<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>MF - Economic and Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2026 15:23:22 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-11T15:23:22Z</dc:date>
<item>
<title>Model Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Menggunakan Retrieval Augmented Generation (Studi Kasus : BPPSDMKP)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180091</link>
<description>Model Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Menggunakan Retrieval Augmented Generation (Studi Kasus : BPPSDMKP)
Rafeliandi, Ridona Viju
Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang menghasilkan volume dokumen regulasi dan laporan yang masif menyebabkan terlalu banyak informasi, sehingga menghambat efektivitas evaluasi kinerja organisasi dan pengambilan keputusan strategis. Meskipun penggunaan kecerdasan buatan bisa membantu mengatasi masalah tidak efisien tersebut, penggunaannya tetap berisiko menghasilkan halusinasi data yang bisa mengganggu keakuratan dalam menganalisis kebijakan. Oleh karena itu, arsitektur Retrieval-Augmented Generation (RAG) diajukan sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kemampuan mengambil informasi dari sumber pengetahuan yang terverifikasi dengan Large Language Model (LLM), sehingga memastikan hasil evaluasi SAKIP menjadi lebih valid, akurat, dan dapat berinteraksi dengan baik.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merancang model akuntabilitas kinerja instansi pemerintah menggunakan RAG; (2) menganalisis dan mengukur performa model RAG; serta (3) mengevaluasi manfaat dan memberikan rekomendasi penerapan model RAG. Penelitian ini menggunakan pendekatan RAG, di mana kualitas model dinilai menggunakan framework RAGAS, sedangkan manfaatnya dinilai melalui metode System Usability Scale (SUS) dan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test.&#13;
Penelitian ini menghasilkan model yang menggabungkan sistem evaluasi SAKIP dengan RAG. Hasil penilaian menggunakan metrik RAGAS kemampuan pengambilan informasi secara komprehensif yang dibuktikan melalui skor pada aspek Context Precision (0,835) dan Context Recall (0,984). Selain itu, respons yang dihasilkan terbukti relevan dan konsisten secara fakta dan makna sesuai dengan jawaban sebenarnya (ground truth), yang ditunjukkan oleh skor pada aspek Faithfulness (0,979), Answer Relevancy (0,816), dan Answer Correctness (0,964). Sementara itu, hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan pada efektivitas kerja sebelum dan sesudah intervensi penggunaan model RAG (Z = -3,294; p &lt; 0,05). Evaluasi usability menghasilkan skor rata-rata 73,21 (kategori Acceptable).&#13;
Penerapan kecerdasan buatan ini mengubah proses evaluasi dari yang bersifat manual menjadi sistem pendukung keputusan yang mampu mengurangi beban tugas rutin asesor, sehingga asesor dapat lebih berfokus pada analisis konteks strategis yang berorientasi pada hasil. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam mempercepat digitalisasi sistem monitoring dan evaluasi kinerja instansi pemerintah agar lebih cerdas dan adaptif. Meskipun demikian, kecerdasan buatan dalam sistem ini berfungsi sebatas sebagai alat bantu, sedangkan keputusan akhir tetap sepenuhnya berada pada pengguna.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180091</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Pengaruh Sukuk terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Peran Moderasi Financial Development</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180061</link>
<description>Analisis Pengaruh Sukuk terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Peran Moderasi Financial Development
Taqiyyah, Asma
Meningkatnya permintaan dan penawaran sukuk menunjukkan pertumbuhan pasar sukuk. Sukuk dapat meningkatkan akumulasi modal dan inovasi sehingga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun, penelitian terdahulu menunjukkan pengaruh yang tidak konsisten antara sukuk dengan pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, peningkatan financial development cenderung melambat setelah terjadinya krisis global 2008. Hal ini dapat memengaruhi kontribusi sukuk terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji pengaruh sukuk terhadap pertumbuhan ekonomi dengan financial development sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari 14 negara penerbit sukuk selama periode 2016–2023. Financial development disusun menggunakan metode Analisis Komponen Utama, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan pendekatan data panel statis dan dinamis.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat financial development di negara sampel masih relatif rendah, dengan pola perkembangan yang beragam. Estimasi dari data panel statis dan dinamis menghasilkan temuan yang konsisten, yaitu belum terdapat bukti yang cukup bahwa sukuk, financial development, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan sukuk belum mampu secara optimal mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama ketika tingkat financial development masih terbatas. Peningkatan financial development dapat difokuskan pada penguatan kredit domestik kepada sektor swasta dan nilai perdagangan saham sebagai indikator dengan bobot relatif terbesar pada masing-masing subindeks. Meskipun koefisien sukuk tidak signifikan, hasil tersebut tidak secara langsung menunjukkan bahwa sukuk tidak diperlukan, mengingat analisis deskriptif menunjukkan hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi pada tingkat financial development yang lebih tinggi, sehingga pengembangan pasar sukuk tetap perlu dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sistem keuangan dan karakteristik masing-masing negara.; The increasing demand for and supply of sukuk indicates the expansion of the sukuk market. Sukuk can boost capital accumulation and innovation, thereby influencing economic growth. However, previous studies have reported inconsistent relationships between sukuk and economic growth. On the other hand, the pace of financial development has tended to slow down following the 2008 global financial crisis. This may affect the contribution of sukuk to economic growth. Therefore, this study examines the effect of sukuk on economic growth, with financial development serving as a moderating variable. This study uses panel data from 14 sukuk-issuing countries over the 2016–2023 period. Financial development is measured using Principal Component Analysis, while the relationships among variables are analyzed using both static and dynamic panel data approaches.&#13;
The results of the analysis show that the level of financial development in the sample countries remains relatively low, with varying patterns of development. Estimates from static and dynamic panel data yield consistent findings: there is insufficient evidence that sukuk, financial development, and the interaction between sukuk and financial development significantly effects economic growth. These findings suggest that the existence of sukuk instruments has not yet been able to optimally drive economic growth, particularly when the level of financial system development remains limited. Efforts to strengthen financial development may focus on improving domestic credit to the private sector and stock market value, which have the highest relative weights within their respective sub-indices. Although the sukuk coefficient is statistically insignificant, the findings do not imply that sukuk are unnecessary, as the descriptive analysis indicates a positive relationship between sukuk and economic growth at higher levels of financial development. Therefore, the development of the sukuk market may continue alongside efforts to strengthen the financial system while considering country-specific characteristics.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180061</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Optimasi Pelarut Ekstraksi Senyawa Bioaktif  Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata L.) dengan Aktivitas Antioksidan dan  Antiinflamasi.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180046</link>
<description>Optimasi Pelarut Ekstraksi Senyawa Bioaktif  Bunga Jengger Ayam (Celosia cristata L.) dengan Aktivitas Antioksidan dan  Antiinflamasi.
Ubai, Nyimas Shania Azira
Stres oksidatif akibat radikal bebas dapat memicu inflamasi dan berbagai penyakit degeneratif. Bunga jengger ayam (Celosia cristata L.) mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan antiinflamasi, namun efektivitas ekstraksinya dipengaruhi oleh komposisi pelarut yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi kombinasi pelarut asam asetat, etanol, dan aseton pada ekstraksi bunga jengger ayam menggunakan metode sonikasi dengan pendekatan Simplex Centroid Design (SCD). Respons yang diamati meliputi kadar total fenolik (TPC), kadar total flavonoid (TFC), serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP untuk menentukan formula pelarut &#13;
optimum. Formula optimum selanjutnya diverifikasi, dibandingkan dengan metode maserasi dan infusa menggunakan komposisi pelarut yang sama, serta dievaluasi aktivitas antiinflamasinya melalui uji penghambatan denaturasi protein dan stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi pelarut berpengaruh terhadap kandungan polifenol serta &#13;
aktivitas antioksidan dan antiinflamasi ekstrak bunga jengger ayam. Formula pelarut optimum menghasilkan kandungan polifenol dan aktivitas biologis yang &#13;
tinggi, sedangkan perbandingan metode ekstraksi menunjukkan adanya perbedaan efektivitas dalam menghasilkan bioaktivitas ekstrak. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan kombinasi pelarut dan metode ekstraksi bunga jengger ayam untuk pengembangan bahan baku alami di bidang kesehatan dan pangan fungsional.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180046</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Potensi Ekspor Produk Ban Karet Indonesia di Pasar Internasional</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179920</link>
<description>Potensi Ekspor Produk Ban Karet Indonesia di Pasar Internasional
Yanti, Ni Ketut Dela
Indonesia merupakan salah satu eksportir karet alam utama dunia, tetapi kinerja ekspor produk karet, khususnya ban karet (HS 4011), masih belum optimal. Ekspor karet Indonesia masih didominasi produk bahan baku, sementara pangsa ekspor ban karet di pasar internasional relatif rendah dibandingkan negara pesaing. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspor aktual dan potensi ekspor yang dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi ekspor ban karet Indonesia dan (2) menggambarkan potensi ekspor ban karet Indonesia di pasar internasional.&#13;
&#13;
Penelitian menggunakan data panel 68 negara mitra dagang selama periode 2015–2024 dengan produk ban karet kode HS 4011. Analisis dilakukan menggunakan Stochastic Frontier Gravity Model (SFGM) untuk mengestimasi tingkat efisiensi ekspor, serta faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi. Variabel dalam model meliputi produk domestik bruto riil per kapita Indonesia dan negara tujuan, jarak ekonomi, nilai tukar riil, tarif impor, serta Free Trade Agreement (FTA). Hasil estimasi menunjukkan bahwa PDB riil per kapita Indonesia dan negara tujuan berpengaruh positif terhadap ekspor dengan koefisien masing-masing sebesar 0,670 dan 0,859, sedangkan jarak ekonomi berpengaruh negatif sebesar -0,235. Pada model inefisiensi, nilai tukar riil dan FTA berpengaruh negatif terhadap inefisiensi, sedangkan tarif impor berpengaruh positif. Nilai gamma sebesar 0,996 menunjukkan bahwa sebagian besar variasi perdagangan dalam model berkaitan dengan faktor inefisiensi, sementara hasil Likelihood Ratio test mengonfirmasi signifikansi keberadaan komponen inefisiensi.&#13;
&#13;
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tingkat efisiensi ekspor ban karet Indonesia berbeda antarnegara dan kawasan, dengan sebagian besar pasar masih memiliki kesenjangan yang besar antara ekspor aktual dan potensi ekspornya. Beberapa pasar dengan efisiensi relatif tinggi antara lain Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Belanda, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan sejumlah negara di Asia, Eropa, Amerika Selatan, dan Afrika menunjukkan efisiensi relatif rendah. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peluang peningkatan ekspor tidak hanya terdapat pada pasar dengan efisiensi tinggi, tetapi juga pada pasar dengan ukuran ekonomi dan permintaan impor yang besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.&#13;
&#13;
Peningkatan efisiensi ekspor perlu diarahkan pada pengurangan biaya logistik, diversifikasi pasar potensial, optimalisasi FTA, serta penguatan stabilitas dan manajemen risiko nilai tukar. Panama dan Mauritius dapat dikembangkan sebagai hub distribusi regional. Penelitian selanjutnya disarankan memasukkan hambatan non-tarif dan menggunakan pendekatan Meta-Frontier Analysis untuk mengakomodasi perbedaan karakteristik antar kelompok negara.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179920</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
