<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7470</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Mathematics and Natural Sciences</description>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 17:16:04 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-23T17:16:04Z</dc:date>
<item>
<title>Emisi CO2 dan CH4 pada Padi Sawah Menurut Fase Pertumbuhan dan Variasi Pengenangan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173153</link>
<description>Emisi CO2 dan CH4 pada Padi Sawah Menurut Fase Pertumbuhan dan Variasi Pengenangan
khairani, Devina
Emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan sawah menjadi perhatian utama dalam mitigasi perubahan iklim sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika emisi CO2 dan CH4 serta hubungannya dengan tinggi muka air (TMA) dan Leaf Area Index (LAI) pada fase vegetatif dan generatif di dua sistem budidaya: jajar legowo dengan pendekatan Alternate Wetting and Drying (AWD) dan konvensional dengan genangan kontinu. Pengukuran fluks gas dilakukan setiap hari pagi dan siang menggunakan metode closed chamber di Desa Teguhan, Kabupaten Madiun, pada November 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan TMA dengan emisi CO2 dan CH4 bersifat dinamis dan berubah menurut fase pertumbuhan, namun secara statistik tidak signifikan (R² = 0,0087–0,1021). Sebaliknya, LAI memiliki pengaruh yang lebih dominan, terutama pada fase generatif. Pada sistem konvensional siang hari, LAI mampu menjelaskan 51% variasi emisi CO2 (R² = 0,510; p = 0,00004), mencerminkan dominasi fotosintesis. Pada sistem jajar legowo, LAI berpengaruh signifikan terhadap emisi CH4 pada fase generatif (R² = 0,184; p = 0,013), mengonfirmasi peran tanaman sebagai saluran transportasi gas (efek cerobong). Penerapan AWD di lapangan tidak konsisten dengan protokol baku karena bergantung pada keputusan petani, sehingga efektivitasnya dalam menekan emisi CH4 tidak terlihat signifikan. Penelitian ini berimplikasi bahwa pengelolaan air berbasis fase pertumbuhan memerlukan konsistensi penerapan, serta LAI merupakan faktor yang lebih berpengaruh terhadap dinamika emisi GRK dibandingkan TMA pada fase generatif.; Greenhouse gas (GHG) emissions from paddy fields are a major concern in climate change mitigation in the agricultural sector. This study aimed to analyze the dynamics of CO2 and CH4 emissions and their relationship with water table depth (WTD) and Leaf Area Index (LAI) during vegetative and generative stages in two cultivation systems: jajar legowo with Alternate Wetting and Drying (AWD) approach and conventional system with continuous flooding. Gas flux measurements were conducted daily in the morning and afternoon using the closed chamber method in Teguhan Village, Madiun Regency, from November 2025 to February 2026. The results showed that the relationship between WTD and CO2 and CH4 emissions was dynamic and varied according to growth stages but was statistically insignificant (R² = 0.0087–0.1021). In contrast, LAI had a more dominant influence, especially during the generative stage. In the conventional system during the afternoon, LAI explained 51% of CO2 emission variability (R² = 0.510; p = 0.00004), reflecting the dominance of photosynthesis under stable flooding conditions. In the jajar legowo system, LAI significantly influenced CH4 emissions during the generative stage (R² = 0.184; p = 0.013), confirming the role of rice plants as a gas transport pathway (chimney effect) through aerenchyma tissue. The implementation of AWD in the field was inconsistent with standard protocols due to its dependence on farmers' decisions, so its effectiveness in reducing CH4 emissions was not significantly observed. This study implies that growth stage-based water management requires consistent application, and LAI is a more influential factor than WTD in controlling GHG emission dynamics during the generative stage.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173153</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EKSPLORASI METAGENOMIK MIKROBIOMA TANAH PADA UNIT REHABILITASI DAN REPRODUKSI IPB UNIVERSITY</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173148</link>
<description>EKSPLORASI METAGENOMIK MIKROBIOMA TANAH PADA UNIT REHABILITASI DAN REPRODUKSI IPB UNIVERSITY
MAHARANI, SALSABILA PUTRI
Unit Rehabilitasi dan Reproduksi (URR) IPB University merupakan fasilitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan reproduksi hewan yang aktivitasnya &#13;
berpotensi memengaruhi kondisi biologis tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mikrobioma tanah di URR menggunakan pendekatan metagenomik. Sampel tanah diambil dari sembilan titik, dilanjutkan dengan ekstraksi DNA dan uji kualitas, hanya satu sampel tanah yang memenuhi syarat minimum sekuensing. Sekuensing dilakukan menggunakan Oxford &#13;
Nanopore Technologies PromethION 2 Solo. Analisis data dilakukan melalui platform UseGalaxy dan RStudio. Hasil sekuensing menunjukkan data yang memadai untuk analisis metagenomik. Komunitas bakteri didominasi oleh filum Proteobacteria dan Actinobacteria, dengan famili Streptomycetaceae dan Bradyrhizobiaceae sebagai kelompok dominan yang berperan dalam dekomposisi bahan organik, siklus nitrogen, serta peningkatan kesuburan tanah. Analisis fungsional menunjukkan dominasi gen yang berperan dalam metabolisme, transport membran, dan mekanisme pertahanan sel.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173148</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pemanfaatan Rejected Coal sebagai Substitusi Agregat Halus dan Pengaruh Foam terhadap Sifat Fisis Mekanis Roster</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173143</link>
<description>Pemanfaatan Rejected Coal sebagai Substitusi Agregat Halus dan Pengaruh Foam terhadap Sifat Fisis Mekanis Roster
Fitriah, Desy Nurul
Limbah pencucian batubara (rejected coal) berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan karena belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan rejected coal sebagai substitusi agregat halus pada beton roster serta mengevaluasi pengaruh penambahan agent foam terhadap sifat fisis dan mekanis material. Metode penelitian meliputi karakterisasi rejected coal menggunakan EDS, XRD dan sudut kontak, formulasi beton roster dengan variasi agregat dan kadar agent foam sebesar 1%, 2%, dan 3% terhadap air serta pengujian sifat fisis dan mekanis setelah curing selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan rejected coal menghasilkan bata beton roster dengan ukuran pori 4,00-4,75 µm, densitas 1,68 gr/cm3 dan penyerapan air 16,88%, serta memiliki nilai kinerja mekanis uji kuat tekan 2,35±0,30 MPa, uji kuat lekat 0,198±0,018 MPa dan uji kuat lentur 1,46 MPa yang sesuai dengan aplikasi konstruksi non struktural. Penggunaan rejected coal dan penambahan agent foam berperan terhadap bobot material serta karakteristik fisis bata beton roster tanpa menurunkan kinerja mekanis.; Coal washing waste (rejected coal) has the potential to cause environmental problems because it has not been optimally utilized. This study aims to utilize rejected coal as a substitute for fine aggregate in roster concrete and to evaluate the effect of adding foam agent on the physical and mechanical properties of material. The research methods included characterizing rejected coal using EDS, XRD, and contact angle, formulation roster concrete with variations in aggregate and foam agent content (1%, 2%, and 3% by weight of water), and testing after 28 days of curing. The results showed the use of rejected coal produced roster concrete bricks with a pore size of 4,00-4,75 µm, a density of 1,68 gr/cm3, and water absorption of 16,88%, as well as mechanical performance values of 2,35 MPa in the compressive strength test, bond strength of 0,199 MPa, and flexural strength of 1,46 MPa, which are suitable for nonstructural construction applications. The use of rejected coal and the addition of a foaming agent affect the weight of the material and the physical characteristics of concrete roster bricks without reducing their mechanical performance.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173143</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS SPASIAL UNTUK EVALUASI POTENSI HIGH CARBON STOCK AREA (HCSA) SEBAGAI STRATEGI CARBON OFFSET DI SEKTOR UPSTREAM MIGAS</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173138</link>
<description>ANALISIS SPASIAL UNTUK EVALUASI POTENSI HIGH CARBON STOCK AREA (HCSA) SEBAGAI STRATEGI CARBON OFFSET DI SEKTOR UPSTREAM MIGAS
Majid, M.Dzaky Farras
Perubahan iklim yang dipicu oleh emisi gas rumah kaca menjadi tantangan signifikan bagi sektor minyak dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi area High Carbon Stock (HCS), mengestimasi stok karbon, serta mengevaluasi strategi carbon offset di PT Pertamina Hulu Rokan – Lapangan X menggunakan data tutupan lahan periode 2023–2025 dari citra satelit Sentinel-2A. Analisis dilakukan dengan pendekatan High Carbon Stock Approach (HCSA) dan metode Tier 1 dari pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), dengan estimasi stok dan sekuestrasi karbon menggunakan stock difference method yang dikonversi ke dalam satuan CO2 ekuivalen untuk analisis neraca karbon.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan tahun 2025 didominasi oleh hutan rawa sekunder (5.316 ha), perkebunan (4.572 ha), dan pertambangan (2.957 ha), dengan total stok karbon sebesar 790.265 tC. Kelas Hutan Kerapatan Sedang (HK2) menjadi kontributor utama dengan nilai 631.179 tC. Analisis neraca karbon menunjukkan defisit yang signifikan, yaitu sebesar -1.038.634 tCO2e pada tahun 2023 dan -866.828 tCO2e pada tahun 2024, yang mengindikasikan bahwa kapasitas serapan vegetasi di dalam wilayah operasional belum mampu mengimbangi emisi operasional.&#13;
Analisis spasial menggunakan pendekatan ring buffer analysis radius 10–50 km menghasilkan tiga zona prioritas, yaitu Zona Prioritas 1 (89.752 ha) dengan strategi avoided deforestation, Zona Prioritas 2 (4.118 ha) dengan strategi enrichment planting, dan Zona Prioritas 3 (134.602 ha) dengan strategi carbon sink acquisition. Hasil analisis skenario menunjukkan bahwa skenario konservasi (S1) memiliki efisiensi lahan tertinggi dengan kebutuhan hanya 19.900 ha, sedangkan skenario afforestation/reforestation (S2) membutuhkan lahan yang jauh lebih luas, yaitu 86.683 ha. Oleh karena itu, strategi carbon offset perlu diimplementasikan hingga di luar wilayah operasional melalui pendekatan integrasi konservasi dan rehabilitasi, dengan prioritas pada perlindungan kawasan bernilai karbon tinggi guna mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) tahun 2060.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173138</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
