<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Basic Research (Penelitian Dasar)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5210</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 06:51:04 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-18T06:51:04Z</dc:date>
<item>
<title>Produksi Semen Eeku Dan Pengembangan Teknik Inse-Minasi Buatan Pada Badak Sumatra Untuk K~nse~wasi Plasma Nutlah Dan Keanekaragarnan Hayati</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/45378</link>
<description>Produksi Semen Eeku Dan Pengembangan Teknik Inse-Minasi Buatan Pada Badak Sumatra Untuk K~nse~wasi Plasma Nutlah Dan Keanekaragarnan Hayati
Agil, Muhammad; Supritana, Iman; Purwantara, Bambang; Triyanto, Marcellus Adi C.
Breeding program of the Sumatran rhino does not success, neither in the natural habitat nor in the captivity. Population numbers in their habitat always decline due to the habitat dectruction, illegal hunting and also because of slow breeding. The only one born in captivity is "Andafas" from Cincinnati Zoo, USA (borr? on 1 3m of September 2001) since the beginning of captive breeding program started in 1985. Breeding failure is probably caused by a) pathological formation in the utery of the female rhino, b) dificulty in detection of mating time, and c) fertility of the male rhino in captivity is not yet know wll. Therefore, semen collection, freezing and artificial insemination is a new hope approach in propagation and conservation of the Sumatran rhino.
</description>
<pubDate>Tue, 01 Jan 2002 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/45378</guid>
<dc:date>2002-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kajian Rekayasa Sosial dan Teknik Edukasi dalam Dlverslflkasl Konsumsi Pangan Pokok</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/42009</link>
<description>Kajian Rekayasa Sosial dan Teknik Edukasi dalam Dlverslflkasl Konsumsi Pangan Pokok
Madanijah, Siti; Khomsan, Ali; Martianto, Drajat; Djamaludin, M.D.; Briawan, Dodik
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/42009</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Deteksi secara imunohistokimia antioksidan superoxide dismutase (sod) pada jaringan tikus hiperkolesterolemia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7168</link>
<description>Deteksi secara imunohistokimia antioksidan superoxide dismutase (sod) pada jaringan tikus hiperkolesterolemia
Wresdiyati, Tutik; Astawan, Made
Superoxide dismutase (SOD) adalah suatu antioksidan intrasel. SOD berperanan penting dalam melindungi sel terhadap gangguan oksidan, oxidative stress, yang dapat menyebabkan terjadinya beberapa penyakit dan proses degenerasi seperti ketuaan dan karsinogenesis (Ames dan Shigenaga, 1992). Namun demikian, masih sangat minim informasi ilmiah tentang profil SOD jaringan pada berbagai kondisi pathofisiologis dan beberapa penyakit, terutama pada kondisi hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan mendeteksi sel-sel penghasil antioksidan copper, zinc-superoxide dismute (Cu,Zn-SOD) pada hati dan ginjal tikus pada kondisi normal dan hiperkolesterolemia, menggunakan teknik imunohistokimia. Distribusi dan frekuensi sel-sel penghasil Cu, Zn-SOD pada jaringan tersebut mencerminkan jumlah dan kandungan Cu,Zn-SOD. Sejumlah 30 ekor tikus (galur Wistar) dengan berat 200±5 gr telah digunakan pada penelitian ini. Tikus tersebut dikelompokkan menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu : (1) kelompok kontrol dan (2) kelompok hiperkolesterolemia. Kelompok hiperkolesterolemia diberi perlakuan dengan pakan berkadar kolesterol 1% selama 2 bulan, sedangkan kelompok kontrol diberi pakan dengan ransum standar. Pengukuran kolesterol darah dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Setelah jaringan hati dan ginjal disampling, diakhir perlakuan, dilakukan serangkaian pemrosesan standar jaringan dengan metode embedding paraffin. Setelah dipotong dengan mikrotom, jaringan hati dan ginjal diwarnai dengan pewarnaan imunohistokimia terhadap Cu,Zn-SOD. Pengamatan dilakukan secara kualitatif pada inti dan sitoplasma sel hati maupun sel-sel pada ginjal bagian korteks dan medulla. Pengamatan juga dilakukan secara kuantitatif pada inti sel hati dan inti sel tubuli renalis berdasarkan intensitas warna yang terbentuk pada berbagai tingkat kandungan Cu,Zn-SOD.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7168</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perubahan komposisi karbohidrat pada hidrolisis enzimatis pati umbi-umbian indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7162</link>
<description>Perubahan komposisi karbohidrat pada hidrolisis enzimatis pati umbi-umbian indonesia
Sunarti, Titi Candra; Yuliarsih, Indah; Richana, Nur
Di Indonesia umbi-umbian merupakan sumber karbohidrat penting setelah beras dan jagung, namun sampai saat ini umbi-umbian yang popular dikembangkan hanyalah ubi kayu dan ubi jalar.  Umbi minor lain mempunyai jenis dan jumlah yang sangat  beragam, dan sampai saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.  Meskipun terdapat berbagai macam sumber pati di dunia, namun saat ini terjadi ketergantungan pada beberapa sumber yaitu gandum, beras dan jagung.  Padahal saat ini hanya sekitar 30% pati yang ada digunakan dalam bentuk pati asli, lebih dari separuh dalam  bentuk hidrolisat pati dan sisanya dalam bentuk pati termodifikasi. Dalam proses hidrolisis pati secara enzimatis, terdapat beberapa enzim penghidrolisis pati yang bekerja spesifik yaitu ikatan glikosidik yang diputus, pola pemutusan, aktivitasnya dan spesifitas substrat serta produk yang dihasilkan.  Tingginya keragaman jenis pati dan spesifiknya kerja enzim penghidrolisis pati, maka produk yang dibentuk akan mempunyai komposisi karbohidrat yang beragam.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2004 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7162</guid>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
