<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>SO-Veterinary</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43926</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 00:20:44 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-04T00:20:44Z</dc:date>
<item>
<title>Peran Ahli Fisiologi Hewan Dalam Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global Dan Paya Perbaikan Kesehatan Dan Produksi Ternak</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73674</link>
<description>Peran Ahli Fisiologi Hewan Dalam Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global Dan Paya Perbaikan Kesehatan Dan Produksi Ternak
Suprayogi, Agik
Para Ahli dalam konferensi PBB 29 Maret 2012 mengatakan bahwa dunia saat ini sedang mengalami darurat kemanusiaan dalam skala global atau disebut mereka dengan istilah “PLANET UNDER PRESSURE”. Fungsi keberlanjutan sistem bumi telah mengganggu kesejahteraan  dan peradaban manusia di abad terakhir ini. Sekjen PBB dalam pidatonya mengatakan bahwa berbagai faktor yang mengancam kesejahteraan dan peradaban manusia adalah perubahan iklim, krisis pangan, krisis air, krisis energi, krisis  keuangan, dan keamanan  (Kompas On-Line, 30 Maret 2012). Presiden Bank Dunia mengatakan suhu global dapat meningkat 4oC di abad ini (Abad 21) bila pencegahan tidak segera dilakukan, dan dunia harus mengatasi perubahan iklim dengan langkah agresif karena hal ini terkait masalah kemiskinan dan keadilan sosial (Kompas On-Line, 23 November 2012).  Mencermati kondisi bumi  seperti tersebut diatas, seakan-akan kita tidak percaya bahwa bencana, penyakit menular (zoonosis), krisis pangan, air, dan energi telah  terjadi di Indonesia. Tidak  ada satu keahlian atau lembaga mana  pun di dunia ini yang mampu mengatasi masalah tersebut  sendirian. Masalah tersebut sangat kompleks sehingga perlu pemahaman holistik  dan memerlukan adanya kerjasama dalam bentuk jejaring (networking) secara inter- dan trans-disiplin keilmuan. Dalam menghadapi tantangan global ini, dituntut adanya peran aktif dan dinamis para ahli dari berbagai bidang keilmuan. Fisiologi hewan (Ilmu Faal Hewan) adalah ilmu yang mempelajari tentang fungsi jaringan, organ, dan sistem organ hewan secara multiseluler, termasuk sistem integrasinya dengan lingkungan (Randal  et al.,  2002). Ahli fisiologi hewan harus mengambil peran penting dalam menghadapi ancaman perubahan iklim melalui suatu upaya adaptasi dan mitigasi pengelolaan hewan-ternak di kondisi iklim tropis Indonesia. Di samping itu, ahli fisiologi hewan harus mampu mengembangkan sumber daya alam lokal dalam menghadapi kemungkinan krisis pangan melalui upaya perbaikan kesehatan dan produksi ternak. Peran ahli fisiologi ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan tingkat pendapatan masyarakat (peternak) yang nantinya mampu menumbuhkan penguatan ekonomi nasional.
</description>
<pubDate>Sat, 22 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73674</guid>
<dc:date>2012-12-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Telur Ayam sebagai Pabrik Biologis: Imunoglobulin Y Berkhasiat Obat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73673</link>
<description>Telur Ayam sebagai Pabrik Biologis: Imunoglobulin Y Berkhasiat Obat
Soejoedono, Retno Damajanti
Tulisan ini merupakan rangkuman kegiatan penelitian yang telah dilakukan dengan titik berat pemanfaatan telur sebagai pabrik biologis yang  dapat digunakan untuk memproduksi imunoglobulin Y (Ig-Y) di dalam kuning telur dan memiliki khasiat anti terhadap berbagai macam penyakit.  Penggunaan telur sebagai pabrik biologis sangat sejalan dengan  issue animal welfare, karena produksi bahan biologis tersebut hampir tidak menyakiti hewan  yang digunakan dalam proses produksi. Telur dapat menggantikan hewan dalam produksi bahan biologis, misalnya dalam produksi anti tetanus serum (ATS) yang hingga saat ini masih menggunakan serum kuda sebagai ATS. Untuk memproduksi ATS, kuda harus disuntik  berkali-kali dengan toksoid tetanus dan panen serum juga dilakukan berulang-ulang dan tidak jarang menyebabkan kasus amiloidosis pada kuda.  Telur unggas yang dapat digunakan  untuk  produksi Ig-Y adalah telur ayam, itik, entok, kalkun, puyuh dan juga burung unta. Secara teoritis semua jenis  unggas tadi memberikan peluang yang besar untuk dimanfaatkan tergantung pada  alasan dan ketersediaannya di suatu daerah. Pemanfaatan telur ayam sebagai pabrik biologis memiliki prospek yang sangat cerah dan dapat diaplikasikan pada skala industri dalam waktu singkat.
</description>
<pubDate>Sat, 22 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73673</guid>
<dc:date>2012-12-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Manifestasi Subklinik Avian Influenza pada Unggas: Ancaman kesehatan dan Penanggulangannya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73672</link>
<description>Manifestasi Subklinik Avian Influenza pada Unggas: Ancaman kesehatan dan Penanggulangannya
Wibawan, Wayan Teguh
Keseimbangan serta keteraturan adalah sifat hakiki semua materi di dunia ini. Hakekat inilah yang menyebabkan unsur memiliki identitas dan sifat yang berbeda-beda, ada yang bersifat logam, bermuatan positif (misalnya H+, Li+, Na+, K+, Rb+, Cs+dan Fr+) ada metalloid yang bermuatan negatif (misalnya F-, Cl-, Br-, I-, At-) dan ada yang tergolong ke dalam unsur-unsur amphoter(misalnya B, Si, As, Te, At, Al, Ge, Sb, Po). Semua unsur mengacu kepada konfigurasi gas mulia yang ideal (He, Ne, Ar, Kr, Xe dan Ra). Unsur adalah penyusun alam semesta dengan senyawa yang sangat kompleks, senyawa adalah juga penyusun sel, jaringan, organ, sistem dan individu yang hidup. Mahluk hidup tersusun dari keseimbangan maka dari itu alam semesta dan makhluk hidup penghuninya mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan keseimbangan tersebut. Keseimbangan ini selayaknya terjaga dalam setiap interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. Agen penyakit yang ganas, yang mampu membunuh induk semangnya dalam waktu singkat, dalam kondisi seperti itu sesungguhnya agen tersebut membunuh dirinya sendiri, karena agen tersebut itu akan mati bersamaan dengan kematian induk semangnya. Interaksi tersebut belumlah efisien dan belum merupakan interaksi yang ideal. Interaksi yang ideal antar makhluk hidup adalah simbiose mutualistik, hubungan yang saling menguntungkan atau sekurang-kurangnya adalah hubungan yang tidak saling merugikan (simbiose saprofitik). Agen penyakit yang bermanifestasi subklinik mendekati keadaan ini, yakni agen penyakit tersebut tidak menimbulkan gejala sakit pada induk semangnya dan induk semang tidak melakukan eliminasi terhadap agen tersebut.  Kaidah umum yang berlaku, bila penyakit di suatu wilayah telah bersifat endemik maka akan terjadi infeksi agen penyakit yang bersifat subklinik pada populasi di wilayah tersebut. Hal yang sama berlaku pula untuk penyakit avian influenza (AI) yang disebabkan oleh virus highly pathogenic avian influenza(HPAI) subtipe H5N1. Penyakit AI atau flu burung di Indonesia telah bersifat endemik untuk wilayah-wilayah tertentu di seluruh propinsi kecuali Propinsi Maluku Utara.
</description>
<pubDate>Sat, 22 Dec 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73672</guid>
<dc:date>2012-12-22T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penyakit Tumor Pada Hewan: Biologi Dan Upaya Penanganannya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73250</link>
<description>Penyakit Tumor Pada Hewan: Biologi Dan Upaya Penanganannya
Pontjo Priosoeryanto, Bambang
Orasi Pengukuhan Guru Besar yang saya sampaikan ini adalah  refleksi dari akumulasi pekerjaan, pembelajaran, dan pemikiran  yang saya tekuni selama ini. Topik orasi ini hanya menyingkap  sedikit informasi dari sekian banyak informasi yang masih belum  kita ketahui dengan pasti perihal penyakit tumor, semoga kontribusi  | iv | yang sangat kecil ini dapat menambah informasi dan berguna bagi  kita semua, terutama dalam mengetahui dan memahami tentang  penyakit tumor yang pada saat ini menjadi masalah dalam dunia  kesehatan. Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih yang tulus atas  kehadiran bapak/ibu/saudara/saudari dalam acara orasi saya ini.
Biologi
</description>
<pubDate>Sat, 03 May 2014 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73250</guid>
<dc:date>2014-05-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
