<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Fisheries and Marine Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 20:21:28 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-30T20:21:28Z</dc:date>
<item>
<title>Keakuratan Data Hasil Tangkapan Kapal Pengangkut untuk Menunjang PNBP Pasca Produksi di PPS Nizam Zachman, Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173190</link>
<description>Keakuratan Data Hasil Tangkapan Kapal Pengangkut untuk Menunjang PNBP Pasca Produksi di PPS Nizam Zachman, Jakarta
SARAGIH, JOHN HIZKIA DANIEL CHRISTIAN
Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) &#13;
merupakan pelabuhan perikanan terbesar yang memiliki peranan penting dalam &#13;
mendukung aktivitas perikanan nasional, khususnya kegiatan bongkar muat hasil &#13;
tangkapan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan tersebut adalah &#13;
ketidakakuratan data hasil tangkapan antara enumerator dan pihak perusahaan &#13;
yang berdampak langsung pada perhitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak &#13;
(PNBP) pasca produksi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat &#13;
keakuratan data hasil tangkapan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab &#13;
terjadinya perbedaan data. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi &#13;
lapangan dan wawancara terhadap tiga stakeholder. Analisis data dilakukan &#13;
menggunakan rumus keakuratan data, perhitungan PNBP, dan diagram fishbone. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan pada bulan November dan Desember terdapat &#13;
perbedaan data hasil tangkapan dengan tingkat selisih yang bervariasi. Selisih &#13;
terbesar terjadi pada 7 November 2025 pada Kapal Angkut 5 sebesar 261.523 kg &#13;
atau -9,16%, sedangkan pada bulan Desember selisih relatif lebih stabil berkisar &#13;
5,13% hingga -0,02%. Analisis fishbone menunjukkan bahwa faktor utama &#13;
penyebab ketidakakuratan data meliputi keterbatasan jumlah enumerator, &#13;
tingginya beban kerja, timbangan yang belum terkalibrasi, perbedaan format &#13;
pencatatan, ketidaksesuaian berat blong, serta perbedaan proses sortasi ikan. &#13;
Rekomendasi yang diberikan meliputi penambahan enumerator, standarisasi &#13;
sortasi ikan, kalibrasi timbangan, penyesuaian berat blong, penggunaan format &#13;
tally yang seragam, serta peningkatan validasi data antara enumerator dan &#13;
perusahaan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173190</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penambahan Tepung Daun Insulin dan Tepung Daun Kayu Manis pada Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus goramy)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173182</link>
<description>Penambahan Tepung Daun Insulin dan Tepung Daun Kayu Manis pada Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus goramy)
MAHESWARI, SEKAR SAKANTI
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik penambahan tepung&#13;
daun insulin (DI) dan tepung daun kayu manis (DKM) pada pakan terhadap&#13;
pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus goramy). Penelitian dilakukan dengan&#13;
lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol (tanpa penambahan DI dan DKM);&#13;
1,5% DI; 0,5% DKM; 1,5% DI + 0,5% DKM; dan 0,75% DI + 0,25% DKM. Ikan&#13;
gurami dipelihara sebanyak 10 ekor dengan bobot 1,11±0,01g dalam satu akuarium&#13;
berukuran 50x40x40cm selama 30 hari. Pakan uji dibuat dengan metode coating&#13;
pakan komersial dan pemberian dilakukan 3 kali sehari. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan penambahan kombinasi dosis 0,75% DI + 0,25% DKM&#13;
menghasilkan ikan dengan bobot akhir, jumlah konsumsi pakan, rasio konversi&#13;
pakan, laju pertumbuhan spesifik, dan rasio efisiensi protein terbaik dibandingkan&#13;
kontrol.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173182</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif Nelayan sebagai Solusi Peningkatan Pendapatan Nelayan Gunungkidul</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173178</link>
<description>Pengembangan Mata Pencaharian Alternatif Nelayan sebagai Solusi Peningkatan Pendapatan Nelayan Gunungkidul
Rahman, Yusuf Maulana
Pendapatan nelayan skala kecil di Kabupaten Gunungkidul sangat bergantung pada kondisi alam seperti cuaca dan musim penangkapan, sehingga rentan mengalami penurunan secara fluktuatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi umum dan profil sumber daya manusia nelayan, menentukan peluang mata pencaharian alternatif berbasis potensi alam lokal, dan merumuskan stretegi pengembangannya. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, rating scale, dan AHP. Hasil penelitian mengidentifikasi empat peluang mata pencaharian alternatif potensial, yaitu pertanian, peternakan, wisata bahari, dan usaha kuliner. Aspek kriteria strategi pengembangan dengan AHP menunjukkan bahwa kriteria sosial (0,263), lingkungan (0,122), dan teknis (0,057) turut mendukung keberhasilan diversifikasi usaha nelayan. Aspek ekonomi dalam strategi pengembangan mata pencaharian alternatif menjadi prioritas utama dengan nilai 0,557. Implikasi dari penelitian ini memberikan pedoman faktual bagi pemerintah daerah dalam merancang program pemberdayaan dan diversifikasi usaha bagi nelayan. Hal ini diharapkan mampu menjadi jaring pengaman ekonomi yang mengurangi ketergantungan pada sektor perikanan tangkap, sekaligus secara signifikan meningkatkan resiliensi ekonomi rumah tangga nelayan saat menghadapi musim paceklik.; The income of small-scale fishermen in Gunungkidul Regency is highly dependent on natural conditions such as weather and fishing seasons, making it vulnerable to fluctuating declines. This study aims to describe the general conditions and human resource profile of the fishermen, determine alternative livelihood opportunities based on local natural potential, and formulate development strategies. The methods used include a qualitative approach with descriptive analysis, rating scale, and AHP. The results of the study identified four potential alternative livelihood opportunities, namely agriculture, livestock farming, marine tourism, and culinary business. The development strategy criteria aspect using AHP shows that social (0.263), environmental (0.122), and technical (0.057) criteria also support the success of fishermen’s business diversification. The economic aspect in the strategy of developing alternative livelihoods becomes the main priority with a value of 0.557.  The implications of this study provide factual guidelines for the regional government in designing empowerment and business diversification programs for fishermen. This is expected to become an economic safety net that reduces dependence on the capture fisheries sector, while significantly increasing the economic resilience of fishermen's households when facing the lean season.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173178</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Kandungan Logam Berat (Cd, Hg, Pb, dan Cu) pada Kolom Air dan Sedimen di Perairan Cilincing, Jakarta Utara</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173167</link>
<description>Analisis Kandungan Logam Berat (Cd, Hg, Pb, dan Cu) pada Kolom Air dan Sedimen di Perairan Cilincing, Jakarta Utara
Akhmadi, Ivan
Perairan Cilincing, Jakarta Utara, merupakan salah satu Kawasan pesisir yang mengalami tekanan dari berbagai aktivitas industri pelayaran, dan permukiman padat yang berpotensi menimbulkan pencemaran logam berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi kadmium (Cd), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan tembaga (Cu) pada kolom air dan sedimen, serta mengevaluasi tingkat pencemaran berdasarkan baku mutu perairan dan sedimen. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun pada bulan Februari–Juli 2023. Konsentrasi logam berat dianalisis menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Pengukuran suhu, salinitas, pH, arus, dan pasut dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap fluktuasi konsentrasi Cd, Hg, Pb, dan Cu. Hasil penelitian menunjukkan nilai konsentrasi Cd, Hg, Pb, dan Cu di kolom air selama musim barat &#13;
melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021, dengan &#13;
konsentrasi tertinggi masing-masing sebesar 0.001, 0.006, 0.061, 0.02 mg/L. &#13;
Sebaliknya konsentrasi logam berat pada sedimen tidak menunjukkan variasi &#13;
musiman yang signifikan (p &gt; 0.05). Hasil analisis mengindikasikan bahwa logam &#13;
Cd, Hg, dan Pb berasal dari sumber pencemaran yang sama. Pengaruh parameter &#13;
suhu menunjukkan hubungan yang cukup kuat terhadap Cd di sedimen. Sedangkan &#13;
parameter salinitas dan pH tidak menunjukkan hubungan yang kuat.; The waters of Cilincing North Jakarta, are one of the coastal areas experiencing pressure from various industrial, shipping, and densely populated residential activities that potentially contribute to heavy metal pollution. This study aims to analyze the concentrations of cadmium (Cd), mercury (Hg), lead (Pb), and copper (Cu) in the water column and sediments, as well as to evaluate pollution levels based on water and sediment quality standards. Sampling was conducted at three stations from February to July 2023. Heavy metal concentrations were analyzed using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. Measurements of temperature, salinity, pH, currents, and tides were carried out to determine their influence on fluctuations in Cd, Hg, Pb, and Cu concentrations. The results showed that Cd, Hg, Pb, and Cu concentrations in the water column during the west monsoon exceeded the quality standards established by Government Regulation No. 22 of 2021, with the highest concentrations reaching 0.001, 0.006, 0.061, and 0.02 mg/L, respectively. In contrast, heavy metal concentrations in sediments did not show significant seasonal variations (p &gt; 0.05). The analysis indicated that Cd, Hg, and Pb originated from similar pollution sources. Temperature showed a moderately strong relationship with Cd concentrations in sediments, whereas salinity and pH did not exhibit strong relationships.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173167</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
