<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/37</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:38:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-10T13:38:27Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja PNS, Karyawan BUMN/BUMD Dan Karyawan Swasta Selama Working from Home (WFH)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163908</link>
<description>Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja PNS, Karyawan BUMN/BUMD Dan Karyawan Swasta Selama Working from Home (WFH); Analysis of Factors that Affecting of Civil Servants, BUMN / BUMD Employees and Private Employees Performance During Working from Home (WFH)
Mulya, Diki Akhwan
Working From Home atau WFH adalah bekerja dari rumah atau bekerja di rumah digunakan jika karyawan melakukan pekerjaan jarak jauh dan komunikasi digital untuk memberi tahu kolega bahwa seseorang bekerja dari rumah pada hari tertentu atau untuk periode sementara guna meminimalisir risiko pada kesehatan dan keselamatan karyawan atau individu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja PNS, karyawan BUMN/BUMD dan karyawan swasta selama melaksanakan kegiatan working from home (WFH). Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap PNS, karyawan BUMN/BUMD dan karyawan swasta selama working from home (WFH). Sedangkan lingkungan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja PNS, karyawan BUMN/BUMD dan karyawan swasta selama working from home (WFH).
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163908</guid>
<dc:date>2025-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pemetaan Kepuasan Anggota, Kepemimpinan Dan Tata Kelola Pada SASPRI Kawasan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Jawa Timur</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163906</link>
<description>Pemetaan Kepuasan Anggota, Kepemimpinan Dan Tata Kelola Pada SASPRI Kawasan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Akhwan Mulya, Diki; Sukmawati, Anggraini; Muladno
SASPRI (Solidaritas Alumni Sekolah Peternakan Rakyat) adalah organisasi yang berdiri untuk mempersatukan para peternak yang telah mengikuti pembelajaran partisipatif di Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Pada Kecamatan Ngadiluwih, SASPRI Kawasan Ngadiluwih memiliki 3 kelompok ternak yang terdiri dari kelompok ternak Ngudi Rejeki di desa Ngadiluwih, kelompok ternak Banjarsari di Desa Banjarejo serta kelompok ternak Tani Makmur di Desa Badal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi kepuasan anggota, gaya kepemimpinan, dan tata kelola yang diterapkan di Solidaritas Alumni SPR Indonesia di Ngadiluwih. Pada tahun 2021, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan meluncurkan Program Pengembangan Desa Korporasi Sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan kepuasan anggota, kepemimpinan dan tata kelola pada SASPRI Kawasan Ngadiluwih sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian di lapangan. Hal ini diharapkan dapat mengundang investor untuk berinvestasi di kelompok SASPRI Kawasan Ngadiluwih. Karena hal yang paling mereka butuhkan saat ini adalah investasi sehingga kelompok SASPRI Kawasan Ngadiluwih dapat lebih maju lagi kedepannya.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163906</guid>
<dc:date>2025-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Preliminary Scoping Study on Building and Enhancing Sustainable Agriculture and Food Systems in ASEAN Countries Edited by</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162537</link>
<description>Preliminary Scoping Study on Building and Enhancing Sustainable Agriculture and Food Systems in ASEAN Countries Edited by
Kozono, Masanori; Yamada, Kentaro; Anbumozhi, Venkatachalam
Kozono, Masanori
The global population has reached nearly 8 billion in recent years, and this upward trend&#13;
continues to accelerate. As such, increasing the food supply is essential for ensuring&#13;
human prosperity. This will become even more important as the world strives for stable&#13;
economic growth while simultaneously addressing the environmental impact and the&#13;
broader aspects of social well-being. These considerations – underpinned by good&#13;
governance, often referred to as sustainability – will play a critical role in the future.&#13;
The ASEAN region has experienced both economic expansion and population growth.&#13;
Agriculture remains one of the key sectors in terms of economic contribution and&#13;
employment generation. Moreover, in the context of ongoing global volatility – such as&#13;
climate change and geopolitical uncertainty – ensuring stable food production and food&#13;
security is becoming an increasingly urgent priority for the region.&#13;
To address these challenges, the ASEAN Regional Guidelines for Sustainable Agriculture&#13;
in ASEAN: Developing Food Security and Food Productivity in ASEAN with Sustainable and&#13;
Circular Agriculture was adopted by the ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry&#13;
during the 44th AMAF Meeting on 26 October 2022. These Guidelines aim to promote&#13;
sustainable agriculture across the region while enhancing food security. As a follow-up to&#13;
the adoption of the Guidelines, a practical action plan must be formulated. This plan&#13;
should incorporate national priorities, urgency of action, and country-specific needs for&#13;
transitioning to sustainable agricultural practices.&#13;
As an initial step, a scoping study was conducted to identify priority areas for&#13;
strengthening sustainable food systems within the ASEAN context and according to the&#13;
national goals of each Member State. This report presents the findings and analysis from&#13;
the study, which are primarily based on a questionnaire survey of 774 respondents from&#13;
ten ASEAN countries. Chapter 2 of the report outlines the survey topics and consolidated&#13;
results, while Chapters 3 to 12 provide country-specific summaries, highlighting recent&#13;
policy developments related to the identified subjects. ..
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162537</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Laporan  Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan  Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan  Tahun 2019</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160472</link>
<description>Laporan  Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan  Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan  Tahun 2019
Wijaya, Nur Hadi
Dewasa ini pelayanan publik dari aparatur pemerintahan masih dirasakan banyak&#13;
kelemahan dan belum dapat memenuhi kualitas yang diharapkan. Keadaan ini ditandai&#13;
dengan masih adanya berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai&#13;
media massa, sehingga dapat menimbulkan citra kurang baik bagi aparatur pemerintah&#13;
itu sendiri.&#13;
Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi isu&#13;
strategis, untuk itu perlu disusun Indeks Kepuasan Masyarakat sebagai tolok ukur&#13;
untuk menilai tingkat kualitas pelayanan. Indeks Kepuasan Masyarakat dapat dijadikan&#13;
bahan penilaian terhadap Indikator pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi&#13;
pendorong setiap unit pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Hasil&#13;
Kajian yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara bekerjasama&#13;
dengan Biro Pusat Statistik diperoleh 48 (empat puluh delapan) Indikator penting yang&#13;
mencakup berbagai sektor layanan yang sangat bervariasi. Sedangkan dari hasil&#13;
pengujian akademis/ilmiah diperoleh 15 (lima belas) Indikator yang dapat diberlakukan&#13;
untuk semua jenis pelayanan untuk mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat. Namun&#13;
demikian, masing-masing unit pelayanan dimungkinkan untuk menambah Indikator&#13;
yang dianggap relevan dengan karakteristiknya.&#13;
Mengacu pada peraturan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi&#13;
Birokrasi Nomor 16 tahun 2014 dan Nomor 14 tahun 2017 tentang Pedoman&#13;
penyusunan survei kepuasan masyarakat, setiap pelayanan publik diharuskan&#13;
melaksanakan survei kepuasan masyarakat 1 kali dalam 1 tahun. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160472</guid>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
