<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Faculty of Agricultural Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7464</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Agricultural Technology</description>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 12:42:28 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-11T12:42:28Z</dc:date>
<item>
<title>Kecukupan Proses Sterilisasi Komersial dan Karakteristik Mutu Nasi Uduk dengan Lauk Pendamping</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179932</link>
<description>Kecukupan Proses Sterilisasi Komersial dan Karakteristik Mutu Nasi Uduk dengan Lauk Pendamping
BAHIYAH, ZELIKA AZZAHRA
Perubahan gaya hidup masyarakat modern meningkatkan aktivitas harian sehingga waktu untuk menyiapkan makanan terbatas. Kondisi ini mendorong kebutuhan pangan olahan siap saji berbasis nasi dan lauk yang dapat langsung dikonsumsi, dan daya simpan lama pada suhu ruang. Penelitian ini bertujuan menentukan lauk dan formulasi nasi uduk, menghitung kecukupan proses sterilisasi, kandungan gizi, penerimaan sensori, serta umur simpan produk. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pemilihan lauk, penentuan formulasi, uji sensori formulasi, uji kecukupan panas, produksi skala bench, analisis gizi, uji sensori produk, dan uji umur simpan. Hasil penelitian menunjukkan lauk terpilih adalah teri kacang dan telur orak-arik. Formulasi terbaik menggunakan rasio air 135 mL per 100 g beras dengan waktu sterilisasi 65 menit. Proses sterilisasi komersial pada suhu 110 °C menghasilkan nilai F0 sebesar 4,4 menit, sehingga telah memenuhi kecukupan proses panas. Produk nasi uduk steril per sajian memberikan kontribusi angka kecukupan gizi (AKG) harian anak usia 7–9 tahun sebesar 24,39% energi, 43,58% protein, 15,82% karbohidrat, 29,20% serat pangan, 13,18% natrium, 22,84% lemak, dan 4,05% gula. Hasil uji penerimaan sensori menunjukkan produk diterima oleh panelis. Umur simpan produk sebesar 3,01 bulan pada suhu 25 °C dan 2,63 bulan pada suhu 30 °C.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179932</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Eksoskeleton dalam Meredistribusi Beban Otot Pemanen Kelapa Sawit dengan Analisis Biomekanik</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179921</link>
<description>Evaluasi Eksoskeleton dalam Meredistribusi Beban Otot Pemanen Kelapa Sawit dengan Analisis Biomekanik
FADLI, ABI KARAMI
Pemanenan kelapa sawit secara manual menggunakan egrek berpotensi menimbulkan gangguan otot rangka akibat kerja (GOTRAK), terutama pada area bahu, lengan, dan punggung. Tim peneliti BRIN dan IPB telah mengembangkan prototipe Upper Limb Exoskeleton (ULE) pasif sebagai alat bantu untuk mereduksi beban muskuloskeletal pemanen. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ULE dalam mereduksi beban muskuloskeletal pada aktivitas pemotongan tandan buah segar kelapa sawit. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan biomekanik berbasis inverse dynamics dengan data gerak yang diperoleh dari Noitom Motion Capture System dan diolah melalui Axis Studio. Pemodelan muskuloskeletal dilakukan menggunakan perangkat lunak Biomechanics of Bodies (BoB) untuk memperoleh estimasi muscle force dan joint contact force (JCF). Analisis difokuskan pada otot deltoid, trapezius, bisep, dan lumbar, serta pada sendi bahu, siku, dan L5-pelvis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otot bisep merupakan otot dengan estimasi muscle force tertinggi, sedangkan sendi L5-pelvis menerima estimasi JCF terbesar selama aktivitas pemotongan. Penggunaan ULE menunjukkan perubahan pola pembebanan antara sisi kanan dan kiri tubuh, dengan penurunan muscle force terbesar terjadi pada deltoid kanan, disertai peningkatan pada deltoid kiri. Pola tersebut menunjukkan adanya kecenderungan redistribusi beban antara sisi kanan dan kiri tubuh. Secara keseluruhan, ULE menunjukkan potensi sebagai intervensi ergonomi dalam mengurangi beban muskuloskeletal pada pemanen kelapa sawit.; Manual oil palm harvesting using an egrek poses a high risk of work-related musculoskeletal disorders (MSDs), particularly affecting the shoulders, arms, and lower back. A research team from BRIN and IPB has developed a passive Upper Limb Exoskeleton (ULE) prototype to reduce the musculoskeletal load experienced by harvesters. This study aimed to evaluate the effectiveness of the ULE in reducing musculoskeletal loads during the fresh fruit bunch cutting task. Biomechanical analysis was performed using an inverse dynamics approach based on motion data acquired with the Noitom Motion Capture System and processed using Axis Studio. A musculoskeletal model was developed in Biomechanics of Bodies (BoB) software to estimate muscle force and joint contact force (JCF). The analysis focused on the deltoid, trapezius, biceps, and lumbar muscles, as well as the shoulder, elbow, and the L5-pelvis joints. The results showed that the biceps exhibited the highest estimated muscle force, while the L5-pelvis joint experienced the highest estimated JCF during the cutting task. The use of ULE resulted in changes in the loading pattern between the right and left sides of the body, with the greatest decrease in muscle force occuring in the right deltoid, accompanied by an increase in the left deltoid. This pattern indicates a tendency toward load redistribution between the right and left sides of the body. Overall, the ULE shows potential as an ergonomic intervention for reducing musculoskeletal loading among oil palm harvesters.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179921</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perancangan dan Pengujian Sistem Pengukuran Kinerja Pompa Air Sentrifugal Berbasis Mikrokontroler ESP32</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179914</link>
<description>Perancangan dan Pengujian Sistem Pengukuran Kinerja Pompa Air Sentrifugal Berbasis Mikrokontroler ESP32
YUSRI, NABIEL MAULANA
Pemantauan kinerja pompa irigasi penting untuk mengevaluasi kinerja operasional dan pengelolaan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan pompa air sentrifugal berbasis Mikrokontroler ESP32 untuk mengukur tekanan dorong, tekanan hisap, debit, torsi, dan kecepatan putar. Sistem diuji pada 18 kombinasi kecepatan putar pompa dan bukaan katup. Data kemudian dievaluasi melalui analisis stabilitas, validasi terhadap pengukuran manual, dan analisis efisiensi energi. Nilai rata-rata berada pada rentang 0,265–2,141 mH2O untuk head dorong; -0,224 hingga -0,520 mH2O untuk head hisap; 0,040–0,108 m³/menit untuk debit; 2,163–8,987 Nm untuk torsi; dan 1.825–3.075 RPM untuk kecepatan putar. Hasil pengukuran tekanan dorong, tekanan hisap, dan debit menghasilkan nilai coefficient of variation (CV) yang tinggi, masing-masing pada rentang 0,98–191,24%; 19,04–94,05%; dan 13,60–106,05%. Hasil validasi menunjukkan R2 berada pada rentang 0,9808–1,000. Nilai efisiensi berada pada rentang 0,931–1,939% dengan nilai tertinggi didapat pada kecepatan putar 1830 RPM. Nilai tersebut relatif sangat kecil untuk pompa sentrifugal dan mengindikasikan keterbatasan sistem pengujian dan kondisi pengujian. Pengembangan selanjutnya dapat diterapkan pada berbagai pompa dan kondisi operasi yang beragam. Sistem ini berpotensi mendukung pemantauan kinerja pompa irigasi secara terpadu; Monitoring irrigation pump performance is essential for evaluating operational performance and energy management. This study aimed to develop an automatic ESP32 Microcontroler-based monitoring system to measure discharge pressure, suction pressure, flow rate, torque, and rotational speed. The system was tested under 18 combinations of pump rotational speed and valve-opening conditions. Data were evaluated through stability analysis, validation against conventional measurements, and energy efficiency analysis. Mean values ranged from 0,265–2,141 mH2O for discharge head; -0,224 to -0,520 mH2O for suction head; 0,040–0,108 m³/min for flow rate; 2,163–8,987 Nm for torque; and 1,825–3,075 RPM for rotational speed. The coefficient of variation ranged from 0,98–191,21%, 19,04–94,05%, 13,60–106,05%, 1,98–17,27%, and 0,03–0,06% respectively Validation resulted in R² values ranged from 0,9808–1,000. Pump efficiency ranged in 0,931–1.939%, with the highest pump efficiency obtained at a rotational speed of 1830 RPM, which is very low for a centrifugal pump and indicates limitations in the experimental system and testing conditions. Further development should involve multiple pumps and diverse operating conditions. This system has potential for integrated irrigation pump performance monitoring
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179914</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penentuan Dosis Pengaplikasian Bio-OSD Terbaik terhadap Penurunan Total Petroleum Hydrocarbon pada Akar Rhizophora mucronata</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179906</link>
<description>Penentuan Dosis Pengaplikasian Bio-OSD Terbaik terhadap Penurunan Total Petroleum Hydrocarbon pada Akar Rhizophora mucronata
ROFIQ, YUSUF ASSARIY
Tumpahan minyak bumi pada ekosistem mangrove dapat menghambat &#13;
pertumbuhan tanaman, menurunkan kualitas perairan, dan mengganggu biodegradasi alami. Oil Spill Dispersant (OSD) digunakan untuk mendispersikan minyak menjadi droplet berukuran lebih kecil sehingga lebih mudah didegradasi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan menentukan Dispersant to Oil Ratio (DOR) Bio-OSD terbaik dalam menurunkan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) pada akar Rhizophora mucronata serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kualitas air. Penelitian menggunakan tiga perlakuan DOR, yaitu 0:1, 0,5:1, dan 1:1, pada sistem simulasi mangrove dalam kontainer 40 L berisi tanah, air laut, dan mangrove berumur 18 bulan. Minyak bumi jenis medium ditambahkan sebanyak 1% (v/v), kemudian diaplikasikan Bio-OSD berbasis MES dan DEA dengan perbandingan 7:3. Parameter yang diamati meliputi TPH, COD, DO, pH, dan suhu. TPH dan COD dianalisis menggunakan One-Way ANOVA, sedangkan DO, pH, dan suhu dianalisis secara deskriptif berdasarkan tren perubahan. Hasil menunjukkan bahwa DOR berpengaruh nyata terhadap penurunan TPH dan COD, dengan DOR 0,5:1 memberikan kinerja terbaik. Kondisi DO, pH, dan suhu masih mendukung proses biodegradasi. Dengan demikian, DOR 0,5:1 merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatkan efektivitas remediasi minyak bumi pada sistem simulasi mangrove.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179906</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
