<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Faculty of Mathematics and Natural Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7470</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Mathematics and Natural Sciences</description>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 19:03:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-29T19:03:27Z</dc:date>
<item>
<title>Perilaku Prososial Masyarakat di Daerah Perkotaan dan Daerah Pedesaan di Wilayah Bogor: Pen-drop Social Experiment</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179811</link>
<description>Perilaku Prososial Masyarakat di Daerah Perkotaan dan Daerah Pedesaan di Wilayah Bogor: Pen-drop Social Experiment
Sitohang, Abigail Mutiara Natalia
Empati merupakan kemampuan untuk merasakan kondisi emosi orang lain dengan pemahaman dan kepedulian. Perilaku prososial sendiri mencakup segala bentuk tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk membantu individu lain. Penelitian mengenai perilaku prososial dapat dilakukan dengan pen-drop social experiment. Penelitian sebelumnya, berfokus pada daerah perkotaan, namun belum ada penelitian secara khusus membahas perbedaan perilaku prososial terhadap daerah perkotaan dan daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku prososial di daerah perkotaan dan daerah pedesaan dan kaitannya terhadap faktor sosiodemografis. Sebanyak 409 subjek diamati berusia 18-78 tahun yang terdiri atas 201 subjek perempuan dan 208 subjek laki-laki. Respon subjek dikategorikan ke dalam lima tingkatan dan dikelompokkan menjadi menolong dan tidak menolong. Hasil penelitian menunjukkan respon kategori ‘tidak menolong’ lebih banyak ditemukan dibandingkan respon kategori ‘menolong’. Analisis regresi logistik Bayesian menunjukkan bahwa usia dan penggunaan hijab oleh experimenter berasosiasi positif dengan perilaku menolong, sedangkan wilayah perdesaan dan jumlah bystander lebih banyak berasosiasi negatif dengan perilaku menolong.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179811</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Keanekaragaman Udang Air Tawar Berdasarkan Karakteristik Morfologi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sepanjang Jalur Cianjur dan Purwakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179793</link>
<description>Keanekaragaman Udang Air Tawar Berdasarkan Karakteristik Morfologi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sepanjang Jalur Cianjur dan Purwakarta
Nabila, Dizha Zahwa
Udang air tawar merupakan anggota filum Arthropoda, subfilumCrustacea. dan Ordo Decapoda. Di Indonesia, keberadaan udang air tawar didominasi oleh dua&#13;
famili utama, yaitu Palaemonidae dan Atyidae. Wilayah Cianjur dan Purwakarta, yang termasuk dalam sistem drainase purba Paparan Sunda, berpotensi memiliki komposisi spesies yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman spesies udang air tawar di daerah aliran sungai (DAS) sepanjangjalur Cianjur dan Purwakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling pada enam titik sungai di sepanjang jalur tersebut untuk menganalisis keanekaragaman udang air tawar. Tahapan penelitian meliputi pengoleksiansampel, preparasi sampel, identifikasi morfologi, pengukuran telur dan pembuatansketsa. Sebanyak 40 individu berhasil diperoleh dan diidentifikasi menjadi tujuhspesies, yaitu M. pilimanus, M. cf. pilimanus 1, M. cf. pilimanus 2, M. empulipke, M. sintangense, M. cf .sintangense, dan M. lanchesteri. Karakter yangdiamati meliputi bentuk rostrum, jumlah gigi rostrum, dan bentuk pereiopod kedua.; Freshwater shrimps are members of the phylum Arthropoda, subphylumCrustacea, and order Decapoda. In Indonesia, the occurrence of freshwater shrimps&#13;
is dominated by two major families, namely Palaemonidae and Atyidae. The Cianjur and Purwakarta regions, which are part of the ancient Sunda Shelf drainage system, have the potential to support a diverse species composition. This study aimed toanalyze the species diversity of frteshwater shrimp in the watershade along the Cianjur and Purwakarta. This study was conducted using a purposive samplingmethod at six river sampling sites along the drainage system to identify the diversity of freshwater shrimps. The research stages included sample collection, sample preparation, morphological identification, egg measurement andmorphological illustration. A total of 40 individuals were successfully collectedand identified into seven species, namely Macrobrachium pilimanus, M. cf. pilimanus 1, M. cf. pilimanus 2, M. empulipke, M. sintangense, M. cf. sintangense, and M. lanchesteri. The morphological characters used for identification includedrostrum shape, the number of rostral teeth, and the morphological characteristics of the second pereiopod.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179793</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Variabilitas Iklim Musiman dan Hubungannya dengan Dinamika Luas dan Kondisi Kanopi Mangrove di Belitung Timur</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179763</link>
<description>Variabilitas Iklim Musiman dan Hubungannya dengan Dinamika Luas dan Kondisi Kanopi Mangrove di Belitung Timur
Syahputra, Muchayat Aziz
Variabilitas iklim musiman dapat berkaitan dengan perubahan kondisi hidroklimatologis dan respons kanopi mangrove. Penelitian ini menganalisis karakteristik iklim, dinamika luas area mangrove terdeteksi, kondisi kanopi, serta hubungan temporal di antara keduanya di Kabupaten Belitung Timur. Data iklim harian 2010-2025 dianalisis bersama citra Sentinel-2 Level-2A 2019-2025. Area mangrove diidentifikasi menggunakan Mangrove Vegetation Index (MVI) dengan ambang yang dikalibrasi terhadap Peta Mangrove Nasional 2024, sedangkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi kanopi. Curah hujan lebih berfluktuasi dibandingkan suhu udara, dengan rata-rata curah hujan 8,88 mm/hari, suhu 26,66 °C dan hujan harian maksimum mencapai 232,3 mm. Juni-Agustus 2019 merupakan musim terkering dengan 160,8 mm hujan, 12 hari hujan, dan 40 consecutive dry days (CDD), sedangkan September-November 2022 merupakan periode terbasah. Rata rata luas mangrove berdasarkan MVI mencapai 9.133,15 ha, maksimum 10.686,75 ha pada September-November 2020 dan minimum 7.068,75 ha pada September November 2023, kanopi lebat mendominasi 82,11% area dengan NDVI valid. CDD satu musim sebelumnya menunjukkan hubungan temporal terkuat dengan kejadian penurunan luas dengan (R² = 0,704), sedangkan curah hujan maksimum satu hari paling lemah. Perubahan area MVI dan NDVI merupakan respons penginderaan jauh dan tidak dapat membuktikan kehilangan tegakan, kesehatan ekologis, atau hubungan kausal tanpa validasi lapangan.; Seasonal climate variability may be associated with hydroclimatic changes and mangrove canopy responses. This study analyzed climate characteristics, detected mangrove area dynamics, canopy condition, and their temporal relationships in East Belitung. Climate data from 2010-2025 were analyzed with Sentinel-2 Level-2A imagery from 2019-2025. Mangrove areas were identified using the Mangrove Vegetation Index (MVI), with thresholds calibrated against the 2024 National Mangrove Map, while the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) classified canopy condition. Rainfall fluctuated more strongly than air temperature, with daily rainfall averaging 8.88 mm/day, temperature 26.66 °C, and maximum daily rainfall reached 232.3 mm. June-August 2019 was the driest season, with 160.8 mm rainfall, 12 rainy days, and 40 consecutive dry days (CDD), whereas September-November 2022 was the wettest season. Mean MVI-detected mangrove area was 9,133.15 ha, reaching 10,686.75 ha in September-November 2020 and 7,068.75 ha in September-November 2023 within dense canopy dominated 82.11% of the NDVI-valid area. One-season-lagged CDD showed the strongest temporal relationship with detected area-decline events (R² = 0.704), whereas maximum one day rainfall was weakest. MVI and NDVI changes represent remotely sensed responses and could not demonstrate physical stand loss, ecological health, or causality without field validation.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179763</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Fabrikasi Filter  Udara Wet-Laid Nonwoven Berbasis Serat TKKS dan Low Melt Polyester</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179713</link>
<description>Fabrikasi Filter  Udara Wet-Laid Nonwoven Berbasis Serat TKKS dan Low Melt Polyester
Putri, Febiola Azalia
TKKS merupakan limbah lignoselulosa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku media filter udara berbasis serat alami. Penelitian ini bertujuan memfabrikasi filter udara wet-laid nonwoven berbasis TKKS menggunakan Low Melt Polyester (LMP) sebagai thermal binder, menganalisis pengaruh variasi komposisi TKKS terhadap karakteristik filter, serta membandingkan permeabilitas udaranya dengan filter komersial. Pulp TKKS diperoleh melalui proses hidrolisis, delignifikasi, dan bleaching, kemudian difabrikasi menggunakan metode wet-laid nonwoven yang dilanjutkan dengan thermal bonding pada suhu 130 °C tanpa penggunaan perekat kimia cair. Filter yang dihasilkan dikarakterisasi melalui analisis komposisi lignoselulosa, gramasi, morfologi pori, permeabilitas udara, sifat permukaan, dan sifat mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulp TKKS memiliki kandungan selulosa sebesar 76% dan lignin sebesar 9%. Variasi komposisi TKKS memengaruhi karakteristik fisik, morfologi, permeabilitas udara, sifat permukaan, dan sifat mekanik filter. Filter berbasis TKKS-LMP memiliki koefisien permeabilitas udara sebesar 3,77 × 10-14 – 4,88 × 10-14 m2 yang relatif sebanding dengan filter komersial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa serat TKKS berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku alternatif media filter udara yang lebih berkelanjutan melalui proses fabrikasi tanpa perekat kimia cair.; Oil Palm Empty Fruit Bunches (OPEFB) are lignocellulosic biomass waste with potential as a raw material for natural fiber-based air filter media. This study aimed to fabricate wet-laid nonwoven air filters based on OPEFB fibers using Low Melt Polyester (LMP) as a thermal binder, analyze the effect of OPEFB composition on the filter characteristics, and compare their air permeability with that of a commercial filter. OPEFB pulp was prepared through hydrolysis, delignification, and bleaching processes, followed by fabrication using the wet-laid nonwoven method and thermal bonding at 130 °C without the use of chemical adhesives. The fabricated filters were characterized by lignocellulosic composition, basis weight, pore morphology, air permeability, surface properties, and mechanical properties. The results showed that the OPEFB pulp contained 76% cellulose and 9% lignin. Variations in OPEFB composition affected the physical characteristics, pore morphology, air permeability, surface properties, and mechanical properties of the filters. The OPEFB-LMP filters exhibited air permeability coefficients ranging from 3.77 × 10-14 to 4.88 × 10-14 m2, which were comparable to those of the commercial filter. These findings demonstrate that OPEFB fibers have the potential to serve as an alternative raw material for more sustainable air filter media through a fabrication process that does not require chemical adhesives.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179713</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
