<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Jurnal Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58904</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 21:31:18 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-15T21:31:18Z</dc:date>
<item>
<title>Aplikasi probiotik amilotik pada pakan berbasis karbohidrat tinggi untuk mrningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila ( Oreochromis niloticus)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61608</link>
<description>Aplikasi probiotik amilotik pada pakan berbasis karbohidrat tinggi untuk mrningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila ( Oreochromis niloticus)
Putra, Achmad Noerkhaerin; Widanarni; Utomo, Bambang Nur Priyo
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakanje nis ikan yang mempunyal nilai ekonomis tinggi. Namun pada sisi lain, usaha budidaya ikan nila secara intensif menghadapi beberapa masalah, diantaranya adalah harga pakan buatan relatif mahal yang tidak diikuti oleh harga jual produk dan nilai efisiensi pakan dari ikan nila. Harga pakan buatan yang relatif rnahal ini disebabkan oleh tingginya kandungan protein dalam pakan. Pada ikan, protein lebih efektif digunakan sebagai sumber energi daripada karbohidrat (Furuichi 1988). Kecemaank arbohidratp ada ikan relatif rendahk arenak etersediand an aktivitas enzim amilased alam saluranp encernaanik an cukup kecil dibandingkand engan hewan terestrial dan manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatana ktivitase nzim amilases ehinggap enggunaanp rotein sebagasi sumber energi dapat dikurangi dan pemanfaatank arbohidrats ebagai sumber energi dapat ditingkatkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkank etersedian enzim amilase pada ikan adalahm elalui penambahanp robiotik amilolitik pada pakan. Probiotik adalah suplementassi el mikroba utuh atau kompenens el mikroba pada pakan atau lingkungan hidupnya yang menguntungkan inangnya (Irianto 2003). Dalam Aplikasi Probiotik Amilolitik Pada peningkatan nilai nutrisi pakan, probiotik antara laitt memiliki rnekanisme aksi dalam menghasilkanb eberapae rlzim exogenousu ntuk pencemaanp akan seperti amilase, protease, lipase dan sellulase (Wang et al. 2008)- Enzim exogenous tersebut akan membantu eruim endogenous dari inang untuk menghidrolisis nutrien pakan seperti memecah atau menguraikan rantai panjang karbohidrat, protein dan lemak yang menlusun pakan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi peranan probiotik amilolitik dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan nila (Oreochromisn iloticus).
</description>
<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 08:12:57 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61608</guid>
<dc:date>2013-03-22T08:12:57Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEK PEMBERIAN TEPUNG BIJI KAPUK (Ceiba petandra):HUBUNGANNYA DENGAN AKTI!VITAS ENZIM PENCERNAAN JUVENIL UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61408</link>
<description>EFEK PEMBERIAN TEPUNG BIJI KAPUK (Ceiba petandra):HUBUNGANNYA DENGAN AKTI!VITAS ENZIM PENCERNAAN JUVENIL UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei)
MUSKITA, WELLEM; HARRIS, ENANG; SUPRAYUDI, AGUS. M; JUSADI, DEDI
This research was conducted to understand the effect of kapok seed meal (KSM) on digestive enzyme activily ofjuvenile white shrimp. Trcatment used in this str:dy was divided to 0% kapok seed meal (A), 10% kapok seed meal @), 20% kapok seed meal (C), 30% kapok seed meal (C) and 40% kapok seed meal (D) for 14 days culhrre period, meanwhile the obsewed pammetersw ere enz),mea ctivity of proteasel,i pase and amylase,a ccumulationo f feed consumed and the suwival ftte. Enzyme activity as well as th€ accumulation of feed consumed was calculated every day on each sample, while the sudival rate was calculated at tle end of the cultue period. The results show that by given KSM 10%,20%, 30%. And 4 0 %, enzymea ctivity of protease, lipase and amylase can be reduced; an increasing of KSM in feed would decrease the activity of these three enzymes. The addition of KSM in feed could reduce feed palatability, indicated by a decrcasing amount of feed consumed. This decreasing enzyre activity which caused by increasing levels of KSM content in the feed will reduce the survival rate of shrimp, and therefore, the higher the content of KSM the lower survival rate of shrimp.
</description>
<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61408</guid>
<dc:date>2011-07-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Efek pemberian tepung biji kapuk (Ceibo petondra)  hubungannya dengan histologi hepatopankreajsu venil udang vaname( LitopenoeusD onnomei)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61106</link>
<description>Efek pemberian tepung biji kapuk (Ceibo petondra)  hubungannya dengan histologi hepatopankreajsu venil udang vaname( LitopenoeusD onnomei)
Muskita, Wellem H.; Harris, Enang; Suprayudi, Agus. M; Jusadi, Dedi
</description>
<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 02:07:32 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61106</guid>
<dc:date>2013-03-07T02:07:32Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kajian Aspek Pertumbuhan Populasi Pokea(Batissa violacea celebensis Martens, 1897) di Sungai Pohara Sulawesi Tenggara</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59400</link>
<description>Kajian Aspek Pertumbuhan Populasi Pokea(Batissa violacea celebensis Martens, 1897) di Sungai Pohara Sulawesi Tenggara
Bahtiar; Yulianda, Fredinan; Setyobudiandi, Isdradjat
Pokea merupakan bivalvia endemik Sulawesi dan bernilai ekonomis penting bagi masyarakat Kota Kendari. Penambangan pasir dan penangkapan pokea di duga sebagai salah satu faktor penyebab menurunnya kualitas dan kuantitas pokea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan populasi pokea di lokasi penambangan pasir, lokasi penangkapan pokea dan habitat alamiahnya. Penarikan contoh pokea dilakukan di lapangan dan analisis pokea (panjang) dilaksanakan di laboratorium. Penarikan contoh dilakukan selama 3 bulan dengan ulangan setiap minggu (12 kali). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dengan menggunakan program FiSAT 2002. Panjang cangkang pokea yang ditemukan berkisar antara 0.9-6.3 cm dengan rata-rata 3.31 ± 0.99 cm yang tersebar dalam 1-3 kelompok ukuran. Pertumbuhan populasi pokea tercepat ditemukan di habitat alamiah (stasiun I) dengan nilai koefisien 0.87 dan terendah ditemukan pada lokasi penambangan pasir (stasiun II) dengan nilai koefisien 0.44. Panjang takhingga (L∞) tertinggi ditemukan pada daerah dekat muara (stasiun IV) dengan nilai 6.59 cm dan terendah ditemukan di daerah penangkapan pokea. (stasiun III) dengan nilai 4.79 cm. Hasil ini menunjukan bahwa eksploitasi dan aktivitas penangkapan mempengaruhi kualitas pertumbuhan populasi pokea.
</description>
<pubDate>Thu, 10 Jan 2013 06:32:15 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59400</guid>
<dc:date>2013-01-10T06:32:15Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
