<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Geophysics and Meteorology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/36</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 17:09:08 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-15T17:09:08Z</dc:date>
<item>
<title>Kualitas udara sebelum, saat, dan setelah Pandemi COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172847</link>
<description>Kualitas udara sebelum, saat, dan setelah Pandemi COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta
Alfahri, Muhammad
Pandemi COVID-19 memberikan perubahan signifikan terhadap pola&#13;
aktivitas masyarakat di Provinsi DKI Jakarta yang berpotensi memengaruhi&#13;
kualitas udara perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh&#13;
faktor meteorologi (curah hujan dan kelembapan udara) serta volume kendaraan&#13;
terhadap kualitas udara yang direpresentasikan oleh Indeks Standar Pencemar&#13;
Udara (ISPU) di Provinsi DKI Jakarta selama periode 2019–2021. Data sekunder&#13;
bulanan diperoleh dari instansi terkait dan dianalisis menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kuantitatif, uji korelasi Pearson, serta regresi linier berganda. Hasil&#13;
analisis menunjukkan bahwa nilai ISPU memiliki hubungan negatif sedang&#13;
dengan curah hujan (r ˜ -0,485) dan hubungan negatif kuat dengan kelembapan&#13;
udara (r ˜ -0,665), sedangkan hubungan antara ISPU dan volume kendaraan&#13;
tergolong lemah (r ˜ 0,135). Model regresi linier berganda menunjukkan bahwa&#13;
kelembapan udara berpengaruh signifikan secara statistik terhadap ISPU dengan&#13;
koefisien sekitar -1,84 (p &lt; 0,05), sementara curah hujan dan volume kendaraan&#13;
tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Model mampu menjelaskan sekitar&#13;
44,7% variasi ISPU (R² ˜ 0,447). Secara temporal, nilai ISPU cenderung lebih&#13;
rendah pada periode dengan curah hujan dan kelembapan tinggi serta meningkat&#13;
pada musim kemarau. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor meteorologi,&#13;
khususnya kelembapan udara, berperan dominan dalam mengontrol fluktuasi&#13;
kualitas udara Jakarta selama masa pandemi, meskipun sumber pencemar utama&#13;
tetap berasal dari aktivitas antropogenik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat&#13;
menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pengendalian pencemaran udara yang&#13;
mengintegrasikan aspek meteorologi dan pengendalian emisi secara berkelanjutan.; The COVID-19 pandemic caused significant changes in community&#13;
activity patterns in DKI Jakarta Province, which potentially affected urban air&#13;
quality. This study aims to analyze the influence of meteorological factors&#13;
(rainfall and humidity) and traffic volume on air quality represented by the Air&#13;
Pollution Standard Index (ISPU) in DKI Jakarta Province during the 2019–2021&#13;
period. Monthly secondary data were obtained from relevant agencies and&#13;
analyzed using a quantitative descriptive approach, Pearson correlation test, and&#13;
multiple linear regression. The results show that ISPU has a moderate negative&#13;
correlation with rainfall (r ˜ -0.485) and a strong negative correlation with&#13;
humidity (r ˜ -0.665), while the relationship between ISPU and traffic volume is&#13;
weak (r ˜ 0.135). The multiple linear regression model indicates that humidity has&#13;
a statistically significant effect on ISPU with a coefficient of approximately -1.84&#13;
(p &lt; 0.05), whereas rainfall and traffic volume do not have significant partial&#13;
effects. The model explains about 44.7% of the variation in ISPU (R² ˜ 0.447).&#13;
Temporally, ISPU values tend to be lower during periods of high rainfall and&#13;
humidity and increase during the dry season. These findings indicate that&#13;
meteorological factors, particularly humidity, play a dominant role in controlling&#13;
air quality fluctuations in Jakarta during the pandemic period, although the main&#13;
sources of pollutants remain anthropogenic activities. The results of this study are&#13;
expected to provide a scientific basis for formulating air pollution control policies&#13;
that integrate meteorological aspects and sustainable emission control.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172847</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) Berbasis Konsentrasi PM2.5 dan Deret Hari Kering (Studi kasus: DKI Jakarta)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172809</link>
<description>Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) Berbasis Konsentrasi PM2.5 dan Deret Hari Kering (Studi kasus: DKI Jakarta)
Merisa, Berlian Nurcahya
Deret hari kering (Consecutive Dry Days/CDD) yang panjang memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan kualitas udara di wilayah perkotaan akibat melemahnya mekanisme pencucian alami atmosfer (washout) yang menyebabkan polutan PM2.5 bertahan lebih lama. Hal tersebut dapat menyebabkan paparan PM2.5 lebih lama sehingga memengaruhi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) berdasarkan konsentrasi PM2.5 maksimum harian selama hari tanpa hujan sebagai indikator keterpaparan. Metode yang digunakan adalah perhitungan CDD dan ARKL berbasis konsentrasi maksimum PM2.5 pada periode hari kering, serta melakukan analisis korelasi kedua parameter pada setiap musim. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi PM2.5 meningkat seiring peningkatan durasi hari kering. SPKUA DKI 4 (Lubang Buaya) teridentifikasi sebagai wilayah paling rentan, kejadian CDD ekstrem selama 67 hari yang diikuti lonjakan konsentrasi hampir 300 µg/m³. Hubungan antara CDD dan konsentrasi PM2.5 sangat dipengaruhi oleh pola musiman, korelasi relatif menguat secara signifikan pada musim kemarau (JJA) r = 0,72. Berdasarkan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) pada populasi usia dewasa, nilai rasio risiko (Risk Quotient/RQ) meningkat seiring dengan panjangnya CDD, khususnya pada musim kemarau dan musim peralihan. Hubungan CDD dan RQ tertinggi (r = 0,72) pada musim kemarau, ambang batas aman risiko (RQ = 1) telah terlampaui pada CDD kurang dari 6 hari. SPKUA DKI 4 Lubang Buaya dan DKI 5 Kebon Jeruk menunjukkan peningkatan RQ paling signifikan seiring bertambahnya CDD. Berdasarkan analisis peluang, CDD lebih dari 15 hari pada musim JJA dan lebih dari 18 hari pada musim SON dapat ditetapkan sebagai ambang kritis untuk mengindikasikan tingginya risiko kesehatan lingkungan akibat pajanan PM2.5, terutama pada kondisi keterbatasan data konsentrasi PM2.5.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172809</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Beberapa Aspek Agroklimat Daerah Darmaga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172764</link>
<description>Beberapa Aspek Agroklimat Daerah Darmaga
Wahono, Untung
Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang terkumpul pada Stasiun Klimatologi Pertanian Klas I Darmaga, Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 1983 sampai bulan September 1983.&#13;
Informasi keadaan iklim suatu tempat memegang peranan penting bagi pertanian di tempat tersebut.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan informasi klimatologi kepada pemakai lahan pertanian daerah Darmaga. Kegiatan pertanian diharapkan lebih efesien dengan adanya informasi ini.&#13;
Darmaga mempunyai kisaran suhu bulanan yang tak lebar sepanjang tahun, yakni antara 24,4 °C sampai 25,6 °C dengan kurva suhu berbentuk bimodal. Kelembaban Nishi udara bulanan di atas 80 persen dan kelembaban yang tinggi umumnya terjadi pada pagi dan sore hari, sekalipun musim kemarau. Hasil perhitungan dengan menggunakan Metode Penman yang Dirubah, evapotranspirasi di Darmaga tampak erat berhubungan dengan suhu. Keduanya berbentuk bimodal. ...
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 1984 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172764</guid>
<dc:date>1984-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengkajian Beberapa Unsur Iklim Untuk Pembangunan Dan Pengembangan Wilayah Di Pulau Batam</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172763</link>
<description>Pengkajian Beberapa Unsur Iklim Untuk Pembangunan Dan Pengembangan Wilayah Di Pulau Batam
Budiονο, Bambang Eko
Pengkajian dilakukan di Pulau Batam, Propinsi Riau mulai dari Oktober 1982 sampai dengan Mei 1983. Sebagai pembantu digunakan data dari daerah sekitarnya yang di-terbitkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta dan Dinas Meteorologi di Singapura.&#13;
Tujuan dan kegunaan pengkajian adalah untuk mengetahui keadaan iklim Pulau Batam sebelum terjadi banyak perubahan permukaan. Hasil pengkajian diharapkan dapat digunakan untuk mempelajari pergeseran iklim, dasar pembanding perubahan iklim dimasa mendatang dan dalam pengembangan wilayah. Cara yang digunakan adalah dengan menentukan purata unsur-unsur iklim dalam satuan waktu jam, harian, mingguan, bulanan dan musiman; perhitungan resultan angin, distribusi dan frekuensi serta daya angin. Hasil analisa diwujudkan dalam bentuk grafik, gambar dan diagram. ...
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 1984 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172763</guid>
<dc:date>1984-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
