<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Nutritional Sciencies and Feed Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 22:07:15 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-03T22:07:15Z</dc:date>
<item>
<title>Respons Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Clitoria ternatea terhadap Perlakuan Cacing Tanah (Eisenia foetida) dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kandang</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171818</link>
<description>Respons Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Clitoria ternatea terhadap Perlakuan Cacing Tanah (Eisenia foetida) dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kandang
Permana, Asep Tata; Permana, Idat Galih; Marmaz, Fairuz Yunissa
Clitoria ternatea merupakan leguminosa pakan tropis yang berpotensi&#13;
dikembangkan sebagai sumber hijauan berkualitas. Pertumbuhan dan kualitas&#13;
tanaman leguminosa sangat dipengaruhi oleh pengelolaan tanah, termasuk&#13;
pemberian pupuk kandang dan perlakuan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi respons pertumbuhan dan kualitas tanaman C. ternatea terhadap&#13;
perlakuan cacing tanah dan frekuensi pemberian pupuk kandang pada fase vegetatif&#13;
awal. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 2 × 4&#13;
dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan cacing tanah, yaitu tanpa&#13;
cacing dan dengan penambahan Eisenia foetida sebanyak 50 ekor per pot. Faktor&#13;
kedua adalah frekuensi pemberian pupuk kandang, yaitu 1, 2, 3, dan 4 kali dengan&#13;
total dosis yang sama, yaitu 1.500 g per pot. Peubah yang diamati meliputi tinggi&#13;
tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering tanaman (akar, batang, dan daun),&#13;
serta kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) tanaman pada umur 8&#13;
minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cacing tanah&#13;
dan frekuensi pemberian pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi&#13;
tanaman, jumlah daun, serta kandungan N, P, dan K tanaman. Interaksi perlakuan&#13;
berpengaruh nyata terhadap biomassa akar, baik berat segar maupun berat kering,&#13;
sedangkan biomassa batang dan daun tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil&#13;
ini menunjukkan bahwa pada fase vegetatif awal, respons perlakuan lebih dahulu&#13;
termanifestasi pada sistem perakaran dibandingkan pertumbuhan tajuk dan kualitas&#13;
nutrisi tanaman.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171818</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hibah Program Pengembangan Divisi&#13;
Strategi Peningkatan Kinerja Divisi Manufaktur dan Industri Pakan melalui Pemutakhiran Instrumen Pembelajaran, Peningkatan Kerjasama Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161362</link>
<description>Hibah Program Pengembangan Divisi&#13;
Strategi Peningkatan Kinerja Divisi Manufaktur dan Industri Pakan melalui Pemutakhiran Instrumen Pembelajaran, Peningkatan Kerjasama Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat
Retnani M, Yuli; Tim Dosen Div. Manufaktur dan Industri Pakan
Struktur organisasi dalam statuta IPB dan Organisasi Tata Kelola menyatakan bahwa&#13;
divisi (bagian) merupakan unit yang berada dibawah departemen yang berfungsi&#13;
sebagai pelaksana pengembangan keilmuan, pelayanan mata kuliah, dan pengelolaan&#13;
sumber daya manusia sesuai dengan mandat dan ruang lingkup keilmuan tertentu.&#13;
Divisi Manufaktur dan Industri Pakan (MIP) merupakan divisi dibawah Departemen&#13;
Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan yang berperan melakukan pengembangan ilmu&#13;
pengetahuan dan teknologi di bidang industri pakan sekaligus mendiseminasikannya&#13;
kepada mahasiswa, masyarakat umum dan industri pakan. Oleh sebab itu, keilmuan&#13;
divisi MIP berperan penting dalam menjembatani dan mengkomersialisasikan inovasi&#13;
produk pakan dengan industri pakan sebagai mitra tri dharma pendidikan tinggi.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161362</guid>
<dc:date>2024-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Precision Challenge Dan Starter Feeding Dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting Dan Kematian Pedet Sapi Pedaging Dalam Mendukung Program Pembibitan Sapi Di Desa Korporasi Sapi Kabupaten Lampung Selatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160364</link>
<description>Precision Challenge Dan Starter Feeding Dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting Dan Kematian Pedet Sapi Pedaging Dalam Mendukung Program Pembibitan Sapi Di Desa Korporasi Sapi Kabupaten Lampung Selatan; LAPORAN AKHIR PROGRAM DANA PADANAN TAHUN ANGGARAN 2024
Prihantoro, Iwan; Retnani, Yuli; Ismail, Ahyar; Fassah, Dilla Mareistia; Ulum, Mokhamad Fakhrul
Tingginya prevalensi stunting dan kematian pedet sapi pedaging di Desa Korporasi Sapi, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi tantangan utama dalam mendukung program pembibitan sapi. Program Precision Challenge dan Starter Feeding (PCSF) bertujuan untuk menurunkan prevalensi masalah tersebut melalui inovasi teknologi seperti pupuk hayati mikoriza untuk meningkatkan kesuburan dan produksi rumput gajah pakchong, challenge feed, starter feed, dan susu pengganti, yang diterapkan secara terpadu pada 20 kelompok ternak dengan total populasi 3399 ekor sapi. Metode yang digunakan mencakup pelatihan, implementasi teknologi, pendampingan reproduksi, dan pengawasan langsung maupun tidak langsung. Melalui program Precision Challenge dan Starter Feeding (PCSF), diterapkan inovasi teknologi seperti pupuk hayati mikoriza, challenge feed, starter feed, dan susu pengganti yang didukung oleh pelatihan intensif, pendampingan reproduksi, dan pengawasan terpadu. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk perluasan kebun hijauan menjadi 12,5 hektar dengan penerapan pupuk hayati mikoriza meningkatkan produksi rumput pakchong hingga 25 ton, dan peningkatan kompetensi 30 peternak dalam memproduksi pakan berkualitas. Selain itu, 211 ekor sapi betina menunjukkan performa reproduksi yang optimal dengan tidak adanya gangguan reproduksi, sementara pedet prasapih mencapai tingkat kesehatan optimal tanpa kasus stunting dan kematian. Produk inovasi, seperti pupuk mikoriza untuk peningkatan produksi rumput gajah pakchong, produksi challenge feeding, starter feed, susu pengganti dan mineral pakan berhasil meningkatkan efisiensi pertumbuhan dan kesehatan pedet. Program ini secara nyata menurunkan prevalensi stunting dan kematian pedet, meningkatkan produktivitas peternakan, serta memberikan panduan praktis yang dapat direplikasi untuk mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di Indonesia.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160364</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Cacing Eisenia foetida dan Frekuesi Pemberian Pupuk Kandang  terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Clitoria ternatea</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160300</link>
<description>Pengaruh Cacing Eisenia foetida dan Frekuesi Pemberian Pupuk Kandang  terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Clitoria ternatea
Permana, Asep Tata; Permana, Idat Galih; Marmas, Fairuz Yunissa
Legum merupakan hijauan dengan kandungan protein kasar sebesar 10,5%-25,5%.&#13;
Produktivitasnya dapat meningkat dengan penambahan unsur hara dari bahan organik,&#13;
terutama melalui peran cacing tanah dalam menguraikan bahan organik. Penelitian ini&#13;
bertujuan mengevaluasi pertumbuhan Clitoria ternatea pada fase vegetatif dengan&#13;
penambahan cacing Eisenia foetida dan feses sapi. Penelitian menggunakan rancangan acak&#13;
lengkap faktorial (2 x 4) dengan 3 ulangan. Sebanyak 2 tanaman C. ternatea ditanam dalam&#13;
pot, masing-masing mendapatkan 1.500 g feses sapi dengan waktu aplikasi yang berbeda (1,&#13;
2, 3, dan 4 kali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara E. foetida dan waktu&#13;
aplikasi feses sapi secara signifikan (P&lt;0,05) memengaruhi produktivitas akar, baik pada berat&#13;
segar maupun berat kering.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160300</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
