<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Faculty of Human Ecology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7471</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Human Ecology</description>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 17:42:23 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-11-01T17:42:23Z</dc:date>
<item>
<title>Hubungan antara Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Makan, Asupan Gizi, dan Status Gizi Anak Usia Prasekolah di Permukiman Kumuh</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180226</link>
<description>Hubungan antara Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Makan, Asupan Gizi, dan Status Gizi Anak Usia Prasekolah di Permukiman Kumuh
Gunawan, Abellin Ravensqi
Masalah gizi pada anak usia prasekolah masih menjadi perhatian, terutama di wilayah permukiman kumuh yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, asupan gizi, dan status gizi anak usia prasekolah di permukiman kumuh. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 59 anak usia 36–59 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner karakteristik subjek dan keluarga, pengetahuan gizi ibu, pola asuh makan, food recall 2×24 jam, serta pengukuran antropometri. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik variabel, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu (57,6%) dan pola asuh makan (67,8%) lebih banyak berada pada kategori kurang. Tingkat kecukupan energi dan karbohidrat sebagian besar defisit (&gt;65,0%), sedangkan protein dan lemak lebih banyak berada pada kategori normal (&gt;40%). Sebagian besar anak memiliki status gizi normal berdasarkan BB/U, TB/U, dan BB/TB (&gt;65%). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan pola asuh makan (r=0,235; p=0,073). Pola asuh makan tidak berhubungan dengan kecukupan energi, protein, dan lemak (p&gt;0,05), tetapi berhubungan dengan kecukupan karbohidrat (r=-0,306; p=0,019). Asupan zat gizi tidak berhubungan dengan status gizi berdasarkan BB/U, TB/U, maupun BB/TB (p&gt;0,05).; Nutritional problems among preschool children remain a concern, particularly in slum areas where access to nutritious food and socioeconomic conditions are limited. This study aimed to analyze the associations between mothers' nutritional knowledge, feeding practices, nutritional intake, and nutritional status of preschool children in slum areas. The study used a cross-sectional design involving 59 children aged 36–59 months selected through purposive sampling. Data were collected through interviews using questionnaires on subject and family characteristics, mothers' nutritional knowledge, and feeding practices, a 2×24-hour food recall, and anthropometric measurements. Descriptive analysis was used to describe variable characteristics, while association analysis used the Rank-Spearman test. The results showed that mothers' nutritional knowledge (57.6%) and feeding practices (67.8%) were more frequently categorized as poor. Most children had deficient energy and carbohydrate adequacy (&gt;65.0%), while protein and fat adequacy were more frequently categorized as normal (&gt;40%). Most children had normal nutritional status based on WAZ, HAZ, and WHZ (&gt;65%). There was no association between mothers' nutritional knowledge and feeding practices (r=0.235; p=0.073). Feeding practices were not associated with energy, protein, or fat adequacy (p&gt;0.05), but were associated with carbohydrate adequacy (r=-0.306; p=0.019). Nutritional intake was not associated with nutritional status based on WAZ, HAZ, or WHZ (p&gt;0.05).
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180226</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran Keterikatan, Kepuasan, dan Literasi Keuangan dalam  Keputusan Pembelian Merchandise Official Tim E-sports MLBB  oleh Penggemar Gen-Z</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180223</link>
<description>Peran Keterikatan, Kepuasan, dan Literasi Keuangan dalam  Keputusan Pembelian Merchandise Official Tim E-sports MLBB  oleh Penggemar Gen-Z
Nasution, Hana Nabilah
Perkembangan industri e-sports saat ini mendorong munculnya perilaku konsumsi &#13;
penggemar melalui pembelian merchandise official. Tujuan dari penelitian ini &#13;
adalah untuk menganalisis peran keterikatan, kepuasan, serta literasi keuangan &#13;
terhadap keputusan penggemar tim e-sports Mobile Legend untuk membeli &#13;
merchandise official. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif &#13;
dengan desain cross sectional study menggunakan voluntary sampling yang &#13;
melibatkan 201 responden berusia 18-29 tahun dan pernah membeli merchandise &#13;
official tim MPL Indonesia minimal dua kali dalam satu tahun terakhir. Data &#13;
dianalisis menggunakan SPSS dan juga SEM PLS. Hasil menunjukkan bahwa &#13;
keterikatan memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap kepuasan, kepuasan &#13;
memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap keputusan pembelian, dan &#13;
literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. &#13;
Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian merchandise official tim e&#13;
sports MLBB lebih dipengaruhi oleh faktor emosional dibandingkan rasional.; The growth of the e-sports industry has fostered fan consumption behaviors, &#13;
specifically the purchase of official merchandise. The purpose of this study is to &#13;
analyze the role of attachment, satisfaction, and financial literacy on the decision of &#13;
Mobile Legend e-sports team fans to purchase official merchandise. This research &#13;
was conducted using a quantitative method with a cross-sectional study design &#13;
using voluntary sampling involving 201 respondents aged 18-29 years and had &#13;
purchased official merchandise of the MPL Indonesia team at least twice in the past &#13;
year. Data were analyzed using SPSS and PLS-SEM. The results show that &#13;
attachment has a significant positive influence on satisfaction, satisfaction has a &#13;
significant positive influence on purchasing decisions, and financial literacy does &#13;
not have a significant influence on purchasing decisions. These findings indicate &#13;
that the decision to purchase official MLBB e-sports team merchandise is more &#13;
influenced by emotional factors than rational ones.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180223</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Pengetahuan Gizi dan Keragaman Konsumsi Pangan dengan Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi Makro Siswa SMPN 1 Tamansari</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180218</link>
<description>Hubungan Pengetahuan Gizi dan Keragaman Konsumsi Pangan dengan Tingkat Kecukupan Energi dan Zat Gizi Makro Siswa SMPN 1 Tamansari
Putri, Azzahra Rabbani
Pemenuhan kecukupan energi dan zat gizi makro sangat penting pada remaja dan menjadi salah satu yang memengaruhi status gizi. Keluarga, pengetahuan gizi, dan keragaman konsumsi pangan dapat memengaruhi kecukupan energi dan zat gizi makro remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan keragaman konsumsi pangan dengan tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro remaja usia 13–15 tahun, SMPN 1 Tamansari. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study yang dilaksanakan Mei–Juni 2026 dengan 98 subjek. Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Karakteristik individu, keluarga, dan pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner. Keragaman konsumsi pangan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro diperoleh melalui food recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar subjek memiliki pengetahuan gizi cukup (55,1%), keragaman konsumsi pangan cukup (54,1%), dan sebagian besar mengalami defisit berat pada kecukupan energi dan zat gizi makro. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengetahuan gizi (Z=-2,419; p=0,016) menurut jenis kelamin. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik keluarga dengan pengetahuan gizi maupun keragaman konsumsi pangan. Pengetahuan gizi dan keragaman konsumsi pangan tidak berhubungan signifikan dengan tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro (p&gt;0,05).; The adequacy of energy and macronutrient intake is particularly important during adolescence and is one of the factors that influences nutritional status. Family characteristics, nutrition knowledge, and dietary diversity may influence adolescents’ energy and macronutrient adequacy. This study aimed to analyze the association between nutrition knowledge and dietary diversity with energy and macronutrient adequacy among adolescents aged 13–15 years at SMPN 1 &#13;
Tamansari. A cross-sectional study design was conducted from May to June 2026 involving 98 subjects. Data were collected through questionnaires and interviews. Individual characteristics, family characteristics, and nutrition knowledge were assessed using questionnaires. Dietary diversity was assessed through interviews using a food frequency questionnaire (FFQ), while energy and macronutrient adequacy were assessed using 2x24-hour dietary recalls. The results showed that most subjects had moderate nutrition knowledge (55.1%) and moderate dietary diversity (54.1%), while the majority experienced severe deficits in energy and macronutrient adequacy. The Mann–Whitney test showed a significant difference in nutrition knowledge by gender (Z=-2.419; p=0.016). The Spearman’s rank correlation test showed no significant association between family characteristics and either nutrition knowledge or dietary diversity. Nutrition knowledge and dietary diversity were not significantly associated with energy and macronutrient adequacy &#13;
levels (p&gt;0.05).
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180218</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Komunikasi Interpersonal Kader Posyandu, Persepsi Ibu tentang Kesehatan Gizi Anak, dan Perilaku Pemenuhan Gizi Anak (Kasus: Ibu Balita di Posyandu Subadra, Desa Sinarsari, Kabupaten Bogor)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180203</link>
<description>Komunikasi Interpersonal Kader Posyandu, Persepsi Ibu tentang Kesehatan Gizi Anak, dan Perilaku Pemenuhan Gizi Anak (Kasus: Ibu Balita di Posyandu Subadra, Desa Sinarsari, Kabupaten Bogor)
Putri, Dina Amanda
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu, komunikasi interpersonal kader posyandu, persepsi ibu tentang kesehatan gizi anak, dan isyarat untuk bertindak dengan perilaku pemenuhan gizi anak. Penelitian dilakukan di Posyandu Subadra, Desa Sinarsari, Kabupaten Bogor menggunakan pendekatan kuantitatif didukung kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui survei, wawancara mendalam, observasi lapang, dan studi literatur. Jumlah responden yaitu 56 ibu balita dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan tingkat komunikasi interpersonal kader posyandu memiliki hubungan dengan persepsi ancaman dan persepsi harapan ibu. Tingkat pendidikan ibu, persepsi harapan, dan frekuensi penerimaan isyarat untuk bertindak memiliki hubungan dengan tingkat perilaku pemenuhan gizi anak, sedangkan usia ibu, status pekerjaan, dan persepsi ancaman tidak memiliki hubungan dengan tingkat perilaku pemenuhan gizi anak.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180203</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
