<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Faculty of Fisheries and Marine Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 08:38:03 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-10T08:38:03Z</dc:date>
<item>
<title>Evaluasi Kesesuaian Penanganan Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180051</link>
<description>Evaluasi Kesesuaian Penanganan Ikan Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman
Cinta, Amanda Putri
Penanganan dan penyimpanan ikan hasil tangkapan merupakan faktor &#13;
penting dalam menjaga mutu dan kualitas ikan pada kapal perikanan. Penelitian &#13;
ini bertujuan mengidentifikasi kesesuaian prosedur dan fasilitas penanganan serta &#13;
penyimpanan ikan hasil tangkapan pada kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan &#13;
Samudera Nizam Zachman berdasarkan standar CPIB. Penelitian ini &#13;
menggunakan metode observasi lapangan dan wawancara, dengan responden &#13;
ditentukan melalui teknik accidental sampling. Data dianalisis secara deskriptif &#13;
dan analisis gap. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian prosedur &#13;
penanganan dan penyimpanan ikan sebesar 67,53%, sedangkan tingkat kesesuaian &#13;
fasilitas sebesar 70,91%. Aspek prosedur dengan tingkat kesesuaian terendah &#13;
yaitu prinsip dasar penanganan ikan sebesar 63%, fasilitas sistem suhu dan palka &#13;
sebesar 62%. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada peningkatan penerapan &#13;
prinsip 3C+Q, pengendalian rantai dingin, sanitasi dan higienitas, serta &#13;
peningkatan pengawasan dan pembinaan terhadap penerapan CPIB pada kapal &#13;
perikanan.&#13;
&#13;
Kata kunci: analisis gap, CPIB, kapal perikanan, penanganan ikan, penyimpanan &#13;
ikan; Handling and storage of fish catches are important factors in maintaining the &#13;
quality of fish on fishing vessels. This study aims to identify the compliance of &#13;
procedures and facilities for handling and storing fish catches on fishing vessels at &#13;
the Nizam Zachman Ocean Fishing Port based on CPIB (Good Fish Handling &#13;
Practices) standards. This study used field observation and interview methods, &#13;
with respondents determined through accidental sampling technique. Data were &#13;
analyzed descriptively and using gap analysis. The results showed that the &#13;
compliance level of fish handling and storage procedures was 67.53%, while the &#13;
compliance level of facilities was 70.91%. The procedural aspect with the lowest &#13;
compliance level was the basic principles of fish handling at 63%, and the facility &#13;
aspect with the lowest compliance level was the temperature and hold system at &#13;
62%. Improvement recommendations focus on enhancing the implementation of &#13;
the 3C+Q principle, cold chain control, sanitation and hygiene, as well as &#13;
strengthening supervision and guidance on the implementation of CPIB on fishing &#13;
vessels.&#13;
&#13;
Keywords: CPIB, fishing vessel, fish handling, fish storage, gap analysis
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180051</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Biodiversitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Status Ekologis Sungai CIsadane</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180050</link>
<description>Biodiversitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Status Ekologis Sungai CIsadane
Simamora, Yoel Marthin
Penelitian ini menilai status ekologis Sungai Cisadane pada zona hulu, tengah, &#13;
dan hilir berdasarkan struktur komunitas makrozoobentos. Contoh diambil dengan &#13;
Surber net pada Februari, Maret, dan Mei 2026 di 12 stasiun dan diidentifikasi &#13;
sampai genus. Seluruh bulan berada dalam musim hujan sehingga yang &#13;
dibandingkan adalah periode curah hujan rendah (Februari–Maret) dan tinggi (Mei). &#13;
Tercatat 30 genera dari lima kelas (531 individu), kepadatan 11–226 Ind./m2 dan &#13;
keanekaragaman 0,18–1,67. Kekayaan genus menurun nyata dari hulu ke hilir (p = &#13;
0,017), sedangkan penurunan keanekaragaman hanya kecenderungan. Komposisi &#13;
komunitas berbeda antarperiode (p = 0,003), bukan antarzona. Suhu berkorelasi &#13;
negatif dengan kekayaan genus (? = -0,592, p = 0,043), namun hasilnya rapuh. &#13;
Zona hulu tergolong tercemar sedang karena masih menampung genus sensitif &#13;
(Epeorus sp., Neoperla sp.), sedangkan zona tengah dan hilir tercemar berat. &#13;
Kekayaan genus dan taksa sensitif menjadi penanda utama dengan indikasi &#13;
degradasi yang menguat ke arah hilir.; This study assessed the ecological status of the Cisadane River in its upstream, &#13;
middle, and downstream zones based on macrozoobenthos community structure. &#13;
Samples were collected with a Surber net in February, March, and May 2026 at 12 &#13;
stations and identified to genus level. All months fell within the wet season, so a &#13;
low rainfall period (February–March) was compared with a high rainfall period &#13;
(May). Thirty genera from five classes (531 individuals) were recorded, with &#13;
densities of 11–226 Ind./m2 and diversity of 0.18–1.67. Genus richness declined &#13;
significantly from upstream to downstream (p = 0.017), whereas the decline in &#13;
diversity was only a tendency. Community composition differed between periods &#13;
(p = 0.003), not among zones. Temperature was negatively correlated with genus &#13;
richness (? = -0.592, p = 0.043), but the result is fragile. The upstream zone was &#13;
moderately polluted because it still supported sensitive genera (Epeorus sp., &#13;
Neoperla sp.), whereas the middle and downstream zones were heavily polluted. &#13;
Genus richness and sensitive taxa were the main indicators, with degradation &#13;
increasing toward the river mouth.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180050</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penambahan Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas) pada Transportasi Sistem Tertutup Ikan Komet (Carassius auratus)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180045</link>
<description>Penambahan Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas) pada Transportasi Sistem Tertutup Ikan Komet (Carassius auratus)
Hasyim, Azmi Askarullah
Ikan komet (Carassius auratus) merupakan komoditas ikan hias unggulan Indonesia yang permintaan ekspornya terus meningkat, namun proses transportasi kerap menimbulkan stres dan mortalitas tinggi akibat penurunan kualitas air pada sistem tertutup. Penggunaan bahan anestesi kimia seperti MS-222 telah dilarang, sehingga diperlukan alternatif anestesi alami seperti ekstrak daun ubi jalar yang mengandung saponin, polifenol, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian dosis ekstrak daun ubi jalar pada transportasi sistem tertutup terhadap kualitas air dan tingkat stres ikan komet. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (TP: 0 mL L?¹, UJ 2: 2 mL L?¹, UJ 4: 4 mL L?¹, UJ 6: 6 mL L?¹) dan tiga ulangan, meliputi simulasi transportasi selama 48 jam dan pemeliharaan pascatransportasi selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, kualitas air (suhu, pH, DO, CO2, TAN, nitrit, NH3), kadar glukosa darah, dan laju pertumbuhan spesifiTPpanjang. Hasil menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi selama transportasi (100%) dan pemeliharaan (87,5%) diperoleh pada perlakuan UJ 2, disertai kualitas air yang lebih stabil, kadar glukosa darah terendah, serta laju pertumbuhan spesifik panjang tertinggi (1,95% hari?¹). Perlakuan UJ 2 dengan dosis 2 mL L?¹ merupakan dosis optimum ekstrak daun ubi jalar untuk transportasi sistem tertutup ikan komet.; Comet goldfish (Carassius auratus) is one of Indonesia's leading ornamental fish commodities with continuously increasing export demand, yet the transportation process frequently induces stress and high mortality due to declining water quality in closed systems. The use of chemical anesthetics such as MS-222 has been prohibited, creating a need for natural anesthetic alternatives such as sweet potato leaf extract, which contains saponins, polyphenols, flavonoids, and tannins. This study aimed to analyze the effectiveness of different doses of sweet potato leaf extract during closed system transportation on water quality and stress levels of comet goldfish. The study used a completely randomized design with four treatments (TP: 0 mL L?¹, UJ 2: 2 mL L?¹, UJ 4: 4 mL L?¹, UJ 6: 6 mL L?¹) and three replications, comprising a 48-hour transportation simulation and a 14-day post-transportation rearing period. The parameters observed included survival rate, water quality (temperature, pH, DO, CO2, TAN, NO2-, NH3), blood glucose level, and specific length growth rate. The results showed that the highest survival rates during transportation (100%) and rearing (87.5%) were obtained in treatment UJ 2, accompanied by more stable water quality, the lowest blood glucose level, and the highest specific length growth rate (1.95% days-¹). A dose of 2 mL L?¹was determined to be the optimum dose of sweet potato leaf extract for closed system transportation of comet goldfish.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180045</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Antara Kandungan Nitrat dan Fosfat Dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu a.n RIFTIA ISHAB ANNISA (C5401221069)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180041</link>
<description>Hubungan Antara Kandungan Nitrat dan Fosfat Dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu a.n RIFTIA ISHAB ANNISA (C5401221069)
Annisa, Riftia Ishab
Abstrak: Perairan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, menghadapi tekanan&#13;
antropogenik yang berpotensi meningkatkan konsentrasi unsur hara dan memicu&#13;
eutrofikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan nitrat dan fosfat,&#13;
mengidentifikasi jenis dan kelimpahan fitoplankton, serta mengkaji hubungan&#13;
keduanya. Pengambilan data dilakukan pada Februari, Mei, Agustus, dan&#13;
November 2025 di empat Stasiun. Nitrat dan fosfat dianalisis secara&#13;
spektrofotometri, sedangkan fitoplankton diidentifikasi dan dihitung&#13;
menggunakan Sedgwick–Rafter Counting Chamber. Konsentrasi nitrat berkisar&#13;
0,018–0,070 mg/L dan fosfat 0,010–0,023 mg/L. Nitrat melampaui baku mutu&#13;
selama seluruh periode pengamatan, sedangkan fosfat mulai Mei. Fitoplankton&#13;
didominasi Bacillariophyceae, dengan 7–18 taksa dan kelimpahan 1,0–9,8 × 106&#13;
sel/L. Fosfat menunjukkan hubungan lebih kuat terhadap kelimpahan fitoplankton&#13;
(R² = 0,1555) dibandingkan nitrat (R² = 0,0079). Rasio Redfield menunjukkan nitrat&#13;
sebagai unsur hara pembatas.&#13;
&#13;
&#13;
Abstract: Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, is subject to anthropogenic pressures that&#13;
may increase nutrient concentrations. This study aimed to determine nitrate and&#13;
phosphate concentrations, identify phytoplankton composition and abundance, and&#13;
their relationships. Data were collected in February, May, August, and November&#13;
2025 at four stations. Nitrate and phosphate were analyzed spectrophotometrically,&#13;
while phytoplankton were enumerated using a Sedgwick–Rafter Counting&#13;
Chamber. Nitrate ranged from 0.018–0.070 mg/L and phosphate from 0.010–0.023&#13;
mg/L. Nitrate exceeded the seawater standard throughout observations, whereas&#13;
phosphate exceeded the standard from May onward. Phytoplankton were&#13;
dominated by Bacillariophyceae, with 7–18 taxa and abundances of 1.0–9.8 × 106&#13;
cells/L. PCA explained 51.68% of variance. Regression showed a stronger&#13;
relationship between phosphate and abundance (R² = 0.1555) than nitrate (R² =&#13;
0.0079). The N:P ratio remained below 16, indicating nitrate limitation.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180041</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
