View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Identifikasi Karakter Morfologi dan Molekuler Toleransi Kekeringan pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.).

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (53.62Mb)
      Date
      2019
      Author
      Wuriandani, Adinda
      Sobir
      Wirnas, Desta
      Susilo, Agung Wahyu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Cekaman kekeringan merupakan salah satu masalah dalam pertanaman maupun produksi kakao. Cekaman kekeringan dapat mengakibatkan perubahan tanaman baik dari morfologi, fisiologi, biokimia, dan molekuler. Kekeringan akan berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta ketidakseimbangan metabolisme oksidatif. Dampak cekaman kekeringan pada tanaman kakao dapat diatasi dengan menggunakan klon unggul atau hibrida unggul yang memiliki toreransi terhadap cekaman kekeringan. Studi pewarisan terhadap toleransi cekaman kekeringan pada tanaman kakao masih terbatas. Penelitian mengenai studi pewarisan toleransi terhadap cekaman kekeringan pada tanaman kakao perlu dilakukan untuk mendapatkan genotipe hibrida kakao toleran cekaman kekeringan. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui karakter morfologi yang dapat digunakan untuk seleksi. Pendekatan molekuler dengan gen APX digunakan untuk mengkonfirmasi karakter toleransi terhadap cekaman kekeringan pada tanaman kakao. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman pada kondisi tercekam menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang lebih lambat dibandingkan dengan tanaman dalam kondisi normal. Karakter yang berkaitan dengan sistem perakaran berkaitan dengan respon tanaman terhadap cekaman kekeringan. Berdasarkan hasil analisis ragam menggunakan desai persilangan NC II (North Carolina II), karakter terkait cekaman kekeringan dikendalikan oleh aksi gen aditif. Pola dominan berpengaruh terhadap karakter bobot basah akar dan rasio akar/tajuk. Genotipe persilangan Sulawesi 3 x ICCRI 09 menunjukkan nilai DGK (daya gabung khusus) terbaik pada karakter diameter batang, bobot basah akar, dan bobot kering tajuk. Hasil analisis sekuen DNA gen APX, gen APX teramati merupakan gen APX sitosolik. Dengan basa nukleotida yang dapat membedakan tetua toleran T (timin) dan rentan A (adenin). Asam amino yang dihasilkan pada tetua toleran F (phenylalanine) dan pada tetua rentan I (isoleucine).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100200
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository