<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7470</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Mathematics and Natural Sciences</description>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 23:11:58 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-19T23:11:58Z</dc:date>
<item>
<title>Isolasi dan Karakterisasi Metabolit  Sekunder dari Kulit Batang Dadap Serep (Erythrina subumbrans)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172945</link>
<description>Isolasi dan Karakterisasi Metabolit  Sekunder dari Kulit Batang Dadap Serep (Erythrina subumbrans)
Roiza, Fardhan
Dadap serep, yang memiliki nama latin berupa Erythrina subumbrans, diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder. Akan tetapi, senyawa dari kulit batang tanaman ini belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi metabolit sekunder dari sampel kulit batang dadap serep. Pada penelitian ini, sampel diekstraksi dengan metanol, difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dan kromatografi lapis tipis preparatif, serta dikarakterisasi menggunakan LC-MS/MS. Rendemen ekstrak metanol yang didapat adalah 8,81%. Fraksi B17 menunjukkan keberadaan rinedulin A dan asam deoksikolat. Rinedulin A merupakan senyawa dominan dengan persentase luas area 92,30% dan termasuk golongan isoflavon. Asam deoksikolat yang berasal dari golongan steroid juga terdeteksi pada penelitian ini.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172945</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Sintesis dan Karakterisasi Bioplastik Antimikroba berbasis Pati Biji Durian dan Limbah Tahu /Synthesis and Characterization of Antimicrobial Starch-based Bioplastic from Durian Seeds and Tofu Waste</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172898</link>
<description>Sintesis dan Karakterisasi Bioplastik Antimikroba berbasis Pati Biji Durian dan Limbah Tahu /Synthesis and Characterization of Antimicrobial Starch-based Bioplastic from Durian Seeds and Tofu Waste
Zha, Imelya
Kebutuhan terhadap kemasan makanan semakin meningkat seiring dengan tingginya&#13;
kesadaran masyarakat akan pentingnya kemasan yang dapat menjaga makanan tetap&#13;
higienis dalam waktu lama. Salah satu cara untuk memperpanjang waktu&#13;
penyimpanan makanan adalah dengan membuat kemasan aktif bioplastik yang&#13;
mempunyai kemampuan antimikroba sebagai pengawet alami. Bioplastik&#13;
antimikroba akan lebih mudah terurai apabila menggunakan bahan-bahan polimer&#13;
alami seperti pati, protein, dan lainnya. Pada penelitian ini digunakan limbah biji&#13;
durian yang tinggi kandungan pati dan protein ampas tahu dengan kandungan&#13;
protein 23 − 29%. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan&#13;
protein ampas tahu, kitosan, dan sorbitol terhadap karakteristik bioplastik berbasis&#13;
pati biji durian. Pembuatan bioplastik ini melibatkan campuran ekstraksi pati,&#13;
ekstraksi protein, dan larutan yang dipanaskan hingga homogen, kemudian&#13;
dikeringkan. Penelitian ini melibatkan beberapa sampel dengan variasi penambahan&#13;
sorbitol (0,1,2) mL, kitosan (0,1,2) gram, dan protein ampas tahu (0 dan 5) gram.&#13;
Analisis bioplastik meliputi aktivitas antimikroba, morfologi, gugus fungsi, termal,&#13;
karakteristik mekanik, transmisi uap air, serta biodegradabilitas. Bioplastik&#13;
mempunyai ketahanan termal yang baik yaitu mencapai suhu 300 ℃. Peningkatan&#13;
nilai kuat tarik berbanding lurus dengan penambahan kitosan dan berbanding&#13;
terbalik dengan penambahan sorbitol. Nilai kuat tarik terbaik yaitu sampel A dengan&#13;
nilai 7,35 MPa. Nilai WVTR berada di rentang 2,93 g/m2&#13;
.jam − 3,97 g/m2&#13;
.jam.&#13;
Rata-rata sampel bioplastik terdegradasi dengan sangat baik dengan persentase&#13;
permukaan sampel bioplastik yang tertutup koloni adalah lebih dari 60 %. Morfologi&#13;
permukaan film bioplastik terdapat titik hitam. Zona hambat pengujian antimikroba&#13;
yang terbentuk yaitu 6,00−7,82 mm.; The demand for food packaging is increasing as people become more aware of the&#13;
importance of packaging that can keep food hygienic for a longer period of time.&#13;
One way to extend the shelf life of food is by creating active bioplastic packaging&#13;
with antimicrobial properties as a natural preservative. Antimicrobial bioplastic is&#13;
more easily biodegradable when using natural polymer materials such as starch,&#13;
protein, and others. This research uses durian seed waste which is high in starch&#13;
content and tofu dregs with a protein content of 23−29%. The research aims to&#13;
determine the effect of adding tofu dregs protein, chitosan, and sorbitol on the&#13;
characteristics of bioplastic based on durian seed starch. The production of this&#13;
bioplastic involves a mixture of starch extraction, protein extraction, and a heated&#13;
homogenized solution, which is then dried. This research involved several samples&#13;
with variations in the addition of sorbitol (0,1,2) mL, chitosan (0,1,2) grams, and&#13;
tofu dregs protein (0 and 5) grams. Bioplastic analysis includes antimicrobial&#13;
activity, morphology, functional groups, thermal, mechanical characteristics, water&#13;
vapor transmission, and biodegradability. The bioplastics exhibited has good&#13;
thermal resistance, reaching temperatures of 300 ℃. The increase in tensile strength&#13;
is directly proportional to the addition of chitosan and inversely proportional to the&#13;
addition of sorbitol. The best tensile strength value was obtained for sample A, with&#13;
a value of 7,35 MPa. The WVTR value is in the range of 2,93 g/m2&#13;
.hour−3,97&#13;
g/m2&#13;
.hour. On average, bioplastic samples degraded very well, with more than 60%&#13;
of the bioplastic sample surface covered by colonies. Black spots were observed on&#13;
the surface morphology of the bioplastic film. The inhibition zones formed in the&#13;
antimicrobial testing ranged from 6,00−7,82 mm.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172898</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Serangga Penyerbuk Tanaman Ficus spp. (Moraceae) di Area Kampus IPB Dramaga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172852</link>
<description>Serangga Penyerbuk Tanaman Ficus spp. (Moraceae) di Area Kampus IPB Dramaga
Rasyid, Muhammad Ibrahim
Penyerbukan tumbuhan fikus (Ficus spp.) sangat bergantung pada serangga penyerbuk. Serangga penyerbuk pada tumbuhan fikus adalah kelompok tawon Agaonidae (Hymenoptera: Agaonidae). Hubungan antara tumbuhan fikus dengan penyerbuknya merupakan bentuk ko-evolusi yang telah terjadi jutaan tahun lalu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekayaan jenis serangga penyerbuk pada tumbuhan fikus di Kampus IPB Dramaga. Pengambilan sampel buah Ficus dilakukan secara acak dari pohon Ficus hispida, F. septica, dan F. racemosa. Buah Ficus spp. dipelihara dalam botol pada suhu ruang dan diamati hingga serangga keluar. Serangga yang keluar diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan serangga penyerbuk Ceratosolen solmsi (47,11%) pada F. hispida dan Ceratosolen sp. (33,44%) pada F. septica. Serangga non-penyerbuk Philotrypesis sp. (famili Pteromalidae, subfamili Sycoryctinae) ditemukan pada F. hispida (13,37%) dan F. septica (6,08%), serta berperan sebagai parasitoid. Keberagaman jenis dan peran serangga dalam buah fikus menunjukkan dinamika ekologi kompleks yang mencakup mutualisme hingga parasitisme.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172852</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kualitas udara sebelum, saat, dan setelah Pandemi COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172847</link>
<description>Kualitas udara sebelum, saat, dan setelah Pandemi COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta
Alfahri, Muhammad
Pandemi COVID-19 memberikan perubahan signifikan terhadap pola&#13;
aktivitas masyarakat di Provinsi DKI Jakarta yang berpotensi memengaruhi&#13;
kualitas udara perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh&#13;
faktor meteorologi (curah hujan dan kelembapan udara) serta volume kendaraan&#13;
terhadap kualitas udara yang direpresentasikan oleh Indeks Standar Pencemar&#13;
Udara (ISPU) di Provinsi DKI Jakarta selama periode 2019–2021. Data sekunder&#13;
bulanan diperoleh dari instansi terkait dan dianalisis menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kuantitatif, uji korelasi Pearson, serta regresi linier berganda. Hasil&#13;
analisis menunjukkan bahwa nilai ISPU memiliki hubungan negatif sedang&#13;
dengan curah hujan (r ˜ -0,485) dan hubungan negatif kuat dengan kelembapan&#13;
udara (r ˜ -0,665), sedangkan hubungan antara ISPU dan volume kendaraan&#13;
tergolong lemah (r ˜ 0,135). Model regresi linier berganda menunjukkan bahwa&#13;
kelembapan udara berpengaruh signifikan secara statistik terhadap ISPU dengan&#13;
koefisien sekitar -1,84 (p &lt; 0,05), sementara curah hujan dan volume kendaraan&#13;
tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Model mampu menjelaskan sekitar&#13;
44,7% variasi ISPU (R² ˜ 0,447). Secara temporal, nilai ISPU cenderung lebih&#13;
rendah pada periode dengan curah hujan dan kelembapan tinggi serta meningkat&#13;
pada musim kemarau. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor meteorologi,&#13;
khususnya kelembapan udara, berperan dominan dalam mengontrol fluktuasi&#13;
kualitas udara Jakarta selama masa pandemi, meskipun sumber pencemar utama&#13;
tetap berasal dari aktivitas antropogenik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat&#13;
menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pengendalian pencemaran udara yang&#13;
mengintegrasikan aspek meteorologi dan pengendalian emisi secara berkelanjutan.; The COVID-19 pandemic caused significant changes in community&#13;
activity patterns in DKI Jakarta Province, which potentially affected urban air&#13;
quality. This study aims to analyze the influence of meteorological factors&#13;
(rainfall and humidity) and traffic volume on air quality represented by the Air&#13;
Pollution Standard Index (ISPU) in DKI Jakarta Province during the 2019–2021&#13;
period. Monthly secondary data were obtained from relevant agencies and&#13;
analyzed using a quantitative descriptive approach, Pearson correlation test, and&#13;
multiple linear regression. The results show that ISPU has a moderate negative&#13;
correlation with rainfall (r ˜ -0.485) and a strong negative correlation with&#13;
humidity (r ˜ -0.665), while the relationship between ISPU and traffic volume is&#13;
weak (r ˜ 0.135). The multiple linear regression model indicates that humidity has&#13;
a statistically significant effect on ISPU with a coefficient of approximately -1.84&#13;
(p &lt; 0.05), whereas rainfall and traffic volume do not have significant partial&#13;
effects. The model explains about 44.7% of the variation in ISPU (R² ˜ 0.447).&#13;
Temporally, ISPU values tend to be lower during periods of high rainfall and&#13;
humidity and increase during the dry season. These findings indicate that&#13;
meteorological factors, particularly humidity, play a dominant role in controlling&#13;
air quality fluctuations in Jakarta during the pandemic period, although the main&#13;
sources of pollutants remain anthropogenic activities. The results of this study are&#13;
expected to provide a scientific basis for formulating air pollution control policies&#13;
that integrate meteorological aspects and sustainable emission control.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172847</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
