<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Animal Disease and Veterinary Health</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/65</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:19:26 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-13T19:19:26Z</dc:date>
<item>
<title>Pelacakan Sianida Dalam Upaya Pencegahan Penggunaan Sianida Pada Destructive Fishing</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162539</link>
<description>Pelacakan Sianida Dalam Upaya Pencegahan Penggunaan Sianida Pada Destructive Fishing
Pribadi, Eko S; Deskiharto, Arman
Selain menggunakan setrum, sodium sianida juga digunakan untuk&#13;
menangkap ikan hidup-hidup dari habitat aslinya. Setelah ditangkap, ikan-ikan&#13;
tersebut dipindahkan dan disimpan dalam air tawar untuk memulihkan dan&#13;
mengurangi jumlah sianida karena hampir 80% dari semua sianida diubah&#13;
menjadi anion tiosianat (SCN-&#13;
). Anion tiosianat (SCN-&#13;
) dihasilkan melalui jalur&#13;
metabolisme utama untuk mendetoksifikasi anion sianida (CN-&#13;
) dan kemudian&#13;
dikeluarkan melalui air seni (urin) (Rubec et al., 2002).&#13;
Penangkapan ikan menggunakan sianida dianggap merupakan cara&#13;
menangkap ikan karang yang mudah dan murah. Ikan karang bernilai tinggi&#13;
dapat ditangkap hidup-hidup (Frey 2012). Penggunaan sianid tidak selektif&#13;
terhadap jenis ikan yang akan ditangkap. Terumbu karang hidup dapat&#13;
teracuni oleh sianida. Paparan sianida diketahui menyebabkan pemutihan&#13;
karang di terumbu, karena sianida mengganggu simbiosis hubungan antara&#13;
polip karang dan zooxanthelle yang memberi nutrisi pada karang (Mak et al.,&#13;
2005; Almany et al., 2007).&#13;
Meskipun melawan hukum, penangkapan ikan dengan sianida masih&#13;
umum dilakukan oleh nelayan di masyarakat miskin dan pedesaan yang&#13;
mengandalkan perdagangan untuk mata pencaharian mereka (Frey, 2012;&#13;
Reksodihardjo dan Lilley, 2007).  ...
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162539</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penggunaan Sianida dalam Penangkapan Ikan dan Potensi Risiko dalam Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160387</link>
<description>Penggunaan Sianida dalam Penangkapan Ikan dan Potensi Risiko dalam Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat
Pribadi, Eko Sugeng; Deskiharto, Arman
Sodium sianida (NaCN) dan garam sianida lainnya digunakan secara luas dalam berbagai&#13;
kegiatan industri, termasuk industri penghasil pewarna, pigmen, nilon, dan agen khelasi;&#13;
pembersihan, pelapisan listrik, dan pengerasan logam; ekstraksi emas dan perak dari bijih;&#13;
pembuatan adiponitril; gasifikasi batu bara; dan pengasapan kapal, bangunan, dan tanah&#13;
(Zhengwei 2005).&#13;
Sodium sianida juga digunakan oleh nelayan Indonesia untuk menangkap ikan yang tidak&#13;
sesuai dengan hukum. Nelayan menggunakan sodium sianida untuk memingsankan ikan&#13;
kerapu, napoleon, dan ikan-ikan hias lainnya yang hidup di sekitar perairan karang (Puspito&#13;
2010). Padahal kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan, alat atau cara yang&#13;
merusak sumberdaya ikan maupun lingkungannya, seperti menggunakan bahan peledak,&#13;
bahan beracun, strum, dan alat tangkap lainnya yang tidak ramah lingkungan. Larutan sianida&#13;
sangat beracun bagi hewan laut yang lebih kecil dan terumbu karang, penggunaannya&#13;
terkenal sebagai praktik penangkapan ikan yang merusak dan ilegal, yang menyebabkan&#13;
degradasi terumbu karang yang parah. Cara penangkapan ikan seperti ini tentu dilarang oleh&#13;
Pemerintah melalui KepMen KP Nomor 114 tahun 2019 (Erdmann dan Pet-Soede 1997;&#13;
Petrossian 2015). Meskipun secara resmi dilarang, praktik ini masih banyak dilakukan di&#13;
seluruh Asia Tenggara. Praktik ini memasok perdagangan internasional ikan karang hidup di&#13;
Kalimantan Timur yang menguntungkan, khususnya ikan kerapu karang dan ikan kerapu&#13;
yang berakhir sebagai makanan laut mewah di kota-kota Asia yang sedang berkembang&#13;
(Fabinyi 2016; Pauwelussen 2022). ..
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160387</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Laporan Kasus: Suspek Hidronefrosis akibat Tumor Prostat pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160142</link>
<description>Laporan Kasus: Suspek Hidronefrosis akibat Tumor Prostat pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB
Amani, Aqila Zata; Darmawan, Aurelia Huriyah Fathin; Caesarani, Rizky Mastrinda; Ananda, Fawwazzaki; Kurniawan, Muhamad Azkaa; Ma’rufi, Yoga Sekar; Intan, Felisa Sonya; Idajanto, Amrullah Putra Pratama; Zuwono, Salma Aqilah; Hanna, Aisya; Afiqah, Nur; Wulansari, Retno; Wibowo, Deny Setyo
Seekor anjing jantan intact ras campuran berumur 16 tahun bernama Brownies dibawa ke&#13;
Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP), Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB), IPB&#13;
University. Pasien datang dengan keluhan tidak mau makan hingga dua hari, berdiri dan jalan tidak&#13;
stabil, muntah, nistagmus, dan sempat jatuh terguling. Pemeriksaan fisik palpasi abdomen&#13;
menunjukkan adanya pembesaran serta nyeri pada kelenjar prostat. Setelah dilakukan pemeriksaan&#13;
penunjang hematologi, anjing menunjukkan penurunan jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit,&#13;
trombosit, dan PCT. Hasil pemeriksaan kimia darah menunjukkan penurunan kadar SGOT serta&#13;
peningkatan kadar BUN dan kreatinin. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan adanya formasi&#13;
kristal pada pyelum ginjal kiri, perubahan batas antara korteks dengan medula dan atrofi ginjal&#13;
kanan, peningkatan ketebalan vesika urinaria, serta perubahan ekogenitas parenkim dan ukuran&#13;
prostat. Hasil pemeriksaan radiografi menunjukkan adanya pembesaran pada prostat dan&#13;
preputium. Hasil pemeriksaan urinalisis menunjukkan peningkatan UPC serta adanya protein,&#13;
darah, kreatinin, dan leukosit. Kasus ini memiliki diagnosa banding yaitu hidronefrosis, tumor&#13;
prostat, prostatitis, dan neuron injury dengan prognosis infausta. Penanganan pada kasus ini&#13;
dilakukan dengan pemberian terapi berupa infus asering, suplemen, bronkodilatator, diuretik, serta&#13;
antiemetik.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160142</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Feline Panleukopenia Virus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160141</link>
<description>Feline Panleukopenia Virus
Putri, Shila Rahmafia; Widhyari, Sus Derthi; Wulansari, Retno; Wijaya, Agus
Seekor kucing dibawa ke salah satu klinik di daerah Jakarta dengan keluhan lemas dan tidak mau&#13;
makan beberapa hari. Kucing belum pernah divaksin dan tinggal pada lingkungan yang terbuka. Kucing&#13;
mengalami diare dan muntah sejak 3 hari yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan signalement dari&#13;
hewan ini adalah kucing bernama Eneng, berjenis kelamin betina, dan merupakan ras mixed breed. Suhu&#13;
tubuh kucing saat pertama kali dilakukan pemeriksaan fisik menunjukkan angka 38.3ºC yang berarti&#13;
suhu tubuh dalam keadaan normal Berat badan kucing saat ditimbang 2.4 kg. Kucing belum pernah&#13;
divaksin dan belum diberikan obat cacing. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160141</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
