<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Forest Resource Conservation and Ecotourism</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/52</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 06:50:12 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-12T06:50:12Z</dc:date>
<item>
<title>Assesment (Evaluasi) Terhadap Proses Kultur Jaringan Yang Di Lakukan Dan Membantu Mengoptimalkan Perbaikan Metodologi Agar Lebih Efektif Dan Minim Kontaminasi Pada Laboratorium.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173629</link>
<description>Assesment (Evaluasi) Terhadap Proses Kultur Jaringan Yang Di Lakukan Dan Membantu Mengoptimalkan Perbaikan Metodologi Agar Lebih Efektif Dan Minim Kontaminasi Pada Laboratorium.; Penguatan Ketahanan Kelompok Perhutanan Sosial terhadap Perubahan Iklim melalui Pengembangan Kopi Adaptif
Sandra, Edhi
Dalam rangka Assesment (evaluasi) terhadap proses kultur jaringan yang di lakukan dan membantu mengoptimalkan perbaikan metodologi agar lebih efektif dan minim kontaminasi pada laboratorium, dalam rangka. penguatan ketahanan kelompok perhutanan sosial terhadap perubahan iklim melalui pengembangan kopi adaptif, maka perlu dikumpulkan semua informasi terkait yang sudah dilaksanakan dalam mengelola atau melakukan setiap operasional dalam kultur jaringan. Pengumpulan data dan informasi untuk dapat mengavaluasi tidak cukup hanya dari laporan karena persepsi dalam melaksakan kultur jaringan akan membuat laporan menjadi kurang tepat. Oleh sebab itu perlu secara langsung untuk melihat situasi dan kondisi serta melihat secara langsung pengelolaan dan melaksanakan setiap kegiatan kultur jaringan. Oleh sebab itulah dilakukan kunjungan langsung ke labortatorium dan melihat langsung pengelolaan laboratorium kultur jaringan pada tanggal 7 sampai dengan tanggal 11 Mei 2026 diLaboratorium Kultur Jaringan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan ..
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173629</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kebangkitan Peradaban Islam</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173604</link>
<description>Kebangkitan Peradaban Islam
Priyono, Agus
Dr. Kunto Wijoyo mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua peradaban, peradaban yang berbasis masjid dan perdaban berbasis pasar. Orang di pasar diukur kehormatannya dari materi sedangkan di masjid diukur kehormatannya dengan takwa.&#13;
Peradaban pasar nilai dasarnya adalah materi. Orang dihargai di pasar bila punya banyak harta. Penguasa pasar adalah yang punya akumulasi kekayaan yang disebut modal. Abad pertengahan Eropa sebelum revolusi industri, modal direpresentasikan dengan kepemilikan sapi. Para tokoh penguasa pasar waktu itu disebutِ ‘cowboy’.ِ Saatِ itu,ِ orangِ Eropaِ menghitunngِ sapiِ denganِ satuanِ kepala,ِ&#13;
bukan ekor. Mungkin ini alasan historis sehingga sampai hari ini bangsa Eropa (baca: Barat) menjadi kepala (baca: pemimpin) peradaban, sedangkan Indonesia menjadi bangsa pengekor peradaban. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173604</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Potensi Tumbuhan Pangan dan Aromatik di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173584</link>
<description>Potensi Tumbuhan Pangan dan Aromatik di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah
Siswoyo
Bahodopi District is one of the districts in Morowali Regency, Central Sulawesi Province, and is one of the areas with quite high&#13;
biodiversity. The utilization of food and aromatic plants in Bahodopi District is still undocumented and data related to plant utilization&#13;
by the community is still very limited. In this case, research activities on the potential of food and aromatic plants in Bahodopi District&#13;
are urgently needed. This study aims to identify the potential of food and aromatic plants in Bahodopi District, Morowali Regency,&#13;
Central Sulawesi Province. Based on the results of the study, it shows that the richness of food and aromatic plant species in Bahodopi&#13;
District is 45 species that can be grouped into 29 families, with details of food plants as many as 32 species and 22 families, while&#13;
aromatic plants as many as 14 species and 10 families. Judging from its uses, food plants in Bahodopi District can be divided into 8&#13;
types, namely ingredients for making cashew nuts/roasted peanuts, food flavorings, fruits, fresh vegetables, ingredients for making&#13;
snacks/cakes, ingredients for making pickles/rujak, and mouth fresheners. Based on its uses, aromatic plants in Bahodopi District can&#13;
be divided into 10 types, namely tea fragrances, air fresheners/air fresheners, clothes fresheners, ingredients for making cosmetics,&#13;
ingredients for making perfumes, ingredients for making incense, ingredients for making aromatherapy and relaxation, ingredients for&#13;
making perfume oils, ingredients for making soap, and ingredients for making balsams/massage oils/massage oils.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173584</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Potensi Tumbuhan Pangan dan Pewarna di Distrik Tanah Miring dan Jagebob, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173583</link>
<description>Potensi Tumbuhan Pangan dan Pewarna di Distrik Tanah Miring dan Jagebob, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan
Siswoyo
Tanah Miring and Jagebob Districts are two districts in Merauke Regency, South Papua Province, and are two areas with quite&#13;
high biodiversity. The utilization of food and dye plants in Tanah Miring and Jagebob Districts is still undocumented and data related&#13;
to plant utilization by the community is still very limited. In this case, research activities on the potential of food and dye plants in&#13;
Tanah Miring and Jagebob Districts are urgently needed. This study aims to identify the potential of food and dye plants in Tanah&#13;
Miring and Jagebob Districts, Meraukei Regency, South Papua Province. Based on the results of the study, it shows that the richness&#13;
of food and dye plant species in Tanah Miring and Jagebob Districts is 63 species that can be grouped into 35 families, with details of&#13;
food plants as many as 56 species and 33 families, while dye plants as many as 9 species and 8 families. Judging from its uses, food&#13;
plants in Tanah Miring and Jagebob Districts can be divided into 9 types, namely food ingredients, ingredients for making&#13;
snacks/drinks, ingredients for making pickles/sweets/rujak, ingredients for making sugar, ingredients for making coconut milk/coconut&#13;
oil, fruits, vegetables, fresh vegetables, and food flavorings. Parts of dye plants used by the people in Tanah Miring and Jagebob&#13;
Districts consist of leaves, bark, sap, flowers, fruit, seeds and tubers; judging from its uses, dye plants in Tanah Miring and Jagebob&#13;
Districts can be divided into 5 types, namely natural dyes for textiles, fabrics or yarns, dyes for weaving and crafts, dyes for cosmetics,&#13;
soaps and skin care products, food and drink colorings, and ingredients for mixing traditional writing ink; and based on the type of&#13;
color they produce, food plants in Tanah Miring and Jagebob Districts can be divided into 7 types, namely red, blue, dark green,&#13;
brown, brown to reddish black, purple/dark purple, and golden yellow.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173583</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
