Permintaan Pangan Sumber Karbohidrat di Indonesia
Abstract
Pangan menjadi salah satu isu yang sangat krusial untuk dibahas oleh
setiap negara. Pada umumnya pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan yang
paling mudah adalah pemenuhan kebutuhan akan energi yang dapat dengan
mudah diperoleh dari pangan sumber karbohidrat. Ketersediaan pangan sumber
karbohidrat, utamanya beras, telah menjadi perhatian utama pemerintah sejak dulu
hingga sekarang. Pemerintah mencanangkan program diversifikasi pangan yang
mengarah pada nonberas dan nonterigu dengan tujuan meningkatkan kualitas
konsumsi pangan masyarakat agar lebih beragam, bergizi, serta seimbang dan
aman. Selain itu, tujuan pemerintah adalah dapat menurunkan tingkat konsumsi
beras karena selama ini masyarakat Indonesia telah membudayakan beras sebagai
pangan sumber karbohidrat.
Sehubungan dengan program pemerintah tersebut maka diperlukan
informasi mengenai preferensi masyarakat Indonesia terhadap pangan sumber
karbohidrat. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis
konsumsi pangan sumber karbohidrat dalam rumah tangga di Indonesia, (2)
menduga faktor-faktor apa yang memengaruhi permintaan komoditas pangan
sumber karbohidrat, dan (3) menganalisis pengaruh perubahan harga dan
pendapatan pada pemilihan pangan sumber karbohidrat. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan data sekunder Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional)
Maret 2017 yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) secara nasional.
Responden Susenas 2017 mencakup 297 276 rumah tangga dari 34 provinsi di
Indonesia. Metode yang digunakan untuk menganalisis tujuan pertama adalah
dengan menggunakan deskriptif dan untuk mencapai tujuan kedua dan ketiga
digunakan metode AIDS (Almost Ideal Demand System). Komoditas pangan
sumber karbohidrat dibagi menjadi enam kelompok, yaitu beras, tepung terigu,
padi-padian, umbi, roti, dan makanan jadi yang dikaji dengan variabel sosial
ekonomi seperti jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, umur kepala keluarga,
gender kepala keluarga, dan status istri bekerja.
Berdasarkan analisis deskriptif beras masih menjadi sumber karbohidrat
yang paling diminati untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Berdasarkan
analisis dengan metode AIDS, faktor yang memengaruhi konsumsi pangan
sumber karbohidrat antara lain adalah harga, pendapatan/pengeluaran, jumlah
anggota rumah tangga, pendidikan, umur kepala keluarga, dan gender kepala
keluarga. Perubahan harga pada beras tidak berpengaruh signifikan terhadap
permintaan karena sifatnya yang inelastis. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa
beras masih menjadi komoditas sumber karbohidrat yang belum dapat disubstitusi
oleh pangan sumber karbohidrat yang lainnya. Saat terjadi kenaikan pendapatan,
konsumsi pangan akan bergeser pada roti dan makanan jadi sehingga pemerintah
perlu mewaspadai lonjakan impor terigu seiring dengan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
