Show simple item record

dc.contributor.advisorHaryadi
dc.contributor.advisorSetyaningsih, Dwi
dc.contributor.authorArcitra, Annastassia Ayu
dc.date.accessioned2017-07-03T07:59:48Z
dc.date.available2017-07-03T07:59:48Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87392
dc.description.abstractPenggunaan bahan bakar fosil terus meningkat sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca khususnya karbon dioksida (CO2). Salah satu upaya pemerintah dalam penurunan konsentrasi karbon adalah dengan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Biomassa yang berasal dari Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang mampu mereduksi gas rumah kaca di atmosfir. Tujuan penelitian ini adalah menghitung potensi energi dan menghitung nilai karbon ekuivalen (CE) limbah kelapa sawit di PMKS PT Dendymarker Indahlestari (DMIL). Konsep Carbon Balanced Model (CBM) merupakan konsep yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu membandingkan pemanfaatan limbah kelapa sawit (karbon reduksi) dengan bahan bakar fosil yang (karbon emisi) terhadap satuan karbon yang tidak terlepas ke atmosfir (karbon fiksasi) di PMKS. Nilai karbon dapat dihitung dengan mengetahui nilai faktor konversi dari karbon ekuivalen (CE) setiap pemanfaatan biomasa, sedangkan untuk mengetahui nilai faktor konversi dari karbon ekuivalen memerlukan nilai kalori (energy content) yang ada pada setiap biomasa. CBM merupakan konsep kesetimbangan karbon. Konsep ketimbangan karbon yang dimaksud ialah mengetahui sumber pengemisi, sumber karbon yang terfiksasi dan sumber pereduksi di PMKS. Input di PMKS adalah Tandan Buah Segar (TBS) merupakan bahan baku utama hasil produksi fotosintesis. Selanjutnya, berdasarkan data pabrik, TBS yang diolah menghasilkan output 16% minyak kelapa sawit (CPO), 5% kernel, 13% serabut, 6% cangkang, 21% Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan 49% limbah cair (POME). Penggunaan bahan bakar fosil di PMKS merupakan sumber emisi di PMKS. Adapun sumber emisi tersebut ialah solar dan listrik. Pada sumber yang terfiksasi yaitu CPO dan kernel, kemudian sumber reduksi ialah serabut, cangkang, TKKS, dikonversi menjadi bahan bakar dan POME dikonversi menjadi biogas. Adapun hasil nilai CE solar, listrik, CPO, kernel, serabut, cangkang, TKKS, dan POME tersebut masing-masing 0.89, 0.21, 0.81, 0.56, 0.38, 0.43, dan 0.53 kg CE/kg. Di PMKS menggunakan energi solar sebesar 3.01 liter/ton TBS dan energi listrik sebesar 31.4 kWh/ton TBS setara dengan nilai karbon emisi sebesar 9.18 kg CE/ton TBS. Selain itu karbon fiksasi di PMKS berasal dari 148.5 kg/ton TBS CPO dan 46.8 kg/ton TBS kernel, setara dengan 146.49 kg CE/ton TBS, sedangkan nilai karbon reduksi di PMKS berasal dari 160 kg/ton TBS serabut, 60 kg/ton TBS cangkang, 210 kg/ton TBS TKKS, dan 0.5 m3 POME/ton TBS setara dengan 134.81 kg CE/ton TBS. Sehingga net karbon yang dihasilkan di PMKS sebesar 125.38 kg CE/ton TBS. Skenario pemanfaatan limbah berdasarkan potensi biomasa yang belum termanfaatkan seluruhnya di PMKS. Skenario penelitian ini terdiri atas (1) skenario dasar (memakai serabut); (2) skenario 2 (memakai serabut dan cangkang);(3) skenario 2 (memakai serabut, cangkang, dan TKKS); (4) skenario 3 (memakai serabut, cangkang, TKKS, dan POME sebagai biogas). Adapun masing-masing skenario menghasilkan nilai potensi energi listrik yang meningkat setiap penambahan limbah yang dimanfaatkan sebesar 22.3, 108.3, 400.8, dan 408 kWh/ton TBS. Pada Skenario dasar sebanyak 130 kg/ton TBS serabut dihasilkan setiap ton TBS. Berdasarkan penelitian ini hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik di PMKS sebesar 81%. Pada skenario satu, cangkang yang dihasilkan sebesar 60 kg/ton TBS. Dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan listrik di PMKS sebanyak tiga kali lebih besar. Pada skenario dua, TKKS dihasilkan sebesar 210 kg/ton TBS. Dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan listrik di PMKS sebesar 12.7 kali lebih besar. Pada skenario 3 potensi biogas yang dihasilkan sebesar 0.5 m3. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan pabrik sebanyak 12.9 lebih besar. Selanjutnya nilai potensi reduksi yang dihasilkan meningkat setiap skenario atau setiap penambahan limbah yang dimanfaatkan. Adapun nilai potensi reduksinya masing-masing sebesar 4.67, 30.47, 75.57, dan 76.01 kg CE/ton TBS.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEnvironmental Scienceid
dc.subject.ddcEmmission Carbonid
dc.subject.ddc2015id
dc.titlePotensi Energi dan Reduksi Karbon Emisi dari Produksi Minyak Kelapa Sawit: Studi Kasus di PT Dendymarker Indah Lestariid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbiomasaid
dc.subject.keywordkarbon ekuivalenid
dc.subject.keywordpabrik minyak kelapa sawitid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record