<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7465</link>
<description>Undergraduate Theses on Veterinary Medicine and Biomedical Science</description>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 20:21:02 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-21T20:21:02Z</dc:date>
<item>
<title>Uji In Vitro Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mil.) Terhadap Urolith Kura-kura Sulcata (Centrochelys sulcata)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179935</link>
<description>Uji In Vitro Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mil.) Terhadap Urolith Kura-kura Sulcata (Centrochelys sulcata)
DAMAYANTI, PUTRI NOVIA
Urolithiasis merupakan salah satu gangguan saluran kemih yang sering terjadi pada kura-kura sulcata (Centrochelys sulcata). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi urolith serta mengevaluasi pengaruh ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap peluruhan urolith secara in vitro. Komposisi urolith dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), sedangkan peluruhan kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil FTIR menunjukkan bahwa urolith merupakan urolith campuran yang tersusun atas urat, kalsium oksalat, dan fosfat. Pengujian dilakukan dengan menggunakan tiga dosis yaitu 100, 200 dan 300 ppm. Pengukuran kadar kalsium pada semua kelompok perlakuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (p&gt;0,05). Pengukuran kadar magnesium pada dosis 200 ppm menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p,0,001). Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun alpukat belum menunjukkan efektivitas terhadap peluruhan kalsium, tetapi berpotensi meningkatkan peluruhan magnesium pada urolith kura-kura sulcata secara in vitro.; Urolithiasis is one of the most common urinary tract disorders in sulcata tortoises (Centrochelys sulcata). This study aimed to identify the composition of uroliths and evaluate the effect of avocado (Persea americana Mill.) leaf extract on in vitro urolith dissolution. Urolith composition was analyzed using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), while calcium (Ca) and magnesium (Mg) dissolution was determined using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). FTIR analysis revealed that the uroliths were mixed uroliths composed of urate, calcium oxalate, and phosphate. The experiment was conducted using three doses of avocado leaf extract: 100, 200, and 300 ppm. Measurement of calcium concentrations in all treatment groups showed no statistically significant differences (p&gt;0.05). Meanwhile, magnesium concentration at the 200 ppm concentration showed a statistically significant difference (p&lt;0,001). Based on the results, avocado leaf extract did not demonstrate effectiveness in calcium dissolution but showed potential to enhance magnesium dissolution in sulcata tortoise uroliths in vitro.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179935</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Ekspresi Vimentin pada Hati Babi yang Diinduksi Sirosis oleh Diethylnitrosamine dan Phenobarbital.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179904</link>
<description>Analisis Ekspresi Vimentin pada Hati Babi yang Diinduksi Sirosis oleh Diethylnitrosamine dan Phenobarbital.
Abimanyu, Arkhana Prasetyo
ARKHANA PRASETYO ABIMANYU. Analisis Ekspresi Vimentin pada Hati&#13;
Babi yang Diinduksi Sirosis oleh Diethylnitrosamine dan Phenobarbital. Dibimbing oleh VETNIZAH JUNIANTITO dan SAVITRI NOVELINA. Sirosis hati merupakan kerusakan hati tahap lanjut yang ditandai fibrosis&#13;
ekstensif dan nodul regeneratif. Model babi dipilih karena kemiripan anatomi dan&#13;
fisiologi hatinya dengan manusia. Penelitian ini menganalisis ekspresi&#13;
vimentinpenanda sel mesenkimal terkait aktivasi hepatic stellate cells (HSC) pada&#13;
hati babi yang diinduksi sirosis menggunakan DENA dan phenobarbital, melalui&#13;
pewarnaan HE, Azan-Mallory, dan Immunohistokimia. Hasil menunjukkan&#13;
perubahan histopatologi berupa septa fibrotik, nodul regeneratif, dan deposisi&#13;
kolagen di area septa, perivaskuler, dan perisinusoidal. Ekspresi vimentin&#13;
dominan ditemukan di area tersebut dengan morfologi sel spindle-shaped, mengindikasikan aktivasi sel mesenkimal dan fibrogenesis aktif selama&#13;
perkembangan sirosis. Temuan ini relevan sebagai acuan pengembangan&#13;
diagnostik dan terapi penyakit hati kronis pada manusia.; ARKHANA PRASETYO ABIMANYU. Analysis of Vimentin Expression in&#13;
Swine Liver Cirrhosis Induced by Diethylnitrosamine and Phenobarbital. Supervised by VETNIZAH JUNIANTITO and SAVITRI NOVELINA. Liver cirrhosis is an advanced stage of liver damage characterized by&#13;
extensive fibrosis and regenerative nodules. The pig model was selected due to its&#13;
anatomical and physiological similarities to the human liver. This study analyzed&#13;
the expression of vimentin a mesenchymal cell marker associated with hepatic&#13;
stellate cell (HSC) activationin pig livers induced with cirrhosis using DENA and&#13;
phenobarbital, through HE staining, Azan-Mallory, and immunohistochemistry. Results showed histopathological changes including fibrous septa formation, regenerative nodules, and collagen deposition in septal, perivascular, and&#13;
perisinusoidal areas. Vimentin expression was predominantly found in these areas&#13;
with spindle-shaped cell morphology, indicating active mesenchymal cell&#13;
activation and fibrogenesis during cirrhosis progression. These findings provide a&#13;
relevant vimentin expression profile in a large animal model for the development&#13;
of diagnostic and therapeutic approaches for chronic liver disease in humans.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179904</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Profil Metabolisme Glukosa dan Perubahan Suhu Tubuh sebagai Peubah Klinik pada Hewan Model Babi (Sus scrofa domestica) yang Mengalami Syok Septik</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179899</link>
<description>Profil Metabolisme Glukosa dan Perubahan Suhu Tubuh sebagai Peubah Klinik pada Hewan Model Babi (Sus scrofa domestica) yang Mengalami Syok Septik
Ginting, Phaskal Suranta
Sepsis merupakan peradangan seluruh tubuh akibat infeksi yang dapat berkembang menjadi syok septik dan menyebabkan gangguan pada beberapa sistem organ, termasuk perubahan metabolisme glukosa dan pengatur suhu tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kadar glukosa dan suhu tubuh pada model babi (Sus scrofa domestica) yang mengalami syok septik serta melihat hubungan kedua peubah tersebut sebagai penanda klinik tingkat keparahan sepsis. Penelitian menggunakan empat ekor babi jantan umur 4 – 6 bulan dengan bobot 40 – 60 kg yang diberikan endotoksin Escherichia coli lipopolisakarida (LPS) hingga terjadi hipotensi berkelanjutan. Kadar glukosa diperiksa menggunakan glukometer dan suhu tubuh diukur menggunakan termometer inframerah. Hasil menunjukkan adanya ragam perubahan kadar glukosa dan suhu tubuh antar hewan. Sebagian besar hewan mengalami penurunan kadar glukosa pada fase syok septik, sedangkan satu ekor mengalami peningkatan glukosa akibat reaksi fisiologik awal. Pada fase lanjut terjadi hipoglikemia dan kecenderungan penurunan suhu.; Sepsis is a systemic inflammatory response to infection that can progress to septic shock and cause dysfunction in multiple organ systems, including alterations in glucose metabolism and thermoregulation. This study aimed to analyze changes in blood glucose and body temperature in a pig model (Sus scrofa domestica) subjected to septic shock and to examine the relationship between these two variables as clinical markers of sepsis severity. Four male pigs, 4 – 6 months old and weighing 40 – 60 kg, were administered Escherichia coli lipopolysaccharide (LPS) endotoxin until sustained hypotension occurred. Blood glucose levels were measured using a glucometer, and body temperature was assessed with an infrared thermometer. The results showed variation in glucose and body temperature changes among individuals. Most animals exhibited decreased blood glucose levels during the septic shock phase, while one animal showed an initial increase in glucose as a physiological response. In the later phase, hypoglycemia and a tendency toward lower body temperature were observed.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179899</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Gambaran Kondisi Penjualan dan Jumlah Escherichia coli pada Daging Babi di Pasar Tradisional Manokwari, Papua Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179866</link>
<description>Gambaran Kondisi Penjualan dan Jumlah Escherichia coli pada Daging Babi di Pasar Tradisional Manokwari, Papua Barat
Fatem, Veterizana Angeline
Manokwari merupakan salah satu wilayah di Papua Barat dengan aktivitas&#13;
perdagangan daging babi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi&#13;
kondisi penjualan dan menentukan jumlah cemaran E. coli pada daging babi di&#13;
Pasar Tradisional Manokwari. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan&#13;
pemeriksaan 30 sampel daging babi dari 10 penjual yang dipilih secara acak&#13;
sederhana. Jumlah E. coli ditentukan menggunakan metode Most Probable&#13;
Number. Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh lapak merupakan lapak&#13;
menetap yang berdekatan dengan selokan (100%), dan seluruh penjual tidak&#13;
mencuci tangan serta tidak menggunakan alat pelindung diri. Rata–rata jumlah E.&#13;
coli sebesar 24,83±15,68 MPN/g. Sebanyak 28 dari 30 sampel (93,33%) memiliki&#13;
jumlah E. coli yang melebihi batas maksimum yang digunakan sebagai acuan&#13;
berdasarkan SNI 7388:2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam&#13;
Pangan, yaitu &lt;3 MPN/g. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian&#13;
besar sampel daging babi yang dijual di Pasar Tradisional Manokwari belum&#13;
memenuhi batas maksimum cemaran mikroba.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179866</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
