<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Agribusiness</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2026 02:56:34 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-11-06T02:56:34Z</dc:date>
<item>
<title>Strategi Bisnis Unit Usaha Sapi Potong NUS4  Farm Pada PT Perkebunan Nusantara IV</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180252</link>
<description>Strategi Bisnis Unit Usaha Sapi Potong NUS4  Farm Pada PT Perkebunan Nusantara IV
SIAGIAN, ERWIN PRASETYO
NUS4 Farm merupakan unit usaha PT Perkebunan Nusantara IV yang bergerak di &#13;
bidang pembibitan (breeding) dan penggemukan (fattening) sapi potong. &#13;
Permasalahan yang dihadapi meliputi kondisi keuangan yang belum mencapai titik &#13;
impas, biaya operasional yang melampaui anggaran, dan pemasaran yang belum &#13;
optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, &#13;
merumuskan alternatif strategi, serta menentukan strategi prioritas. Penelitian &#13;
menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis Matriks IFE, EFE, IE, SWOT, &#13;
dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan skor IFE sebesar 2,625 dan EFE sebesar &#13;
2,971, yang menempatkan NUS4 Farm pada sel V (hold and maintain). Analisis &#13;
SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi. Berdasarkan QSPM, promosi dan &#13;
pemasaran langsung kepada konsumen menjadi prioritas pertama dengan nilai &#13;
STAS 4,876, diikuti peningkatan kualitas ternak dengan nilai STAS 4,833. Strategi &#13;
tersebut diharapkan dapat meningkatkan penyerapan pasar, efisiensi operasional, &#13;
dan keberlanjutan usaha.; NUS4 Farm is a business unit of PT Perkebunan Nusantara IV engaged in beef &#13;
cattle breeding and fattening. Its main challenges include financial performance &#13;
below the break-even point, operating costs exceeding the budget, and suboptimal &#13;
marketing. This study aims to identify internal and external factors, formulate &#13;
alternative strategies, and determine strategic priorities. A descriptive approach &#13;
was employed using the IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM matrices. The results &#13;
show an IFE score of 2.625 and an EFE score of 2.971, placing NUS4 Farm in Cell &#13;
V (hold and maintain) of the IE Matrix. The SWOT analysis generated seven &#13;
alternative strategies. Based on the QSPM results, direct promotion and marketing &#13;
to consumers ranked first, with a Sum Total Attractiveness Score (STAS) of 4.876, &#13;
followed by improving cattle quality, with a STAS of 4.833. These strategies are &#13;
expected to improve market absorption, operational efficiency, and business &#13;
sustainability.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180252</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Persepsi dan Preferensi Konsumen Terhadap Jenang Kudus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180243</link>
<description>Persepsi dan Preferensi Konsumen Terhadap Jenang Kudus
Fazzahra, Hemas Aulia
Jenang kudus merupakan makanan tradisional khas Kabupaten Kudus yang menghadapi persaingan di tengah beragamnya pilihan produk pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik, persepsi, dan preferensi konsumen terhadap jenang kudus. Responden penelitian adalah konsumen berusia minimal 18 tahun yang pernah membeli dan mengonsumsi jenang kudus. Sampel ditentukan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 127 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan luring, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, multiatribut Fishbein, dan konjoin. Hasil analisis Fishbein menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap jenang kudus tergolong tinggi, dengan nilai Ao total 125,67. Rasa memiliki nilai sikap tertinggi, sedangkan promosi/iklan terendah. Hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa rasa merupakan atribut paling dipertimbangkan, diikuti harga, tekstur, daya simpan, dan kemasan. Kombinasi atribut yang paling disukai adalah rasa manis, tekstur lembut, daya simpan 1–2 bulan, harga Rp50.000/kg, dan kemasan box karton.; Jenang kudus is a traditional food originating from Kudus Regency that faces competition amid the growing variety of food products. This study aimed to analyze consumer characteristics, perceptions, and preferences toward jenang kudus. The respondents were consumers aged 18 years or older who had purchased and consumed jenang kudus. The sample was selected using a non-probability sampling method with a purposive sampling technique, resulting in 127 respondents. Data were collected through online and offline questionnaires and analyzed using quantitative descriptive analysis, the Fishbein multi-attribute model, and conjoint analysis. The Fishbein analysis showed that consumers’ attitudes toward jenang kudus were categorized as high, with a total Ao score of 125.67. Taste had the highest attitude score, while promotion/advertising had the lowest. The conjoint analysis revealed that taste was the most important attribute, followed by price, texture, shelf life, and packaging. The most preferred combination of attributes was a sweet taste, soft texture, a shelf life of 1–2 months, a price of IDR 50,000 per kilogram, and cardboard box packaging.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180243</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Citra Merek terhadap Niat Beli Ulang Subway Menggunakan  Pendekatan Theory of Planned Behavior di Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180214</link>
<description>Pengaruh Citra Merek terhadap Niat Beli Ulang Subway Menggunakan  Pendekatan Theory of Planned Behavior di Jakarta
Zahra, Fatimma Adz
ABSTRAK&#13;
FATIMMA ADZ ZAHRA. Pengaruh Citra Merek terhadap Niat Beli&#13;
Ulang Subway Menggunakan Pendekatan Theory of Planned Behavior di&#13;
Jakarta. Dibimbing oleh ANNA FARIYANTI.&#13;
Perkembangan industri makanan cepat saji di Indonesia mengalami &#13;
peningkatan secara signifikan, namun Subway menghadapi tantangan &#13;
penurunan antusiasme konsumen setelah masa euforia kembalinya pasar &#13;
Indonesia mereda serta adanya persaingan ketat dengan menu lokal. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi &#13;
citra merek Subway terhadap niat beli konsumen di Jakarta serta peran sikap, &#13;
norma subjektif, dan kontrol perilaku dalam hubungan tersebut. Data &#13;
kuantitatif dikumpulkan melalui survei daring terhadap 163 responden&#13;
berdomisili Jakarta. Metode yang digunakan adalah Partial Least Square&#13;
Structure Equation Model (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
citra merek, kontrol perilaku, sikap, dan norma subjektif secara parsial &#13;
berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap niat beli. &#13;
Penemuan terbaru dari penelitian ini mengungkapkan bahwa norma subjektif&#13;
(tekanan sosial) dan kontrol perilaku (kemudahan akses gerai serta &#13;
keterjangkauan harga) terbukti secara signifikan bertindak sebagai variabel &#13;
yang memperkuat pengaruh citra merek terhadap niat beli. Sebaliknya &#13;
evaluasi pribadi atau sikap konsumen tidak memiliki peran yang signifikan&#13;
dalam menjembatani citra merek global ini terhadap niat beli. Implikasi dari&#13;
penelitian ini menunjukkan bahwa strategi peningkatan niat beli konsumen &#13;
Subway di Jakarta tidak hanya bergantung pada evaluasi personal konsumen, &#13;
melainkan harus dioptimalkan melalui penguatan citra berbasis rekomendasi &#13;
sosial serta perluasan kemudahan akses operasional dan keterjangkauan &#13;
harga.&#13;
Kata kunci: citra merek, kontrol perilaku, niat beli, norma subjektif
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180214</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Kesadaran Kesehatan, Persepsi Harga, dan Cita Rasa terhadap Niat Beli Produk Cookies Berbahan Sorgum</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180206</link>
<description>Pengaruh Kesadaran Kesehatan, Persepsi Harga, dan Cita Rasa terhadap Niat Beli Produk Cookies Berbahan Sorgum
FAJRINA, KALISHA ANIRA
Sorgum berpotensi menjadi bahan baku pangan lokal untuk mendukung diversifikasi pangan, salah satunya melalui pengolahan menjadi cookies sebagai alternatif camilan. Penelitian ini menganalisis pengaruh kesadaran kesehatan, persepsi harga dan cita rasa terhadap niat beli produk cookies berbahan sorgum dengan pendekatan Theory of Planned Behavior. Penelitian melibatkan 310 responden mahasiswa IPB University Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas&#13;
Ekologi Manusia, departemen Ilmu Gizi dan non-mahasiswa yaitu anggota komunitas pangan sehat. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga, cita rasa, sikap, dan norma subjektif berpengaruh terhadap niat beli, sedangkan kesadaran kesehatan dan persepsi kontrol perilaku tidak berpengaruh terhadap niat beli. Temuan ini menjelaskan bahwa evaluasi positif terhadap produk dan dukungan sosial berkaitan dengan niat konsumen. Pelaku usaha dapat meningkatkan niat beli melalui penetapan harga yang sesuai dengan kualitas dan manfaat.; Sorghum has the potential to support food diversification as a local food ingredient, including through its use in cookies as an alternative snack. This study examines the influence of health consciousness, price perception, and taste on the purchase intention of sorghum-based cookies using the Theory of Planned Behavior. Data were collected from 310 respondents, comprising students from the Faculty of Economics and Management, the Faculty of Human Ecology, and the Department of Nutrition at IPB University, as well as members of a healthy food community. Data were analyzed descriptively and quantitatively using PLS-SEM. The results indicate that price perception, taste, attitude, and subjective norms significantly influence purchase intention, whereas health consciousness and perceived behavioral control do not. These findings highlight the roles of product evaluation and social influence in shaping purchase intention. Practically, businesses can encourage purchase intention through appropriate pricing, taste improvement, and effective promotion
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180206</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
