<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Nutritional Sciencies and Feed Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 09:37:59 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-12T09:37:59Z</dc:date>
<item>
<title>Pemberian Total Mixed Ration dengan Ukuran Cacahan Hijauan Berbeda terhadap Tingkah Laku sebagai Indikator Risiko Asidosis Rumen Domba Penggemukan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173832</link>
<description>Pemberian Total Mixed Ration dengan Ukuran Cacahan Hijauan Berbeda terhadap Tingkah Laku sebagai Indikator Risiko Asidosis Rumen Domba Penggemukan
Barkah, Nisa Nurmilati
Asidosis rumen merupakan salah satu gangguan metabolik yang sering terjadi pada domba penggemukan akibat pemberian pakan konsentrat tinggi. Perubahan tingkah laku dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mendeteksi risiko asidosis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkah laku sebagai indikator risiko asidosis rumen pada domba penggemukan yang diberi Total Mixed Ration (TMR) dengan komposisi ukuran cacahan hijauan berbeda. Penelitian menggunakan 20 ekor domba jantan yang dipelihara selama 2,5 bulan dalam empat kandang koloni. Ransum berupa TMR dengan kombinasi ukuran cacahan hijauan panjang (≥40 mm) dan sedang (20 mm) pada rasio 30:70. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku makan, aktivitas, posisi tubuh, kondisi rumen, respons terhadap rangsangan, karakteristik feses, salivasi, frekuensi pernapasan, dehidrasi, kemampuan berjalan, dan respons nyeri abdomen. Hasil menunjukkan bahwa 16 ekor domba memperlihatkan tingkah laku dan kondisi klinis yang normal, sedangkan empat ekor menunjukkan perubahan pada beberapa indikator yang mengarah pada dugaan risiko asidosis rumen. Disimpulkan bahwa pemberian TMR dengan komposisi ukuran cacahan hijauan yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan risiko gangguan tingkah laku yang berkaitan dengan asidosis rumen relatif rendah. Pengukuran parameter fermentasi rumen diperlukan untuk mengonfirmasi dugaan risiko asidosis yang diamati berdasarkan perubahan tingkah laku.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173832</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Respons Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Clitoria ternatea terhadap Perlakuan Cacing Tanah (Eisenia foetida) dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kandang</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171818</link>
<description>Respons Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Clitoria ternatea terhadap Perlakuan Cacing Tanah (Eisenia foetida) dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kandang
Permana, Asep Tata; Permana, Idat Galih; Marmaz, Fairuz Yunissa
Clitoria ternatea merupakan leguminosa pakan tropis yang berpotensi&#13;
dikembangkan sebagai sumber hijauan berkualitas. Pertumbuhan dan kualitas&#13;
tanaman leguminosa sangat dipengaruhi oleh pengelolaan tanah, termasuk&#13;
pemberian pupuk kandang dan perlakuan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi respons pertumbuhan dan kualitas tanaman C. ternatea terhadap&#13;
perlakuan cacing tanah dan frekuensi pemberian pupuk kandang pada fase vegetatif&#13;
awal. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 2 × 4&#13;
dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan cacing tanah, yaitu tanpa&#13;
cacing dan dengan penambahan Eisenia foetida sebanyak 50 ekor per pot. Faktor&#13;
kedua adalah frekuensi pemberian pupuk kandang, yaitu 1, 2, 3, dan 4 kali dengan&#13;
total dosis yang sama, yaitu 1.500 g per pot. Peubah yang diamati meliputi tinggi&#13;
tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering tanaman (akar, batang, dan daun),&#13;
serta kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) tanaman pada umur 8&#13;
minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cacing tanah&#13;
dan frekuensi pemberian pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi&#13;
tanaman, jumlah daun, serta kandungan N, P, dan K tanaman. Interaksi perlakuan&#13;
berpengaruh nyata terhadap biomassa akar, baik berat segar maupun berat kering,&#13;
sedangkan biomassa batang dan daun tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil&#13;
ini menunjukkan bahwa pada fase vegetatif awal, respons perlakuan lebih dahulu&#13;
termanifestasi pada sistem perakaran dibandingkan pertumbuhan tajuk dan kualitas&#13;
nutrisi tanaman.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171818</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hibah Program Pengembangan Divisi&#13;
Strategi Peningkatan Kinerja Divisi Manufaktur dan Industri Pakan melalui Pemutakhiran Instrumen Pembelajaran, Peningkatan Kerjasama Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161362</link>
<description>Hibah Program Pengembangan Divisi&#13;
Strategi Peningkatan Kinerja Divisi Manufaktur dan Industri Pakan melalui Pemutakhiran Instrumen Pembelajaran, Peningkatan Kerjasama Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat
Retnani M, Yuli; Tim Dosen Div. Manufaktur dan Industri Pakan
Struktur organisasi dalam statuta IPB dan Organisasi Tata Kelola menyatakan bahwa&#13;
divisi (bagian) merupakan unit yang berada dibawah departemen yang berfungsi&#13;
sebagai pelaksana pengembangan keilmuan, pelayanan mata kuliah, dan pengelolaan&#13;
sumber daya manusia sesuai dengan mandat dan ruang lingkup keilmuan tertentu.&#13;
Divisi Manufaktur dan Industri Pakan (MIP) merupakan divisi dibawah Departemen&#13;
Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan yang berperan melakukan pengembangan ilmu&#13;
pengetahuan dan teknologi di bidang industri pakan sekaligus mendiseminasikannya&#13;
kepada mahasiswa, masyarakat umum dan industri pakan. Oleh sebab itu, keilmuan&#13;
divisi MIP berperan penting dalam menjembatani dan mengkomersialisasikan inovasi&#13;
produk pakan dengan industri pakan sebagai mitra tri dharma pendidikan tinggi.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161362</guid>
<dc:date>2024-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Precision Challenge Dan Starter Feeding Dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting Dan Kematian Pedet Sapi Pedaging Dalam Mendukung Program Pembibitan Sapi Di Desa Korporasi Sapi Kabupaten Lampung Selatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160364</link>
<description>Precision Challenge Dan Starter Feeding Dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting Dan Kematian Pedet Sapi Pedaging Dalam Mendukung Program Pembibitan Sapi Di Desa Korporasi Sapi Kabupaten Lampung Selatan; LAPORAN AKHIR PROGRAM DANA PADANAN TAHUN ANGGARAN 2024
Prihantoro, Iwan; Retnani, Yuli; Ismail, Ahyar; Fassah, Dilla Mareistia; Ulum, Mokhamad Fakhrul
Tingginya prevalensi stunting dan kematian pedet sapi pedaging di Desa Korporasi Sapi, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi tantangan utama dalam mendukung program pembibitan sapi. Program Precision Challenge dan Starter Feeding (PCSF) bertujuan untuk menurunkan prevalensi masalah tersebut melalui inovasi teknologi seperti pupuk hayati mikoriza untuk meningkatkan kesuburan dan produksi rumput gajah pakchong, challenge feed, starter feed, dan susu pengganti, yang diterapkan secara terpadu pada 20 kelompok ternak dengan total populasi 3399 ekor sapi. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan reproduksi, dan pengawasan langsung maupun tidak langsung. Melalui program Precision Challenge dan Starter Feeding (PCSF), diterapkan inovasi teknologi seperti pupuk hayati mikoriza, challenge feed, starter feed, dan susu pengganti yang didukung oleh pelatihan intensif, pendampingan reproduksi, dan pengawasan terpadu. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk perluasan kebun hijauan menjadi 12,5 hektar dengan penerapan pupuk hayati mikoriza meningkatkan produksi rumput pakchong hingga 25 ton, dan peningkatan kompetensi 30 peternak dalam memproduksi pakan berkualitas. Selain itu, 211 ekor sapi betina menunjukkan performa reproduksi yang optimal dengan tidak adanya gangguan reproduksi, sementara pedet prasapih mencapai tingkat kesehatan optimal tanpa kasus stunting dan kematian. Produk inovasi, seperti pupuk mikoriza untuk peningkatan produksi rumput gajah pakchong, produksi challenge feeding, starter feed, susu pengganti dan mineral pakan berhasil meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan kesehatan pedet. Program ini secara nyata menurunkan prevalensi stunting dan kematian pedet, meningkatkan produktivitas peternakan, serta memberikan panduan praktis yang dapat direplikasi untuk mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di Indonesia.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160364</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
