<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Articles</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/45590</link>
<description>Artikel terbitan penulis IPB</description>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 01:11:38 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-21T01:11:38Z</dc:date>
<item>
<title>Antibacterial Activity Of Synthetic Zno/Pectin  On Staphylococcus Aureus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173530</link>
<description>Antibacterial Activity Of Synthetic Zno/Pectin  On Staphylococcus Aureus
Angelina, Putri Nur
The hydrothermal method is commonly used to synthesize ZnO nanoparticles&#13;
because it produces products with high crystallinity and purity. However, this method is&#13;
relatively time-consuming. This research combines hydrothermal and precipitation methods to&#13;
produce ZnO in a shorter time. ZnO was also synthesized using a capping agent to control the&#13;
smaller particle size as confirmed by the aging time needed to precipitate the particles. The&#13;
synthesized ZnO nanoparticles can be added to food and beverage products as zinc additives&#13;
and antibacterial agents which are beneficial to the body. Furthermore, the ZnO nanoparticles&#13;
were tested for their antibacterial activity using Staphylococcus aureus as a model for grampositive&#13;
bacteria.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173530</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Human Leukocyte Antigen (HLA): Peran dalam Sistem Imun dan Tantangannya pada Transplantasi Organ</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173529</link>
<description>Human Leukocyte Antigen (HLA): Peran dalam Sistem Imun dan Tantangannya pada Transplantasi Organ
Kamilah, Fatiha
Human Leukocyte Antigen (HLA) merupakan molekul glikoprotein yang&#13;
diekspresikan pada permukaan sel dan berperan penting dalam sistem imun adaptif melalui&#13;
proses pengenalan antigen, pembedaan antara molekul diri (self) dan non-diri (non-self), serta&#13;
aktivasi respons imun. Gen HLA terletak pada lengan pendek kromosom 6 (6p21.3) dalam&#13;
wilayah Major Histocompatibility Complex (MHC) dan dikenal sebagai salah satu gen dengan&#13;
tingkat polimorfisme tertinggi pada manusia. Tingginya variasi alel HLA memungkinkan suatu&#13;
populasi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali berbagai patogen, sehingga&#13;
meningkatkan ketahanan terhadap penyakit infeksi. Polimorfisme HLA merupakan hasil&#13;
evolusi sebagai respons terhadap tekanan seleksi akibat perubahan dan mutasi mikroorganisme&#13;
patogen. Keragaman ini memberikan keuntungan dalam pertahanan imun populasi, namun&#13;
menjadi tantangan utama pada transplantasi organ maupun transplantasi sel punca&#13;
hematopoietik. Ketidakcocokan (mismatch) HLA antara donor dan resipien dapat&#13;
mengaktifkan respons imun seluler maupun humoral yang berujung pada penolakan graft (graft&#13;
rejection) atau graft-versus-host disease (GVHD). Oleh karena itu, pemeriksaan kompatibilitas&#13;
HLA (HLA typing) menjadi prosedur standar untuk meningkatkan keberhasilan transplantasi&#13;
dan menurunkan risiko komplikasi pascatransplantasi. Penelitian terkini juga menunjukkan&#13;
bahwa analisis HLA resolusi tinggi berbasis next-generation sequencing (NGS) mampu&#13;
meningkatkan akurasi identifikasi alel HLA sehingga memperbaiki proses pencocokan donorresipien&#13;
dan luaran klinis transplantasi. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173529</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penyakit Tropis di Indonesia: Tantangan, Pencegahan, dan Perkembangan Strategi Pengendalian di Era Modern</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173528</link>
<description>Penyakit Tropis di Indonesia: Tantangan, Pencegahan, dan Perkembangan Strategi Pengendalian di Era Modern
Kamilah, Fatiha
Penyakit tropis merupakan kelompok penyakit infeksi yang banyak ditemukan di&#13;
wilayah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Kondisi iklim yang hangat dan&#13;
lembap, kepadatan penduduk, sanitasi yang belum merata, serta faktor sosial ekonomi&#13;
menjadikan penyakit tropis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit seperti&#13;
malaria, demam berdarah dengue, tuberkulosis, hepatitis, filariasis, dan kusta masih&#13;
memberikan beban yang cukup besar terhadap sistem kesehatan, terutama di negara&#13;
berkembang. Selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan, penyebaran penyakit tropis juga&#13;
berkaitan erat dengan mobilitas penduduk, perubahan iklim, urbanisasi, serta munculnya&#13;
resistensi terhadap obat maupun insektisida. Di Indonesia, malaria masih menjadi salah satu&#13;
penyakit tropis prioritas. Penyakit ini disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium,&#13;
terutama Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, yang ditularkan melalui gigitan&#13;
nyamuk Anopheles betina. Berdasarkan World Malaria Report 2024, secara global&#13;
diperkirakan terdapat sekitar 263 juta kasus malaria dengan 597.000 kematian pada tahun 2023,&#13;
di mana sebagian besar kematian terjadi pada anak-anak di Afrika. Indonesia sendiri terus&#13;
menunjukkan penurunan angka kasus dan telah berhasil mencapai eliminasi malaria di&#13;
sebagian besar kabupaten/kota, meskipun wilayah Papua masih menjadi daerah dengan beban&#13;
penyakit tertinggi. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari penguatan surveilans, diagnosis&#13;
cepat, terapi kombinasi berbasis artemisinin (artemisinin-based combination therapy),&#13;
distribusi kelambu berinsektisida, serta pengendalian vektor secara terpadu. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173528</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Potensi Bakteriofag sebagai Agen Biokontrol terhadap Salmonella spp.: Tinjauan Mekanisme dan Aplikasinya pada Peternakan Unggas</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173527</link>
<description>Potensi Bakteriofag sebagai Agen Biokontrol terhadap Salmonella spp.: Tinjauan Mekanisme dan Aplikasinya pada Peternakan Unggas
Kamilah, Fatiha
Human Leukocyte Antigen (HLA) merupakan molekul glikoprotein yang&#13;
diekspresikan pada permukaan sel dan berperan penting dalam sistem imun adaptif melalui&#13;
proses pengenalan antigen, pembedaan antara molekul diri (self) dan non-diri (non-self), serta&#13;
aktivasi respons imun. Gen HLA terletak pada lengan pendek kromosom 6 (6p21.3) dalam&#13;
wilayah Major Histocompatibility Complex (MHC) dan dikenal sebagai salah satu gen dengan&#13;
tingkat polimorfisme tertinggi pada manusia. Tingginya variasi alel HLA memungkinkan suatu&#13;
populasi memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali berbagai patogen, sehingga&#13;
meningkatkan ketahanan terhadap penyakit infeksi. Polimorfisme HLA merupakan hasil&#13;
evolusi sebagai respons terhadap tekanan seleksi akibat perubahan dan mutasi mikroorganisme&#13;
patogen. Keragaman ini memberikan keuntungan dalam pertahanan imun populasi, namun&#13;
menjadi tantangan utama pada transplantasi organ maupun transplantasi sel punca&#13;
hematopoietik. Ketidakcocokan (mismatch) HLA antara donor dan resipien dapat&#13;
mengaktifkan respons imun seluler maupun humoral yang berujung pada penolakan graft (graft&#13;
rejection) atau graft-versus-host disease (GVHD). Oleh karena itu, pemeriksaan kompatibilitas&#13;
HLA (HLA typing) menjadi prosedur standar untuk meningkatkan keberhasilan transplantasi&#13;
dan menurunkan risiko komplikasi pascatransplantasi. Penelitian terkini juga menunjukkan&#13;
bahwa analisis HLA resolusi tinggi berbasis next-generation sequencing (NGS) mampu&#13;
meningkatkan akurasi identifikasi alel HLA sehingga memperbaiki proses pencocokan donorresipien&#13;
dan luaran klinis transplantasi. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173527</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
