<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Biology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 20:53:52 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-21T20:53:52Z</dc:date>
<item>
<title>A Story of Carbohydrates in Plants: From a &#13;
Basic Concept to Advanced Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179890</link>
<description>A Story of Carbohydrates in Plants: From a &#13;
Basic Concept to Advanced Technology
Syaifullah, Syahnada Jaya
Carbohydrates are crucial to natural macromolecules in plants.&#13;
Carbohydrates can be a substrate to produce energy and gene expression regulator for&#13;
plant growth in entire plant life cycle (Hill, 1998; KE Koch, 1996; Smeekens, 2000;&#13;
Smeekens et al., 2010). The carbohydrate function is strongly related to its capability to&#13;
be transformed from one substance into others (MacNeill et al., 2017; Ruhland &amp; Wolf,&#13;
1936) (Fig. 1) especially being able to provide building blocks for most of essestial&#13;
constituents in plant such as amino acid, fatty acid and some other compounds&#13;
(Smeekens, 2000). Carbohydrate is primary final product of photosynthesis in green&#13;
plants (Blechschmidt-Schneider et al., 1989). Plants produce carbohydrates from free C02&#13;
in the air and H20 taken by roots which is for each carbohydrate product, 02 will be&#13;
released (Baslam et al., 2021). Long time ago, photosynthesis was broadly thought in the&#13;
school consisted of two major reactions: light and dark reaction and it was inspired by a&#13;
historical report in photosynthesis by Blackman in 1905 (Blackman, 1905). Later, the&#13;
carbon reaction replaced dark reaction when some important fact was revealed about&#13;
photosynthesis reaction light dependency. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179890</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Budidaya Tanaman Hortikultura CV. Benih Dramaga, Bogor, Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162985</link>
<description>Budidaya Tanaman Hortikultura CV. Benih Dramaga, Bogor, Jawa Barat
Dorly
Praktik lapang merupakan salah satu mata kuliah dari departemen Biologi FMIPA IPB&#13;
yang bertujuan memberikan pengalaman dan keterampilan bagi mahasiswa mengenai&#13;
kondisi, persyaratan, dan tuntutan lingkungan profesi secara luas. Hal ini sejalan dengan&#13;
program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirancang oleh Menteri&#13;
Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk memperluas pengetahuan mahasiswa di&#13;
berbagai bidang ilmu serta dunia kerja. Mata kuliah praktik lapang memberikan kesempatan&#13;
pada mahasiswa untuk mempelajari aspek manajemen dan keteknikan di berbagai institusi,&#13;
seperti institusi pemerintah (perusahaan negara, BUMN, lembaga penelitian) ataupun Swasta&#13;
(industri, konsultan, perkebunan). Salah satu institusi yang menyediakan tempat praktik&#13;
lapang bagi mahasiswa adalah CV Benih Dramaga. CV Benih Dramaga merupakan mitra&#13;
industri yang berada di STP IPB (Science Techno Park IPB), instansi ini berfokus pada&#13;
perkebunan hortikultura, pengembangan produk produk dan perbenihan.&#13;
Pengembangan produk hortikultura merupakan produk yang sangat dibutuhkan secara&#13;
berkelanjutan oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar&#13;
sesungguhnya merupakan peluang bagi pasar domestik yang potensial apabila promosi akan&#13;
pentingnya mengkonsumsi produk hortikultura yang meliputi, pengetahuan, apresiasi serta&#13;
taraf hidup masyarakat bisa ditingkatkan. Hortikultura adalah salah satu cabang dari ilmu&#13;
pertanian yang mempelajari budidaya buah-buahan, sayuran maupun tanaman hias.&#13;
Hortikultura berasal dari kata “hortus” yang berarti kebun dan “colere” berarti budidaya&#13;
(Pitaloka 2017). Produk hortikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang&#13;
mempunyai potensi serta peluang untuk dikembangkan sehingga menjadi produk unggulan&#13;
yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, baik produk hortikultura yang&#13;
tergolong produk buah buahan, sayur sayuran, obat obatan maupun tanaman hias.&#13;
Dalam usaha pertanian benih dan bibit merupakan komponen vital atau komponen&#13;
penting dalam proses usaha pertanian. Hal ini disebabkan dalam benih terkandung potensi&#13;
genetik produksi yang akan memberikan hasil usaha pertanian. Sebaik apa pun faktor&#13;
lingkungan, seperti ketersediaan unsur hara dan lainnya, ketika potensi benihnya rendah,&#13;
maka rendah pula&#13;
produksinya. Maka, persoalan benih harus mendapatkan perhatian lebih dalam meningkatkan&#13;
produktivitas pertanian-perbenihan (Chan 2021). Penanganan khusus diperlukan untuk&#13;
menjaga kualitas produk. Penanganan pasca panen yang meliputi sortasi, grading&#13;
(pengkelasan) dan pengemasan sangatlah penting, hal ini terkait dengan upaya&#13;
mempertahankan mutu produk. ...
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162985</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tanaman Herbal Untuk Memelihara Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162982</link>
<description>Tanaman Herbal Untuk Memelihara Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19
Dorly
Kondisi pandemi Covid-19 (Coronavirus disease 2019) di Indonesia memasuki&#13;
gelombang kedua pasca penurunan kurva kasus positif Covid-19 pada akhir&#13;
bulan Januari 2021. Penularannya yang cepat menyebabkan kasus Covid-19 ini&#13;
terus meningkat. Tubuh memerlukan sistem imun yang kuat agar dapat terhindar&#13;
dari infeksi Coronavirus. Sistem imun yang kuat dapat didukung dengan&#13;
mengonsumsi bahan pangan yang mengandung imunomodulator.&#13;
Imunomodulator merupakan senyawa yang dapat memperbaiki sistem imun&#13;
tubuh. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada beberapa tanaman herbal. Oleh&#13;
karena itu, penelitian bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis tanaman penghasil&#13;
senyawa imunomodulator yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk&#13;
memelihara daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian&#13;
dilakukan dengan pengamatan di Desa Semplak Barat dan Desa Benteng,&#13;
Kabupaten Bogor serta Kelurahan Situgede, Kota Bogor. Tanaman herbal hasil&#13;
pengamatan dari tiga daerah tersebut dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan&#13;
data hasil studi pustaka secara daring untuk mengetahui bagian tanaman yang&#13;
dapat digunakan, kegunaan, cara pemanfaatan, serta senyawa bioaktif utama&#13;
yang berperan sebagai imunomodulator. Berdasarkan hasil pengamatan telah&#13;
teridentifikasi 27 tanaman herbal yang berasal dari 21 Famili berpotensi untuk&#13;
memelihara daya tahan tubuh karena mengandung senyawa imunomodulator.&#13;
Senyawa bioaktif bersifat imunomodulator yang terkandung pada tanaman&#13;
tersebut, yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, lignan, steroid, terpenoid,&#13;
kurkumin, gingerol, fenolik, eugenol, minyak atsiri, dan asam rosmarinat. Bagian&#13;
tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah rimpang, daun, bunga, dan buah.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162982</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Anatomi Daun Lima Jenis Anggota Suku Asteraceae Di Situ Gunung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160380</link>
<description>Anatomi Daun Lima Jenis Anggota Suku Asteraceae Di Situ Gunung
Dorly
Situ Gunung yang termasuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Gunung&#13;
Gede Pangrango memiliki keragaman tumbuhan yang tinggi. Salah satunya&#13;
adalah suku Asteraceae. Penelitian ini bertujuan mempelajari struktur anatomi&#13;
sayatan paradermal daun dari lima jenis anggota suku Asteraceae yaitu:&#13;
sintrong, teklan, kenikir-kenikiran, tempuyung dan seruni laut di Taman Wisata&#13;
Alam Situ Gunung. Lekukan dinding sel epidermis pada sisi adaksial kelima jenis&#13;
tumbuhan berlekuk dangkal, sedangkan sisi abaksial berlekuk dalam kecuali&#13;
pada tempuyung dijumpai berlekuk dangkal. Kelima jenis tumbuhan memiliki&#13;
stomata di kedua sisi adaksial dan abaksial. Tipe stomata pada sisi adaksial dan&#13;
abaksial daun yang paling dominan dijumpai adalah anomositik. Ukuran,&#13;
kerapatan, dan indeks stomata pada kelima jenis tumbuhan bervariasi. Pada&#13;
sintrong, teklan, kenikir-kenikiran dan seruni laut dijumpai trikoma sedangkan&#13;
pada tempuyung tidak memiliki trikoma.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160380</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
