Show simple item record

dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.advisorRindayati, Wiwiek
dc.contributor.authorSuryanti, Emma Dwi
dc.date.accessioned2017-05-02T07:36:05Z
dc.date.available2017-05-02T07:36:05Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/84021
dc.description.abstractEkspor sangat penting bagi pembangunan ekonomi. Penelitian Wilson et al. (2005) dan Rahman et al. (2013) menunjukkan bahwa fasilitasi perdagangan merupakan salah satu kebijakan yang terbukti mampu meningkatkan perdagangan. Dalam rangka peningkatan ekspor, perlu ditinjau produk yang memiliki daya saing bagus serta pasar yang potensial. Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan subsektor industri yang penting bagi Indonesia. Ekspor TPT pada tahun 2015 menduduki posisi ketiga diantara sub sektor industri lainnya, selain itu mampu menyerap tenaga kerja paling tinggi pada tahun 2013. APEC merupakan pasar potensial bagi Indonesia. Share total ekspor Indonesia ke APEC rata-rata sekitar 70 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia pada tahun 2004 - 2015. Disamping itu, jumlah penduduk APEC mencapai 38.78 persen dari populasi penduduk dunia pada tahun 2015. Untuk itu penelitian ini bermaksud mengidentifikasi daya saing TPT Indonesia di pasar Asia Pasifik serta mengetahui pengaruh fasilitasi perdagangan terhadap peningkatan ekspor TPT Indonesia. Analisis daya saing dilakukan pada produk dengan kode HS 54 (Filamen Buatan), HS 55 (SErat Stafel Buatan), HS 61 (Barang-barang Rajutan) dan HS 62 (Pakaian Jadi Bukan Rajutan). TPT yang dianalisis memiliki daya saing bagus yang ditunjukkan dengan nilai RCA lebih dari satu. Barang-barang rajutan dan pakaian jadi bukan rajutan memiliki daya saing lebih bagus dibanding filament buatan dan serat stafel buatan. Hasil ini didukung oleh hasil analisis daya saing dengan metode EPD, dimana kedua produk tersebut berada pada posisi pasar falling star yang berarti mengalami peningkatan pada share ekspornya. Perdagangan barang-barang rajutan dan pakaian jadi bukan rajutan mempunyai tingkat integrasi lemah dengan nilai ekspor yang lebih besar dibanding impor. Hal ini berarti kedua produk tersebut memiliki keunggulan di pasar Asia Pasifik. Hasil analisis data panel menunjukkan bahwa Port Efficiency dan Regulatory Environment mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ekspor barang-barang rajutan dan pakaian jadi bukan rajutan. GDP negara APEC, jarak ekonomi dan tariff juga bepengaruh signifikan pada kedua produk tersebut. GDP Indonesia mempunyai pengaruh signifikan terhadap ekspor barang-barang rajutan, sedangkan nilai tukar riil berpengaruh signifikan terhadap ekspor pakaian jadi bukan rajutan. Produk TPT yang berdaya saing bagus di pasar Asia Pasifik adalah barangbarang rajutan dan pakaian jadi bukan rajutan. Fasilitasi perdagangan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap ekspor TPT adalah Port Efficiency dan Regulatory Environment sehingga ekspor barang-barang rajutan dan pakaian jadi bukan rajutan bisa mempertimbangkan negara tujuan yang mempunyai Port Efficiency yang baik dan Regulatory Environment yang lunak.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcExportsid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcAPEC-Indonesiaid
dc.titlePengaruh Fasilitasi Perdagangan Terhadap Ekspor Tpt Indonesia Ke Kawasan Asia Pasifikid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordFasilitasi Perdaganganid
dc.subject.keywordTekstilid
dc.subject.keywordAsia Pasifikid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordData Panelid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record