<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>PAATP</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5963</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 06:52:44 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-18T06:52:44Z</dc:date>
<item>
<title>Pengembangan sistem informasi geografis (sig)  berbasis modeling tanaman untuk agribisnis jarak  (ricinus communis l.) di indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7189</link>
<description>Pengembangan sistem informasi geografis (sig)  berbasis modeling tanaman untuk agribisnis jarak  (ricinus communis l.) di indonesia
Risdiyanto, Idung; Handoko; Djufry, Fadjry; Mamay H.S.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi geografi yang berbasis pada model simulasi tanaman untuk pengembangan agribisnis tanaman jarak dan dikembangakan sebagai suatu perangkat lunak yang mengintegrasikan antara model numerik dan model spasial sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan dan pengambilan keputusan Metode Penelitian  Proses integrasi antara model numerik dan spasial menjadi suatu sistem dimulai dengan analisis model numerik guna mengetahui peubah dan parameter model yang dapat dispasialkan.   Model numerik yang digunakan adalah model simulasi tanaman jarak yang terdiri dari 4 sub-model mekanistik yang terdiri dari model neraca air, perkembangan, pertumbuhan dan model analisis usaha tani.  Data masukan model tersebut adalah data cuaca harian dan tanah.  Sedangkan model spasial disusun dengan melakukan modifikasi masukan data numerik menjadi data antribut suatu data spasial serta melakukan perubahan algoritma pemrograman komputer  Hasil dan Pembahasan  Hasil dari integrasi kedua model tersebut menghasilkan suatu sistem informasi geografi tanaman jarak yang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk manajemen agribisnis tanaman jarak (budidaya, pewilayahan dan analisis usaha tani) di Indonesia.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7189</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Konstruksi pustaka cdna dan analisis ekspresi  gen pada klon karet  resisten terhadap penyakut gugur daun corynespora cassiicola</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7183</link>
<description>Konstruksi pustaka cdna dan analisis ekspresi  gen pada klon karet  resisten terhadap penyakut gugur daun corynespora cassiicola
Aswidinnoor, Hajrial
Dari 9 klon karet dengan tingkat resistensi berbeda terhadap infeksi               C. cassiicola telah diuji resistensinya secara terkontrol terhadap isolat             C. cassiicola.  Dari pengujian tersebut telah dipilih satu klon resisten,  yakni AVROS 2037,  untuk digunakan sebagai sumber RNA dalam konstruksi pustaka cDNA.  Keberhasilan proses konstruksi cDNA tergantung pada kualitas total RNA.  Oleh karena itu metode isolasi sering merupakan titik kritikal dalam hal ini. Dalam rangka mendapatkan RNA dengan kualitas tinggi dan tidak terdegradasi, telah diuji dua macam metode isolasi RNA.  Metode SDS akhirnya ditetapkan sebagai metode yang sesuai untuk isolasi DNA dari daun tanaman karet.  Aplikasi metode SDS dengan menggunakan daun tanaman dewasa klon AVROS 2037,  telah berhasil diperoleh RNA dengan kualitas dan kuantitas tinggi.  Sebanyak 0,25% mRNA dapat dimurnikan dari RNA total tersebut dan dengan kualitas baik.  Selanjutnya dengan cara transkipsi balik terhadap m RNA menggunakan enzim reverve trancriptase, cDNA dengan kualitas tinggi berhasil diperoleh.  Sedangkan fraksinasi fragmen cDNA menggunakan kolom CHROMA SPIN-400 telah berhasil memisahkan fragmen cDNA dengan ukuran 500bp ke atas. Fragmen tersebut akan diligasikan ke vektor kloning untuk selanjutnya ditransformasi ke E. coli.  Keberhasilan mendapatkan cDNA utas ganda dari daun tanaman karet menunjukkan bahwa berbagai tahapan kritikal telah dapat diatas.  Salah satu tahap kritikal adalah mempertahankan RNA dan mRNA terhadap proses degradasi.  Kedua molekul tersebut diketahui merupakan campuran komplek yang dengan mudah terdegradasi yang merepresentasikan proses transkrip dari gen-gen yang sedang aktif pada jaringan atau sel tertentu. Kloning fragmen cDNA dilakukan menggunakan vektor pGEM® -T Easy  yang dimodifikasi dengan penambahan utas ganda oligonukleotida sepanjang 38 bp. Oligonukleotida tersebut memiliki situs enzim restriksi Sfi I asimetrik sehingga apabila diligasikan ke vektor dan vektor kemudian dipotong dengan enzim Sfi I maka vektor tersebut sesuai untuk diligasikan dengan fragmen cDNA yang juga dipotong dengan enzim yang sama.  Modifikasi vektor telah berhasil dilaksanakan dan transformasi vektor modifikasi ke bakteri E. coli DH5 kompeten menghasilkan koloni putih yang mengindikasikan bahwa oligo Sfi telah menyisip pada vektor.  Vektor modifikasi selanjutnya disebut sebagai vektor pGEM® - T Easy – Oligo Sfi.  Ligasi fragmen cDNA pada vektor pGEM® - T Easy – Oligo Sfi  serta transformasinya pada bakteri  E. coli DH5 kompeten  telah menghasilkan sebanyak 6000 koloni dengan titer sebesar 2,7 x 10 cfu/µg,  dimana 93% merupakan transforman.  Ukuran fragmen cDNA yang diperoleh berkisar antara 300 – 2000 – bp. Studi ekspresi gen penyandi hevein pada klon karet resisten dan rentan, masing-masing diberi perlakuan patogen serta kontrolnya,  tidak menunjukkan bahwa gen tersebut berperan dalam resistensi klon karet terhadap infeksi C.cassiicola.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7183</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Inovasi pembuatan suplemen katalitik untuk peningkatan produktivitas ruminansia di daerah marginal dan submarginal</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7180</link>
<description>Inovasi pembuatan suplemen katalitik untuk peningkatan produktivitas ruminansia di daerah marginal dan submarginal
Parakkasi, Aminuddin
Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), musim kemarau lebih panjang dibanding dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI).  Hal ini menyebabkan produksi hijauan sangat terbatas dan kualitasnyapun rendah. Bahan pakan konsentratpun sangat bersaing dengan manusia, kecuali sagu juga pada umumnya masih banyak yang tersedia.  Hal ini merupakan salah satu hambatan produktivitas ruminansia di kawasan itu. Inovasi teknologi dengan melakukan gelatinisasi dan ditambahkan dengan berbagai sumber NPN dan penambahan mineral esensial Cobalt(Co) dan Seng (Zn), akan mampu menyediakan sintesis protein bagi mikroba rumen yang pada akhirnya akan digunakan oleh ternak.  Perlakuan yang diberikan terdiri atas  3 tahap in-vitro yaitu: Tahap ke –1. Gelatinisasi (mencari suhu optimal dan waktu yang tepat selama pemanasan sampai terbentuk gelatin) terdiri atas 5 perlakuan  suhu 800C, 850C, 900C, 950C  dan 1000C;  tahap ke 2.  Menyiasati  konsentrasi NH3 dengan menggunakan gelatinisasi terbaik suhu 900C ditambahkan dengan 3 sumber NPN (urea, amonium sulfat dan amonium fosfat)  9 perlakukan dan 3 ulangan; tahap k3-3. Pengujian In-vitro  berbagai sumber NPN, gelatin sagu dan mineral kobalt dan seng. Perlakukan gelatinisasi 900C + urae 1% (Co 0,2 ppm; Zn 35 ppm; Co 0,2 ppm dan Zn 35 ppm);  dan kontrol positif (Bungkil kedelei) Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pembentukan gelatin yang sempurna pada suhu pemasanan 900 C dengan lama proses 1,23 menit.  Perlakuan pembuatan suplemen pakan ternak dengan menggunakan gelatin sagu ditambahkan amonium sulfat dan mineral kobalt 0,02 ppm dan seng 35 ppm, memberikan respons yang nyata terhadap produksi NH3, VFA Total, kecernaan ransum, pertumbuhan mikroba rumen, dan penambahan bobot badan harian yang nyata, serta income over feed domba terbaik sebesar Rp. 838,-/ekor/hari.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7180</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Model Otentikasi Komposisi Obat Bahan Alam : Diagram Kontrol Berbasis Plot Komponen Utama Spektra Ftir Bahan Penyusun Obat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6511</link>
<description>Model Otentikasi Komposisi Obat Bahan Alam : Diagram Kontrol Berbasis Plot Komponen Utama Spektra Ftir Bahan Penyusun Obat
Iswantini, Dyah; Rafi, Muhamad; Soleh, Agus M.
Pengujian keotentikan suatu obat bahan alam akan lebih baik jika dilakukan melalui karakteristik yang menyeluruh karena kompleksnya komposisi senyawa yang dikandungnya. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah spektroskopi FTIR. Spektra FTIR dihasilkan dari interaksi antara energi sinar inframerah dan komponen kimia penyusun campuran bahan sehingga suatu spektra FTIR merupakan indentitas khas campuran tersebut. Pola spektra FTIR yang kompleks dapat menyebabkan kesulitan interpretasi spektra secara visual sehingga diperlukan metode kemometrik yang dapat menghubungkan profil spektra dengan informasi tersembunyi yang dikandung oleh suatu komposisi campuran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji model pengujian otentikasi komposisi obat bahan alam. Pengukuran spektra inframerah dilakukan terhadap formula obat yang persentase komposisinya ditentukan melalui desain percobaan campuran tipe kisi 3. Hasil penggabungan spektrum inframerah dari ekstrak seledri-kumis kucing (SDKK) dengan ekstrak seledri-sambiloto (SDSBL) menghasilkan proporsi kumulatif yang diterangkan oleh komponen utama pertama dan kedua sebesar 93,40%. Hasil serupa diperoleh dengan menggabungkan data spektrum inframerah yang telah diseleksi dari kombinasi ekstrak seledri-kumis kucing dan seledri-reserpin. Total proporsi kumulatif dari komponen utama pertama dan kedua menujukkan nilai sebesar 93,43%.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/6511</guid>
<dc:date>2007-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
