<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Faculty of Animal Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7466</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Animal Science</description>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 06:54:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-18T06:54:45Z</dc:date>
<item>
<title>Tingkat Kenyamanan Sapi Perah Dara berdasarkan Respon Fisiologis  Berbasis Mikroklimat Menggunakan IoT D-Ruminansia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172951</link>
<description>Tingkat Kenyamanan Sapi Perah Dara berdasarkan Respon Fisiologis  Berbasis Mikroklimat Menggunakan IoT D-Ruminansia
Bakhrudin, Saeful Iman
Kondisi mikroklimat kandang di wilayah tropis sering menyebabkan &#13;
ketidakseimbangan termal yang berdampak pada respon fisiologis dan kenyamanan &#13;
sapi perah dara. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kenyamanan sapi &#13;
perah dara berdasarkan respon fisiologis yang dikaitkan dengan kondisi &#13;
mikroklimat menggunakan sistem IoT D-Ruminansia. Penelitian dilakukan pada &#13;
delapan ekor sapi perah dara Friesian Holstein dengan pemantauan mikroklimat &#13;
secara real-time untuk memperoleh nilai temperature humidity index (THI), serta &#13;
pengukuran frekuensi respirasi dan denyut jantung pada tiga waktu pengamatan. &#13;
Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan nilai THI berada pada kategori &#13;
nyaman hingga stres panas ringan, dengan peningkatan signifikan pada siang hari &#13;
yang diikuti kenaikan frekuensi respirasi sebagai respon paling sensitif terhadap &#13;
beban panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan berbasis IoT &#13;
mampu mengidentifikasi perubahan kondisi lingkungan secara cepat dan akurat. &#13;
Penerapan sistem ini berimplikasi pada peningkatan efisiensi pengelolaan kandang &#13;
dan kesejahteraan ternak.; Barn microclimate conditions in tropical regions often cause thermal &#13;
imbalance that affects physiological responses and the comfort of dairy heifers. &#13;
This study aimed to analyze the comfort level of dairy heifers based on &#13;
physiological responses associated with microclimate conditions using the IoT based D-Ruminansia system. The study was conducted on eight Friesian Holstein &#13;
dairy heifers through real-time microclimate monitoring to obtain temperature &#13;
humidity index (THI) values, along with measurements of respiration rate and heart &#13;
rate at three observation times. Data were analyzed descriptively. The results &#13;
showed that THI values ranged from comfortable to mild heat stress, with higher &#13;
values observed during the daytime, followed by increased respiration rate as the &#13;
most sensitive response to heat load. The research results show that IoT-based &#13;
monitoring can identify changes in environmental conditions quickly and &#13;
accurately. The implementation of this system leads to improved efficiency in barn &#13;
management and enhances animal welfare.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172951</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Persepsi dan Preferensi Konsumen Mahasiswa Program Sarjana  IPB terhadap Bakso Daging Sapi di Sekitar Kampus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172912</link>
<description>Persepsi dan Preferensi Konsumen Mahasiswa Program Sarjana  IPB terhadap Bakso Daging Sapi di Sekitar Kampus
PRATIWI, NURMALA
Bakso daging sapi merupakan salah satu produk olahan daging yang &#13;
populer di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan &#13;
mengidentifikasi persepsi, preferensi, dan perilaku konsumen mahasiswa program &#13;
sarjana IPB terhadap konsumsi bakso daging sapi di sekitar kampus. Responden &#13;
yaitu sebanyak 210 orang mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik&#13;
Stratified Random Sampling, jumlah responden dihitung dengan rumus Slovin. &#13;
Data dikumpulkan melalui kuesioner secara online (google form) maupun offline&#13;
(wawancara) dan diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial &#13;
yang terdiri dari uji Rank Spearman dan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan &#13;
bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara karakteristik responden dengan &#13;
perilaku konsumsi bakso daging sapi. Terdapat korelasi antara persepsi (variasi &#13;
rasa) dengan perilaku konsumsi (ukuran bakso yang dipilih). Korelasi yang&#13;
signifikan juga terdapat pada hubungan preferensi dengan perilaku konsumsi &#13;
bakso daging sapi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172912</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Tepung Pucuk Daun&#13;
Mengkudu (Morinda citrifolia) Berbasis Minyak Ikan Lemuru dalam Ransum&#13;
Terhadap Organ Dalam dan Saluran Pencernaan Puyuh</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172794</link>
<description>Pengaruh Tepung Pucuk Daun&#13;
Mengkudu (Morinda citrifolia) Berbasis Minyak Ikan Lemuru dalam Ransum&#13;
Terhadap Organ Dalam dan Saluran Pencernaan Puyuh
SIMANULLANG, ANDRIAN NIRWANA
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektifitas Tepung Pucuk Daun &#13;
Mengkudu (TPDM) dan Minyak Ikan Lemuru (MIL) dalam ransum puyuh terhadap &#13;
organ dalam dan saluran pencernaan puyuh. Percobaan ini menggunakan 200 ekor &#13;
puyuh umur 30 hari dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 &#13;
perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0= 0% TPDM dan 0% MIL dalam &#13;
ransum; P1= 2,5% TPDM dan 2% MIL dalam ransum; P2= 5% TPDM dan 2% &#13;
MIL dalam ransum; P3= 7,5% TPDM dan 2% MIL dalam ransum; P4= 10% TPDM &#13;
dan 2% MIL dalam ransum. Peubah yang diamati yaitu persentase bobot organ &#13;
dalam, saluran pencernaan, dan panjang relatif saluran pencernaan. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa penambahan tepung pucuk daun mengkudu dan minyak ikan &#13;
lemuru dalam ransum puyuh tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap persentase &#13;
bobot organ dalam, saluran pencernaan, dan panjang relatif saluran pencernaan &#13;
puyuh. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung pucuk daun &#13;
mengkudu hingga taraf 10% dan 2% minyak ikan lemuru tidak berpengaruh negatif &#13;
terhadap kinerja organ dalam dan saluran pencernaan puyuh.  &#13;
Kata kunci: daun mengkudu, organ dalam, pakan, puyuh, saluran pencernaan
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172794</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Profil Fenotipik Domba Garut Di Uptd Bpptdk Margawati</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172561</link>
<description>Profil Fenotipik Domba Garut Di Uptd Bpptdk Margawati
Nurjalal, Haikal Fauzan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fenotipik sifat&#13;
morfologis kualitatif domba garut di UPTD BPPTDK Margawati, Garut, Jawa&#13;
Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei deskriptif terhadap 190 ekor&#13;
domba terdiri dari 100 anakan, 28 jantan, dan 62 betina. Pengamatan dilakukan&#13;
terhadap karakter morfologis yang tampak secara visual, meliputi warna dan pola&#13;
bulu, bentuk dan warna tanduk, bentuk telinga, bentuk ekor, dan profil muka. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa warna bulu dominan pada domba garut adalah&#13;
kombinasi putih-hitam (44,74%). Pola bulu putih polos (28,94%) merupakan pola&#13;
bulu paling banyak ditemukan. Bentuk tanduk gayor (20%) dan warna tanduk&#13;
berumbun (24,74%) merupakan profil pada tanduk domba garut yang paling banyak&#13;
diindentifikasi pada pejantan, sedangkan domba betina umumnya tidak bertanduk.&#13;
Bentuk telinga rumpung (80%), bentuk ekor beurit (55,26%), dan profil muka&#13;
cembung (64,21%) merupakan karakteristik khas domba garut. Karakter&#13;
morfologis kualitatif tersebut menunjukkan sifat khas dan konsisten yang dapat&#13;
dijadikan acuan dalam program seleksi dan pemuliaan domba garut untuk&#13;
mempertahankan dan meningkatkan kualitas genetiknya.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172561</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
