<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Soil Science and Land Resource</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 11:54:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-07T11:54:52Z</dc:date>
<item>
<title>Efektivitas Senyawa Humat Pada Pertumbuhan Dan Hasil Panen Okra Hijau (Abelmoschus Esculentus) Di Latosol, Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171946</link>
<description>Efektivitas Senyawa Humat Pada Pertumbuhan Dan Hasil Panen Okra Hijau (Abelmoschus Esculentus) Di Latosol, Bogor
Indriyati, Lilik Tri
Asam humat Adalah molekul-molekul organik yang berperan penting dalam memperbaiki sifat-sifat tanah, pertumbuhan tanaman, dan parameter agronimi. Sumber-sumber asam humat meliputi batu bara (coal), lignit, gambut dan bahan organik lainnya. Percobaan pengaruh senyawa humat ini dilakukan pada tanaman okra hijau (Abelmoschus esculentus) sebagai tanaman indikator pada media bahan tanah Latosol dalam pot-pot yang diletakkan di lahan terbuka. Percobaan pengaruh senyawa humat ini dilakukan dengan membandingkan pengaruh beberapa takaran senyawa humat yang dikombinasikan dengan 0%, 50%, dan 75% takaran pupuk N, P, K terhadap beberapa peubah pertumbuhan dan hasil panen buah okra. Contoh bahan tanah diambil dari hamparan lahan kering pada kedalaman 0- 20 cm, dibersihkan dari sisa-sisa akar tanaman, dan dimasukkan ke dalam tiap pot setara dengan 10 kg bobot kapasitas lapang. Tanaman indikator yang digunakan adalah tanaman Okra hijau (Abelmoschus esculentus). Perlakuan pupuk N (urea), P (SP36), dan K (KCl) dengan 100% takaran disebut sebagai perlakuan pupuk standar (NPK standar). Takaran pupuk NPK standar yang diberikan adalah setara dengan 200 kg urea/ha, 200 kg SP36/ha, dan 150 kg KCl/ha. Konsentrasi senyawa humat cair yang diberikan adalah 10 mL per liter air untuk satu kali takaran (1AH), dan aplikasi senyawa humat diberikan tiga kali pemberian selama masa pertumbuhan tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa senyawa humat, baik yang diberikan secara tunggal maupun yang dikombinasikan dengan 50% atau 75% takaran pupuk N, P, K nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan hasil buah okra per tanaman dibandingkan dengan Kontrol. Perlakuan kombinasi 1AH+0.5NPK dan 2AH+0.5NPK menunjukkan nilai RAE lebih dari 100% (1NPK), yaitu masing-masing sebesar 154% dan 136%.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171946</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Integrasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) di Latosol dari Dramaga, Kabupaten Bogor.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171925</link>
<description>Pengaruh Integrasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N, P, K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) di Latosol dari Dramaga, Kabupaten Bogor.
Indriyati, Lilik Tri
Penggunaan jangka panjang dari pupuk kimia memiliki ancaman yang&#13;
serius pada produktivitas dan kualitas tanah, di mana kegiatan ini dapat&#13;
menurunkan bahan organik tanah melalui pemasaman tanah dan pembentukan&#13;
kerak tanah, dan perubahan komposisi dan aktivitas mikrob. Pemberian pupuk&#13;
organik umumnya dianggap sebagai cara efektif dalam mempertahankan&#13;
kesuburan tanah dan mengurangi jumlah pupuk anorganik yang harus&#13;
diberikan ke tanah. Perlakuan takaran pupuk organik cair yang dikombinasikan&#13;
dengan pupuk N, P, K disusun dalam rancangan acak kelompok dengan enam&#13;
perlakuan, yaitu Kontrol (tanpa pupuk), 100% pupuk N, P, K (1NPK),&#13;
½NPK+1PC, ½NPK+2PC, ¾NPK+1PC, dan ¾NPK+2PC. Perlakuan 1NPK&#13;
dilakukan sebagai pembanding menggunakan pupuk urea, SP36, dan KCl&#13;
dengan takaran rekomendasi masing-masing sebesar 112,5 kg N/ha (250 kg&#13;
urea/ha), 54 kg P2O5/ha (150 kg SP36/ha), dan 120 kg K2O/ha (200 kg&#13;
KCl/ha). Konsentrasi pupuk organik cair yang diberikan adalah 30 ml/L air&#13;
(1PC) dan 60 ml/L air (2PC) dan diberikan dengan jumlah yang sama ke petak&#13;
percobaan sesuai perlakuan pada 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 minggu setelah tanam&#13;
dengan cara disiramkan ke baris tanam tanaman jagung manis. Setiap&#13;
perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data&#13;
yang diperoleh menunjukkan bahwa pupuk organik yang dikombinasikan&#13;
dengan pupuk N, P, K dengan takaran 50% (½NPK) dan 75% (¾NPK) dari&#13;
takaran 1NPK nyata meningkatkan tinggi tanaman, bobot brangkasan tanaman&#13;
jagung manis, dan hasil panen jagung manis dibandingkan kontrol (tanpa&#13;
pemberian pupuk). Perlakuan kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik&#13;
yang diberikan tidak tidak berbeda nyata dengan perlakuan 1NPK terhadap&#13;
tinggi tanaman, bobot brangkasan, dan hasil panen jagung manis (tongkol&#13;
dengan kelobot). Perlakuan ½NPK+1PC, ½NPK+2PC, ¾NPK+1PC, dan&#13;
¾NPK+2PC menunjukkan efektivitas agronomi (nilai RAE) lebih tinggi daripada&#13;
pupuk 1NPK masing-masing dengan nilai RAE sebesar 117%, 122%, 114%,&#13;
dan 133%. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa pupuk organik bentuk cair&#13;
yang dikombinasikan dengan pupuk N, P, K mampu mengefisienkan&#13;
penggunaan pupuk anorganik N, P, K sebesar 25% sampai 50% dan efektif&#13;
dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen jagung manis.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171925</guid>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Aplikasi Pupuk Majemuk Npk (15-10-12) Pada  Tanah Sawah Dan Pengaruhnya Pada  Pertumbuhan Dan Hasil Panen Padi (Oryza  sativa)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171924</link>
<description>Aplikasi Pupuk Majemuk Npk (15-10-12) Pada  Tanah Sawah Dan Pengaruhnya Pada  Pertumbuhan Dan Hasil Panen Padi (Oryza  sativa)
Indriyati, Lilik Tri
Penelitian pengaruh aplikasi pupuk majemuk NPK (15-10-12) dilakukan &#13;
pada tanaman padi sawah sebagai tanaman indikator di Kebun Percobaan &#13;
Padi, Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Padi (IP2SIP) &#13;
Muara Kota Bogor yang disusun dalam rancangan acak kelompok dengan &#13;
enam perlakuan, yaitu Kontrol (tanpa N, K, dan P), NPK standar, 0.5 NPK, 1.0 &#13;
NPK, 1.5 NPK, dan 2.0 NPK. Perlakuan NPK standar dilakukan sebagai &#13;
pembanding dengan menggunakan pupuk urea (45% N), SP36 (36% P2O5) &#13;
dan KCl (60% K2O) yang sudah beredar di pasaran dengan takaran pupuk &#13;
masing-masing sebesar 250 kg urea/ha atau setara 112,5 kg N/ha, 150 kg &#13;
SP36/ha atau setara 54 kg P2O5/ha dan 100 kg KCl/ha atau setara 60 kg &#13;
K2O/ha. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 satuan &#13;
percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pupuk NPK (15-10-12) &#13;
nyata meningkatkan tinggi tanaman dan produksi gabah kering panen (GKP) &#13;
dibandingkan Kontrol (tanpa pupuk NPK). Hasil panen GKP maupun gabah &#13;
bersih pada perlakuan takaran pupuk NPK (15-10-12) tidak menunjukkan &#13;
perbedaan nyata dengan perlakuan NPK standar. Perlakuan 1.0 NPK, 1.5 &#13;
NPK, dan 2.0 NPK menunjukkan nilai RAE lebih dari nilai RAE perlakuan NPK &#13;
standar (=100%), yaitu masing-masing sebesar 101%, 106%, dan 104%.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171924</guid>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Naungan Buatan Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bawang Merah (Allium Cepa L.) Pada Tanah Regosol Di Dramaga, Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171901</link>
<description>Pengaruh Naungan Buatan Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bawang Merah (Allium Cepa L.) Pada Tanah Regosol Di Dramaga, Bogor
Chahyahusna, Affan
Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh naungan buatan dari panel surya terhadap&#13;
pertumbuhan vegetatif bawang merah (Allium cepa L.) varietas BIMA pada tanah regosol di&#13;
Dramaga, Bogor, Indonesia. Dilaksanakan dari Juli hingga September 2025 di Stasiun Riset&#13;
Agriphotovoltaic, Institut Pertanian Bogor, studi ini menggunakan desain percobaan acak&#13;
lengkap dengan dua perlakuan: naungan panel surya dan lahan terbuka, masing-masing dengan&#13;
12 ulangan. Pengamatan mingguan mencakup tinggi tanaman dan jumlah daun, diukur pada&#13;
tanaman dengan jarak tanam 15 x 50 cm. Hasil menunjukkan bahwa naungan panel surya&#13;
meningkatkan tinggi tanaman hingga 73% (rata-rata 29,7 cm) dan jumlah daun hingga 20%&#13;
(rata-rata 18,5 daun) dibandingkan lahan terbuka (17,2 cm dan 15,4 daun). Peningkatan ini&#13;
dikaitkan dengan modifikasi mikroiklim, seperti penurunan intensitas cahaya hingga 40%,&#13;
suhu 3-5°C lebih rendah, dan kelembaban lebih tinggi, yang mengurangi fotoinhibisi, stres&#13;
panas, dan evaporasi pada tanah regosol. Secara luas, agriphotovoltaics mendukung pertanian&#13;
berkelanjutan di daerah tropis dengan mengintegrasikan produksi energi dan pangan, meskipun&#13;
diperlukan optimasi desain panel untuk menghindari defisiensi cahaya. Penelitian ini&#13;
menekankan potensi agriphotovoltaics untuk ketahanan iklim dan menyarankan studi lanjutan&#13;
pada hasil umbi serta aspek ekonomi-lingkungan.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171901</guid>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
