<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>MF - Animal Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 05:37:48 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-27T05:37:48Z</dc:date>
<item>
<title>Efektivitas Kitosan Asal Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Antikolesterol pada Tikus Sprague dawley secara In Vivo</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179529</link>
<description>Efektivitas Kitosan Asal Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Antikolesterol pada Tikus Sprague dawley secara In Vivo
Lucky, Dea Noviana
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi potensi kitosan asal maggot BSF (Hermetia illucens) sebagai antikolesterol melalui uji praklinis menggunakan hewan model. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan sebagai rancangan percobaan, dengan 50 ekor tikus Sprague dawley jantan usia 9–10 minggu dengan kisaran bobot badan (BB) 100–150 g. Perlakuan terdiri atas (1) kontrol = ransum komersil, (2) hiperkolesterolemia = ransum tinggi kolesterol + 10 ppm propiltiourasil (PTU), (3) statin = HC + 10 ppm statin, (4) 200 K-BSF = HC + 200 ppm kitosan BSF, dan (5) 400 K-BSF = HC + 400 ppm kitosan BSF. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 400 ppm  kitosan terbukti berpengaruh nyata (p&lt;0,05) dalam menurunkan konsumsi nutrien, menurunkan kadar profil lipid plasma (kolesterol total, TG, dan LDL), serta memperbaiki biokimia darah (ALT, AST, BUN, kreatinin, dan albumin) tanpa mengganggu kesehatan. Pemberian 400 ppm  kitosan juga dapat memperbaiki kondisi hepar tikus yang mengalami hiperkolesterolemia. Temuan ini menunjukkan bahwa kitosan dosis 400 ppm  efektif dijadikan sebagai agen antikolesterol.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179529</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Efektivitas Kombinasi Pupuk Organik dan KCl untuk Meningkatkan Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Nutrien Rumput Pakchong</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179506</link>
<description>Efektivitas Kombinasi Pupuk Organik dan KCl untuk Meningkatkan Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Nutrien Rumput Pakchong
Rahman, First Riyatna
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk organik dan pupuk KCl pada berbagai tingkat terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan nutrien rumput Pakchong. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk organik (O) yang terdiri dari enam taraf perlakuan : O0 (0 ton ha-1), O1 (2,5 ton ha-1), O2 (5,0 ton ha-1), O3(7,5 ton ha-1), O4 (10,0 ton ha-1), O5 (12,5 g ha-1). Faktor kedua pupuk KCl (K) terdiri dari empat taraf perlakuan : K0 (0 kg ha-1), K1 (150 kg ha-1), K2 (200 kg ha-1), dan K3 (250 kg ha-1) dengan sebelas ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dan KCl tidak menunjukkan interaksi yang nyata (P&gt;0,05) terhadap pertumbuhan dan produksi rumput Pakchong pada umur 8 minggu setelah tanam, namun masing-masing faktor memberikan pengaruh terhadap parameter pertumbuhan. Pupuk organik dengan dosis 12,5 ton ha?¹ merupakan dosis optimal dalam meningkatkan diameter batang, jumlah daun, dan produksi biomassa, sedangkan pupuk KCl dengan dosis 250 kg&#13;
ha?¹ merupakan dosis optimal dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan, jumlah daun, serta produksi biomassa. Pada parameter nutrien, pemberian pupuk organik dan pupuk KCl tidak menunjukkan interaksi nyata (P&gt;0,05) terhadap kandungan bahan kering (BK), abu, protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), acid detergent fiber (ADF), dan neutral detergent fiber (NDF), sehingga kombinasi kedua pupuk belum memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kandungan nutrien rumput Pakchong pada umur panen 8 MST.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179506</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Pengolahan Limbah Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) dan Pengaruhnya terhadap Performa Ayam Broiler</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179454</link>
<description>Evaluasi Pengolahan Limbah Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) dan Pengaruhnya terhadap Performa Ayam Broiler
Tulus, Ananda Putri
Limbah kulit kentang merupakan hasil samping agroindustri yang berpotensi&#13;
dimanfaatkan sebagai phytogenic feed additive karena mengandung senyawa aktif&#13;
glikoalkaloid seperti solanin yang bersifat antioksidan dan antimikroba. Penelitian&#13;
ini bertujuan mengevaluasi pengolahan limbah kulit kentang serta pengaruh&#13;
penggunaan ekstrak limbah kulit kentang terhadap performa ayam broiler.&#13;
Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap I meliputi pengujian kualitas kimia&#13;
dan fisik tepung limbah kulit kentang, kandungan senyawa aktif, serta aktivitas&#13;
antibakteri ekstrak terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Tahap II&#13;
menggunakan 180 ekor ayam broiler dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL)&#13;
yang terdiri atas tiga perlakuan dan enam ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (kontrol +&#13;
Vitachick®), dan P2 (kontrol + 400 ppm ekstrak kulit kentang). Peubah yang&#13;
diamati meliputi konsumsi pakan, konsumsi air minum, bobot badan, pertambahan&#13;
bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), mortalitas, indeks performa, dan&#13;
Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC).&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah kulit kentang memiliki&#13;
kualitas fisik dan kimia yang cukup baik sesuai standar serta mengandung senyawa&#13;
aktif solanin yang berpotensi sebagai phytogenic feed additive. Ekstrak limbah kulit&#13;
kentang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus pada&#13;
konsentrasi terendah 400 ppm dengan kategori aktivitas antibakteri sedang.&#13;
Pemberian ekstrak limbah kulit kentang pada konsentrasi 400 ppm memberikan&#13;
pengaruh signifikan (P&lt;0,05) terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan,&#13;
Feed Conversion Ratio (FCR), dan indeks performa broiler. Pemberian ekstrak&#13;
tersebut juga mampu menurunkan mortalitas ayam broiler selama masa&#13;
pemeliharaan.&#13;
&#13;
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kentang&#13;
memiliki kualitas fisik dan kimia yang cukup baik sesuai dengan standar serta&#13;
mengandung senyawa aktif solanin, yang berpotensi sebagai phytogenic feed&#13;
additives untuk ayam broiler. Suplementasi ekstrak limbah kulit kentang dengan&#13;
konsentrasi 400 ppm mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus,&#13;
meningkatkan bobot badan, pertambahan bobot badan, dan indeks performa serta&#13;
menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR) dan mortalitas.; Potato peel waste is an agro-industrial by-product with considerable potential&#13;
for utilization as a phytogenic feed additive due to the presence of bioactive&#13;
glycoalkaloid compounds, particularly solanine, which exhibit antioxidant and&#13;
antimicrobial activities. This study aimed to evaluate the processing characteristics&#13;
of potato peel waste and to determine the effect of potato peel waste extract&#13;
supplementation on the performance of broiler chickens. The experiment was&#13;
conducted in two stages. Stage I involved the evaluation of the chemical and&#13;
physical characteristics of potato peel waste flour, the determination of bioactive&#13;
compound content, and the assessment of the antibacterial activity of the extract&#13;
against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Stage II utilized 180 broiler&#13;
chickens arranged in a Completely Randomized Design (CRD) consisting of three&#13;
treatments with six replications: P0 (control), P1 (control + Vitachick®), and P2&#13;
(control + 400 ppm potato peel extract). The observed parameters included feed&#13;
intake, water intake, body weight, body weight gain, Feed Conversion Ratio (FCR),&#13;
mortality, performance index, and Income Over Feed and Chick Cost (IOFCC).&#13;
&#13;
The results demonstrated that potato peel waste flour possessed favorable&#13;
physical and chemical characteristics that meet standards and contained bioactive&#13;
compounds solanine with potential application as a phytogenic feed additive. Potato&#13;
peel extract exhibited antibacterial activity against Staphylococcus aureus at the&#13;
lowest concentration of 400 ppm, which was categorized as moderate antibacterial&#13;
activity. Supplementation of 400 ppm potato peel extract significantly (P&lt;0.05)&#13;
improved body weight, body weight gain, Feed Conversion Ratio (FCR), and&#13;
performance index of broiler chickens. Furthermore, the supplementation reduced&#13;
broiler mortality during the rearing period.&#13;
&#13;
Based on the findings of this study, potato peel waste possesses favorable&#13;
physical and chemical qualities that meet standards and contains active compounds&#13;
solanine with potential as phytogenic feed additives for broiler chickens.&#13;
Supplementation with potato peel waste extract at a concentration of 400 ppm was&#13;
able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus, improve body weight, body&#13;
weight gain, and the performance index, while also reducing the Feed Conversion&#13;
Ratio (FCR) and mortality.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2016 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179454</guid>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tesis a.n Dalilah Ramadhani (D1501251040)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179450</link>
<description>Tesis a.n Dalilah Ramadhani (D1501251040)
Ramadhani, Dalilah
Sapi peranakan ongole (PO) merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang memiliki peran penting sebagai sumber daya genetik ternak. Keterbatasan informasi mengenai genom mitokondria pada rumpun ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut sebagai dasar untuk mendukung program pemuliaan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi genom mitokondria sapi PO dan mengonstruksi pohon filogenetik menggunakan sekuens genom mitokondria lengkap dan parsial. Proses ekstraksi DNA dan PCR dilakukan di Gedung Genomik BRIN, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, sekuensing produk PCR dilakukan di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Jakarta Selatan. Sampel darah berasal dari sapi pejantan PO di BBIB Singosari, Malang, Jawa Timur, Indonesia. DNA diekstraksi menggunakan Quick-DNA HMW MagBead Kit (Zymo Research, USA), kemudian diamplifikasi menggunakan dua pasang primer forward dan reverse dengan panjang produk 9,064 dan 9,222 bp berdasarkan referensi Bos javanicus CERZA. Proses sekuensing dilakukan menggunakan teknologi Oxford Nanopore. Analisis filogenetik dilakukan menggunakan genom mitokondria lengkap dan parsial, yaitu D-loop, Cyt-b, COX1, ND5, dan 16S rRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genom mitokondria lengkap sapi PO memiliki panjang 16.562 pasangan basa (bp) terdiri atas 13 gen penyandi protein, 22 gen tRNA, 2 gen rRNA, dan D-loop. Hasil analisis pohon filogenetik berdasarkan total genom mtDNA menunjukkan bahwa sapi PO membentuk klad yang berdekatan dengan klad Bos javanicus CERZA (JN632606.1) dan sapi bali (PQ130485.1). Penelitian ini menunjukkan bahwa penanda DNA mitokondria parsial mampu menghasilkan topologi pohon filogenetik yang serupa dengan genom mitokondria lengkap, namun nilai bootstrap yang dihasilkan dari penanda parsial cenderung lebih rendah.  Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan genom mitokondria lengkap tetap lebih unggul dan memberikan akurasi yang lebih tinggi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179450</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
