<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Agribusiness</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 15:09:01 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-21T15:09:01Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Model-Model Kemitraan terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Agroindustri Makanan dan Minuman di Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179897</link>
<description>Pengaruh Model-Model Kemitraan terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Agroindustri Makanan dan Minuman di Indonesia
RASYID, ARI ARDIANSYAH
Kemitraan merupakan salah satu strategi bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk&#13;
meningkatkan kinerja usaha, tetapi dampaknya dapat berbeda menurut model&#13;
kemitraan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi&#13;
keputusan UMK mengikuti kemitraan serta mengestimasi dampak tujuh model&#13;
kemitraan terhadap kinerja UMK sektor agroindustri makanan dan minuman di&#13;
Indonesia. Data berasal dari Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) 2023 dengan&#13;
29.911 UMK pada KBLI 10 dan 11. Analisis menggunakan regresi logistik biner&#13;
dan Repeated Binary Propensity Score Matching untuk mengestimasi Average&#13;
Treatment Effect on the Treated (ATT) terhadap laba, biaya, dan profit margin.&#13;
Hasil menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi keputusan mengikuti&#13;
kemitraan berbeda antarmodel. Kemitraan perdagangan umum dan kemitraan&#13;
lainnya berdampak positif dan signifikan terhadap laba, masing-masing sebesar&#13;
Rp3.932.663,96 dan Rp4.874.792,32. Perdagangan umum juga meningkatkan&#13;
biaya secara signifikan sebesar Rp11.109.684,10, sedangkan tidak terdapat model&#13;
kemitraan yang berdampak signifikan terhadap profit margin. Dengan demikian,&#13;
dampak kemitraan terhadap kinerja UMK berbeda menurut model dan indikator&#13;
kinerja.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179897</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Peningkatan Daya Saing Bisnis Kedai Kopicentrum di Kota Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179802</link>
<description>Strategi Peningkatan Daya Saing Bisnis Kedai Kopicentrum di Kota Bogor
Farhansyah
Industri kopi di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya produksi, konsumsi, dan jumlah kedai kopi, sehingga persaingan usaha semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong Kopicentrum untuk memiliki strategi bisnis yang tepat dalam meningkatkan daya saing, namun posisi daya saing perusahaan belum pernah dianalisis secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi daya saing Kopicentrum berdasarkan lingkungan internal, lingkungan eksternal, dan struktur persaingan industri, serta merumuskan strategi prioritas untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan kuesioner kepada responden internal dan eksternal. Analisis dilakukan menggunakan Matriks IFE, EFE, Porter’s Five Forces, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kopicentrum memiliki kondisi internal yang kuat (skor IFE = 3,020) dan kemampuan yang baik dalam merespons lingkungan eksternal (skor EFE = 3,277), sehingga berada pada posisi Grow and Build. Hasil QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas dengan nilai STAS tertinggi (6,045) adalah pengembangan produk kopi dan menu khas berbasis konsep kopitiam Melayu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan diferensiasi produk melalui inovasi berbasis konsep kopitiam Melayu dan optimalisasi pemasaran digital dapat meningkatkan daya saing Kopicentrum.; Indonesia's coffee industry continues to grow, driven by increasing production, consumption, and the number of coffee shops, leading to more intense competition. This condition requires Kopicentrum to develop appropriate strategies to strengthen its competitiveness, although its competitive position has not yet been comprehensively evaluated. This study aims to analyze Kopicentrum's competitiveness based on its internal environment, external environment, and industry competitive structure, and to formulate priority strategies for improving competitiveness. A qualitative descriptive approach was employed using in-depth interviews and questionnaires with internal and external respondents. Data were analyzed using IFE, EFE, Porter’s Five Forces, IE, SWOT, and QSPM. The results show that Kopicentrum has a strong internal condition (IFE = 3.020) and a good ability to respond to external conditions (EFE = 3.277), placing the company in the Grow and Build position. The priority strategy identified through QSPM (STAS = 6.045) is the development of coffee products and signature menu items based on the Malay kopitiam concept. The findings suggest that strengthening product differentiation and optimizing digital marketing can enhance Kopicentrum's competitiveness.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179802</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Green Marketing terhadap Minat Beli Ulang Produk  NPURE melalui Green Brand Image</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179796</link>
<description>Pengaruh Green Marketing terhadap Minat Beli Ulang Produk  NPURE melalui Green Brand Image
Nameswari, Hanania Elok
Beredarnya produk kecantikan ilegal yang mengandung bahan berbahaya &#13;
mendorong tumbuhnya perilaku conscious consumerism di Indonesia. Fenomena &#13;
ini mendorong merek kecantikan menerapkan strategi green marketing sebagai &#13;
respons terhadap meningkatnya permintaan akan produk yang aman. Namun, &#13;
banyaknya merek yang mengklaim produknya ramah lingkungan membuat &#13;
konsumen semakin kritis dalam menilai green brand image. Penelitian ini bertujuan &#13;
menganalisis pengaruh green marketing terhadap minat beli ulang melalui green &#13;
brand image pada produk NPURE. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner &#13;
terhadap 300 responden di Jabodetabek dengan teknik purposive sampling. Data &#13;
dianalisis menggunakan analisis deskriptif, PLS-SEM, dan IPMA. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa green marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap &#13;
green brand image dan minat beli ulang, baik secara langsung maupun melalui &#13;
mediasi green brand image. Green brand image juga berpengaruh positif dan &#13;
signifikan terhadap minat beli ulang serta memediasi secara parsial hubungan &#13;
antara green marketing dan minat beli ulang.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179796</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kinerja Ekspor Karet TSNR Indonesia ke Negara Ekspor Utama Dan Faktor Yang Memengaruhinya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179680</link>
<description>Kinerja Ekspor Karet TSNR Indonesia ke Negara Ekspor Utama Dan Faktor Yang Memengaruhinya
Lumbanraja, Tesha Averil
Technically Specified Natural Rubber (TSNR) merupakan jenis karet alam yang dominan dalam ekspor Indonesia. Penelitian ini menganalisis kinerja ekspor TSNR Indonesia ke Amerika Serikat, Jepang, China, India, dan Korea Selatan serta faktor-faktor yang memengaruhinya selama 2004–2025. Metode yang digunakan adalah Constant Market Share (CMS) dan regresi data panel. Hasil CMS menunjukkan bahwa peningkatan ekspor terutama didorong oleh efek ukuran pasar sebesar US$2,11 miliar, sedangkan efek komposisi pasar dan daya saing bernilai negatif. Jepang menunjukkan kinerja terbaik, sedangkan daya saing bernilai negatif di Amerika Serikat, China, dan India. Estimasi Fixed Effect Model dengan Panel-Corrected Standard Errors menunjukkan bahwa GDP riil negara tujuan, produktivitas karet Indonesia, dan harga global TSR20 berpengaruh positif dan signifikan. GDP riil Indonesia, inflasi negara tujuan, dan nilai tukar riil bilateral tidak berpengaruh signifikan. Penguatan produktivitas, kualitas, kontinuitas pasokan, dan daya saing diperlukan untuk meningkatkan ekspor TSNR Indonesia.; Technically Specified Natural Rubber (TSNR) is the dominant form of natural rubber in Indonesia’s exports. This study analyzes Indonesia’s TSNR export performance to the United States, Japan, China, India, and South Korea and its determinants during 2004–2025. Constant Market Share (CMS) analysis and panel data regression were applied. The CMS results show that export growth was mainly driven by the market size effect of US$2.11 billion, while the market composition and competitiveness effects were negative. Japan recorded the best performance, whereas competitiveness was negative in the United States, China, and India. Fixed Effect Model estimation with Panel-Corrected Standard Errors shows that destination-country real GDP, Indonesia’s rubber productivity, and global  prices have positive and significant effects. Indonesia’s real GDP, destination-country inflation, and the bilateral real exchange rate are not significant. Strengthening productivity, quality, supply continuity, and competitiveness is essential to improve Indonesia’s TSNR exports.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179680</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
