<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Family and Consumer Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 00:13:40 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-30T00:13:40Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Konsumtif, dan Stres Finansial terhadap Kesejahteraan Finansial Pekerja Tidak Tetap di Kalangan Generasi Z</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173152</link>
<description>Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Konsumtif, dan Stres Finansial terhadap Kesejahteraan Finansial Pekerja Tidak Tetap di Kalangan Generasi Z
Fitria, Cut Syifa
Ketidakstabilan kondisi kerja pada pekerja tidak tetap menimbulkan tantangan dalam pengelolaan keuangan, khususnya bagi Generasi Z. Penelitian ini menguji pengaruh literasi keuangan, perilaku konsumtif, dan stres finansial terhadap kesejahteraan finansial, baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari 190 responden dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman serta (SEM-PLS) dengan Smart Partial Least Squaress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif, stres finansial, dan kesejahteraan finansial. Stres finansial juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dan kesejahteraan finansial, sedangkan perilaku konsumtif tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan finansial. Analisis efek tidak langsung menunjukkan bahwa stres finansial memediasi pengaruh literasi keuangan dan perilaku konsumtif terhadap kesejahteraan finansial, serta berperan dalam mekanisme mediasi berantai bersama perilaku konsumtif. Temuan ini menegaskan bahwa kesejahteraan finansial pekerja tidak tetap Generasi Z dipengaruhi oleh interaksi faktor kognitif, perilaku, dan psikologis.; Non-permanent employment conditions pose financial management challenges, particularly for Generation Z. This study investigated the influence of financial literacy, consumptive behavior, and financial stress on financial well-being, both directly and indirectly. A quantitative cross-sectional design was employed. Data were collected from 190 respondents and analyzed using Spearman correlation and (SEM-PLS) with Smart Partial Least Squaress. The results indicate that financial literacy significantly affects consumptive behavior, financial stress, and financial well-being. Financial stress also significantly affects consumptive behavior and financial well-being, while consumptive behavior has no direct effect on financial well-being. Mediation analysis shows that financial stress mediates the effects of financial literacy and consumptive behavior on financial well-being and plays a role in a serial mediation mechanism with consumptive behavior. These findings highlight that the financial well-being of Generation Z non-permanent workers is shaped by the interaction of cognitive, behavioral, and psychological factors.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173152</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Minat Beli Sepeda Motor Listrik pada Generasi Milenial Menggunakan Extended Theory of Planned Behavior</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172770</link>
<description>Analisis Minat Beli Sepeda Motor Listrik pada Generasi Milenial Menggunakan Extended Theory of Planned Behavior
Buntoro, Elsa Averina
Sepeda motor listrik menawarkan solusi ramah lingkungan dalam mobilitas. Generasi milenial memiliki potensi untuk keberlanjutan lingkungan di masa depan dari perilaku konsumsi ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan extended theory of planned behavior yang menjelaskan dan memprediksi perilaku seseorang berdasarkan niat untuk mengadaptasi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh environmental awareness, sikap, norma subyektif, perceived behavioral control, perceived value, dan reasonable price terhadap minat beli sepeda motor listrik pada generasi milenial. Penelitian kuantitatif menggunakan kuesioner ini melibatkan sebanyak 245 responden dengan rentang usia 29 hingga 44 tahun di seluruh Indonesia. Data dianalisis dengan statistik deskriptif Structural Equation Modelling (SEM) untuk menjawab seluruh tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan environmental awareness berpengaruh signifikan terhadap sikap dan perceived behavioral control. Perceived behavioral control, reasonable price, dan perceived value berpengaruh signifikan terhadap minat beli, sementara sikap dan norma subyektif tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli sepeda motor listrik.; Electric motorcycles offer an environmentally friendly mobility solution. The millennial generation holds significant potential in promoting sustainability through eco-friendly consumption behavior. This study applies the Extended Theory of Planned Behavior to explain and predict behavior based on intention. The aim is to examine the influence of environmental awareness, attitude, subjective norms, perceived behavioral control, perceived value, and reasonable price on the purchase intention of electric motorcycles among millennials. Using a quantitative approach, data were collected from 245 respondents aged 29–44 across Indonesia through a questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM). The results show that environmental awareness significantly affect attitude and perceived behavioral control. Meanwhile, perceived behavioral control, reasonable price, and perceived value significantly affect purchase intention, meanwhile attitude and subjective norms do not.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172770</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Interaksi Suami Istri dan Stres Pengasuhan terhadap Kualitas Perkawinan pada Keluarga dengan Anak Tunagrahita</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172423</link>
<description>Pengaruh Interaksi Suami Istri dan Stres Pengasuhan terhadap Kualitas Perkawinan pada Keluarga dengan Anak Tunagrahita
Salsabila, Shafa
Keluarga dengan anak tunagrahita menghadapi berbagai tekanan pengasuhan dalam mencapai kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, interaksi suami istri, serta stres pengasuhan terhadap kualitas perkawinan. Responden penelitian adalah 61 ibu dari keluarga utuh yang memiliki anak tunagrahita usia 5–17 tahun di Bogor, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner self-administered dan dianalisis menggunakan uji deskriptif, tabulasi silang, korelasi, dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan interaksi berhubungan positif dengan kebahagiaan perkawinan. Potensi konflik berhubungan negatif dengan seluruh dimensi kualitas perkawinan. Analisis regresi menunjukkan bahwa usia, lama pendidikan, pendapatan per kapita, dan disfungsi interaksi orang tua dan anak berpengaruh positif, sedangkan usia saat menikah, durasi pernikahan, distres pengasuhan, perilaku sulit anak, dan potensi konflik berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan.; Families with children with intellectual disabilities face various parenting pressures in achieving the quality of marriage. This study aims to analyze the influence of family characteristics, husband-wife interaction, and parenting stress on marital quality. The study respondents were 61 mothers from whole families with children with intellectual disabilities aged 5–17 years in Bogor, who were selected by purposive sampling. Data were collected through self-administered questionnaires and analyzed using descriptive tests, cross-tabulation, correlation, and multiple linear regression. The results showed that interaction satisfaction was positively related to marital happiness. Potential conflict is negatively related to all dimensions of marital quality. Regression analysis showed that age, length of education, per capita income, and dysfunction of parent-child interaction had a positive effect, while age at marriage, duration of marriage, parenting stress, difficult behavior of children, and potential conflict had a significant negative effect on the quality of marriage.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172423</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Dukungan Sosial dan Interaksi Suami Istri terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Kota Binjai</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172422</link>
<description>Pengaruh Dukungan Sosial dan Interaksi Suami Istri terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Kota Binjai
Aprillya, Karina
Ketidakstabilan kondisi ekonomi mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan sebagai pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, karakteristik istri, dukungan sosial, dan interaksi suami-istri terhadap kesejahteraan subjektif ibu pelaku UKM. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional terhadap 100 ibu yang bekerja sebagai pelaku UKM. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS versi 25.0 melalui analisis deskriptif, uji korelasi, dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Selain itu, dimensi kasih sayang (love) dalam interaksi suami-istri berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Sebaliknya, dimensi hostility (permusuhan) dan submission (kepatuhan berlebihan) berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif ibu pelaku UKM.; Economic instability encourages women to take an active role in improving family well-being, one of which is through participation as small and medium enterprise (SME) entrepreneurs. This study aims to analyze the effects of family characteristics, wives’ characteristics, social support, and husband–wife interaction on the subjective well-being of mothers who are SME entrepreneurs. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 mothers working as SME entrepreneurs. Data were analyzed using SPSS version 25.0 through descriptive analysis, correlation tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that family social support has a positive and highly significant effect on subjective well-being. In addition, the love dimension of husband–wife interaction has a significant positive effect on subjective well-being. Conversely, the hostility and submission dimensions have significant negative effects on the subjective well-being of mothers who are SME entrepreneurs
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172422</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
