibit melalui pembibitan terendam. Nematoda dalam keadaan dorman di dalam benih padi, sehingga diperlukan suatu cara untuk mengaktifkannya kembali. Penentuan durasi perendaman awal benih untuk mengaktifkan nematoda dorman dilakukan dengan merendam benih padi varietas Pak Tiwi 1, Ciherang dan IPB 3S pada suhu 25-30 °C selama 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, dan 240 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman awal benih pada suhu 25-30 °C selama 180 menit (3 jam) merupakan waktu optimum untuk mengaktifkan kembali nematoda dari fase dorman Percobaan perlakuan perendaman dengan air panas suhu suhu 55 °C dan teh guano dilakukan terhadap 3 varietas padi yaitu Pak Tiwi 1, Ciherang dan IPB 3S, dengan 2 metode perendaman yaitu perendaman air panas dan teh guano, dan waktu perendaman masing-masing 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Sebanyak 400 butir benih dari masing-masing varietas direndam dalam air panas suhu 55 °C, larutan teh guano 10 g/l, dan air suhu 25-30 °C sebagai kontrol selama waktu yang telah ditentukan. Ektraksi nematoda dilakukan dengan metode corong Baermann, hasil ekstraksi diidentifikasi dan dihitung jumlah. Perlakuan perendaman yang sama dilakukan untuk mengetahui pengaruh perendaman terhadap pertumbuhan bibit padi. Benih yang telah direndam ditanam dalam bak plastik dengan media tanah, kemudian diamati daya tumbuh benih pada 14 HSS, panjang akar dan tinggi bibit pada 30 HSS. Perlakuan perendaman dengan air panas suhu 55 °C dan teh guano efektif menurunkan populasi nematoda, namun pengaruhnya berbeda pada setiap varietas. Pada varietas Pak Tiwi 1 perendaman dengan air panas suhu 55 °C efektif menurunkan populasi nematoda rata-rata 87.84% dan dapat mempertahankan daya tumbuh di atas 90% dengan waktu perendaman 5-30 menit. Pada varietas Ciherang perendaman dengan air panas suhu 55 °C efektif menurunkan populasi nematoda 52.85-65.85% dan dapat mempertahankan daya tumbuh di atas 90% dengan waktu perendaman 5-10 menit, dan perendaman dengan teh guano selama 30 menit mampu menurunkan popuasi nematoda 82.11% dengan daya tumbuh 83.33%. Pada varietas IPB 3S perlakuan teh guano efektif menurunkan populasi nematoda rata-rata 50.16% dengan waktu perendaman 5-30 menit dan mempertahankan daya tumbuh rata-rata 85%. Perlakuan perendaman air panas suhu 55 °C menyebabkan panjang akar dan tinggi bibit lebih pendek pada varietas Pak Tiwi 1 dan Ciherang, sedangkan pada varietas IPB 3S pengaruhnya tidak berbeda dengan perendaman teh guano dan kontrol. Percobaan perlakuan pembibitan terendam dilakukan terhadap 3 varietas padi, yaitu Pak Tiwi 1, Ciherang dan IPB 3S. Sebanyak 100 butir benih padi dari masingmasing varietas ditanam pada bak plastik yang telah diisi media tanah, dan direndam dengan ketinggian air 1, 3, dan 5 cm dari permukaan media tanah selama kurang lebih 3x24 jam, selanjutnya air segera dikeluarkan untuk mencegah benih membusuk sehingga dapat tumbuh dengan baik. Kejadian penyakit diamati selama 10–30 HST dengan interval waktu pengamatan 3 hari. Perlakuan pembibitan terendam dapat mengurangi terjadinya penyakit pucuk putih pada bibit padi dengan tinggi air rendaman 1, 3 dan 5 cm pada varietas Ciherang dan IPB 3S serta 3 dan 5 cm pada varietas Pak Tiwi 1, dengan tingkat kejadian penyakit hanya sebesar 0.71%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100218
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository