<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Animal Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5352</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 20:10:25 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-21T20:10:25Z</dc:date>
<item>
<title>Pemberian Total Mixed Ration dengan Ukuran Cacahan Hijauan Berbeda terhadap Tingkah Laku sebagai Indikator Risiko Asidosis Rumen Domba Penggemukan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173832</link>
<description>Pemberian Total Mixed Ration dengan Ukuran Cacahan Hijauan Berbeda terhadap Tingkah Laku sebagai Indikator Risiko Asidosis Rumen Domba Penggemukan
Barkah, Nisa Nurmilati
Asidosis rumen merupakan salah satu gangguan metabolik yang sering terjadi pada domba penggemukan akibat pemberian pakan konsentrat tinggi. Perubahan tingkah laku dapat digunakan sebagai indikator awal untuk mendeteksi risiko asidosis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkah laku sebagai indikator risiko asidosis rumen pada domba penggemukan yang diberi Total Mixed Ration (TMR) dengan komposisi ukuran cacahan hijauan berbeda. Penelitian menggunakan 20 ekor domba jantan yang dipelihara selama 2,5 bulan dalam empat kandang koloni. Ransum berupa TMR dengan kombinasi ukuran cacahan hijauan panjang (≥40 mm) dan sedang (20 mm) pada rasio 30:70. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku makan, aktivitas, posisi tubuh, kondisi rumen, respons terhadap rangsangan, karakteristik feses, salivasi, frekuensi pernapasan, dehidrasi, kemampuan berjalan, dan respons nyeri abdomen. Hasil menunjukkan bahwa 16 ekor domba memperlihatkan tingkah laku dan kondisi klinis yang normal, sedangkan empat ekor menunjukkan perubahan pada beberapa indikator yang mengarah pada dugaan risiko asidosis rumen. Disimpulkan bahwa pemberian TMR dengan komposisi ukuran cacahan hijauan yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan risiko gangguan tingkah laku yang berkaitan dengan asidosis rumen relatif rendah. Pengukuran parameter fermentasi rumen diperlukan untuk mengonfirmasi dugaan risiko asidosis yang diamati berdasarkan perubahan tingkah laku.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173832</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Internet Of Things Dalam Sistem Peternakan Unggas Modern: Kajian Efisiensi Produksi, Kendala Adopsi, Dan Rekomendasi Strategis</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173295</link>
<description>Internet Of Things Dalam Sistem Peternakan Unggas Modern: Kajian Efisiensi Produksi, Kendala Adopsi, Dan Rekomendasi Strategis
Wibawanti, Shabrina Dyah; Soesanto, Iman Rahayu Hidayati
Peningkatan permintaan produk unggas mendorong kebutuhan sistem produksi yang lebih&#13;
efisien melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan menganalisis manfaat, tantangan, dan strategi&#13;
implementasi Internet of Things (IoT) pada peternakan unggas dengan penekanan pada konteks&#13;
Indonesia. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dari beberapa artikel ilmiah&#13;
(2015–2026). Hasil kajian menunjukkan bahwa IoT mampu meningkatkan efisiensi pakan hingga&#13;
75%, memperbaiki Feed Conversion Ratio (FCR) dari 1,78 menjadi 1,52, menurunkan mortalitas,&#13;
serta mengurangi kebutuhan tenaga kerja hingga 45%. Pemantauan real-time melalui sensor suhu,&#13;
kelembapan, dan amonia juga mendukung deteksi dini penyakit dan pengendalian heat stress.&#13;
Sebaliknya, rendahnya literasi digital peternak, ketidakstabilan infrastruktur internet di pedesaan,&#13;
tingginya biaya investasi awal, dan kesenjangan adopsi antara peternakan industri dan peternak&#13;
rakyat masih menjadi hambatan utama. Strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan peternak,&#13;
pengembangan komponen IoT lokal yang terjangkau, penguatan infrastruktur digital, dan&#13;
standardisasi sistem IoT nasional. Oleh karena itu, IoT berpotensi mendorong transformasi&#13;
peternakan unggas Indonesia menuju smart farming yang efisien dan berkelanjutan dengan&#13;
pendekatan yang tepat.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173295</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Respons Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Clitoria ternatea terhadap Perlakuan Cacing Tanah (Eisenia foetida) dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kandang</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171818</link>
<description>Respons Pertumbuhan dan Kualitas Tanaman Clitoria ternatea terhadap Perlakuan Cacing Tanah (Eisenia foetida) dan Frekuensi Pemberian Pupuk Kandang
Permana, Asep Tata; Permana, Idat Galih; Marmaz, Fairuz Yunissa
Clitoria ternatea merupakan leguminosa pakan tropis yang berpotensi&#13;
dikembangkan sebagai sumber hijauan berkualitas. Pertumbuhan dan kualitas&#13;
tanaman leguminosa sangat dipengaruhi oleh pengelolaan tanah, termasuk&#13;
pemberian pupuk kandang dan perlakuan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi respons pertumbuhan dan kualitas tanaman C. ternatea terhadap&#13;
perlakuan cacing tanah dan frekuensi pemberian pupuk kandang pada fase vegetatif&#13;
awal. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 2 × 4&#13;
dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan cacing tanah, yaitu tanpa&#13;
cacing dan dengan penambahan Eisenia foetida sebanyak 50 ekor per pot. Faktor&#13;
kedua adalah frekuensi pemberian pupuk kandang, yaitu 1, 2, 3, dan 4 kali dengan&#13;
total dosis yang sama, yaitu 1.500 g per pot. Peubah yang diamati meliputi tinggi&#13;
tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering tanaman (akar, batang, dan daun),&#13;
serta kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) tanaman pada umur 8&#13;
minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cacing tanah&#13;
dan frekuensi pemberian pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi&#13;
tanaman, jumlah daun, serta kandungan N, P, dan K tanaman. Interaksi perlakuan&#13;
berpengaruh nyata terhadap biomassa akar, baik berat segar maupun berat kering,&#13;
sedangkan biomassa batang dan daun tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil&#13;
ini menunjukkan bahwa pada fase vegetatif awal, respons perlakuan lebih dahulu&#13;
termanifestasi pada sistem perakaran dibandingkan pertumbuhan tajuk dan kualitas&#13;
nutrisi tanaman.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171818</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Kualitas Karkas Ayam Broiler Yang Diberi Air Minum Melalui Water Purification System (WPS)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163043</link>
<description>Evaluasi Kualitas Karkas Ayam Broiler Yang Diberi Air Minum Melalui Water Purification System (WPS)
Adiyoga, Reza
Air minum merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang performa dan kesehatan ayam broiler. Kualitas air yang buruk dapat menjadi sumber kontaminasi mikroorganisme patogen yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kualitas karkas ayam. Dalam sistem pemeliharaan intensif, teknologi pemurnian air seperti Water Purification System (WPS) mulai diterapkan untuk memastikan air minum yang diberikan kepada ayam terbebas dari kontaminan fisik, kimia, dan mikrobiologi.&#13;
Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kualitas karkas ayam broiler yang diberi air minum hasil penyaringan menggunakan WPS dengan ayam yang diberi air tanpa penyaringan (No WPS). Studi ini menggunakan ayam broiler komersial sebanyak 7.700 ekor yang dipelihara sejak usia sehari (DOC) selama 30 hari. Parameter yang diamati mencakup kualitas fisik dan mikrobiologi air, serta hasil akhir berupa kualitas karkas ayam.&#13;
Laporan ini menyajikan hasil pengamatan di lapangan sebagai bentuk evaluasi terhadap efektivitas penggunaan WPS di peternakan ayam broiler. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai manfaat penggunaan WPS dalam meningkatkan performa dan kualitas akhir produk unggas, khususnya karkas ayam broiler. ...
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163043</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
