<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Student Papers</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/17</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 07:32:56 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-06T07:32:56Z</dc:date>
<item>
<title>Pengembangan Tepung Kecipir Berbasis Nanoenkapsulasi Untuk Meningkatkan Bioavailabilitas Nutrisi Sebagai Solusi Dalam Meningkatkan Ketersediaan Bahan Baku Sumber Protein Nabati</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162497</link>
<description>Pengembangan Tepung Kecipir Berbasis Nanoenkapsulasi Untuk Meningkatkan Bioavailabilitas Nutrisi Sebagai Solusi Dalam Meningkatkan Ketersediaan Bahan Baku Sumber Protein Nabati; Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE)
Fajri, Aulia Irhamni; Nurbaiti, Putri; Azzahra N, Kayla; Awaliyah, Meylani; Rachmat, Salsabila Luqyana
Berbagai masalah terkait kesehatan dan pemenuhan gizi tubuh menjadi&#13;
sorotan utama saat ini, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) sebagai salah&#13;
satu respons pemerintah terhadap isu tersebut. Seiring dengan itu, tren makanan&#13;
bertepung masih digemari sebagian masyarakat, di mana substitusi tepung terigu&#13;
dengan berbagai sumber pangan nabati atau kombinasi lainnya terus diupayakan&#13;
untuk meningkatkan kandungan nutrisi produk akhir.&#13;
Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman multifungsi&#13;
yang berpotensi sebagai sumber nutrisi karena kandungan protein, karbohidrat,&#13;
vitamin, dan mineralnya yang melimpah (Pujiastuti et al. 2024). Namun demikian,&#13;
kecipir yang dijuluki “Poor man’s food” ini masih jarang dimanfaatkan secara&#13;
maksimal. Stigma tersebut muncul karena semua bagian kecipir dapat dikonsumsi,&#13;
baik dalam keadaan mentah maupun matang (Bassal et al. 2020). Kandungan gizi&#13;
pada kecipir bahkan sebanding dengan gizi kacang kedelai (Bepary et al. 2023).&#13;
Selain itu, tanaman asal negara tropis ini dapat tumbuh pada berbagai ketinggian&#13;
(0-2000 m) dan kondisi tanah yang bervariasi (Mohanty et al. (2013) dalam Bassal&#13;
et al. (2020)), sehingga memiliki potensi untuk dibudidayakan di Indonesia.  ...
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162497</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Standards Of Pharmaceutical Services In  Animal Hospital Ipb University And Secondary Acute Anterior Uveitis With Hyphema In A Purpose-Bred Kitten</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111266</link>
<description>Standards Of Pharmaceutical Services In  Animal Hospital Ipb University And Secondary Acute Anterior Uveitis With Hyphema In A Purpose-Bred Kitten
Joon, Liew Kah
Pharmaceutical services in animal hospitals are an inseparable part of the&#13;
hospital service system that is focused on patient care, providing quality and&#13;
affordable pharmaceutical preparations, medical devices, and medicinal products.&#13;
“Reseptir dan Aplikasi Obat” is one of the courses in the Program Profesi Dokter&#13;
Hewan (PPDH) of the Faculty of Veterinary Medicine (FKH) Bogor Agricultural&#13;
University (IPB). PPDH students are required to know and understand&#13;
pharmaceutical services at veterinary hospitals to improve the quality of&#13;
pharmaceutical services in the field of veterinary medicine.&#13;
The definition of pharmaceutical service according to Permenkes number 76&#13;
of 2016 is a direct service to patients related to pharmaceutical preparations with&#13;
the aim of achieving definite results to improve the quality of life of patients.&#13;
Pharmaceutical activities that initially only focused on drug management as a&#13;
commodity became a comprehensive service. Hospital pharmacists are&#13;
responsible for all pharmaceutical goods circulating in hospitals. The Ministry of&#13;
Health (2004) explains that the practice of pharmaceutical services is an integrated&#13;
activity with the aim of identifying, preventing, and resolving drug problems and&#13;
health-related problems. .. dst
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111266</guid>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Meneliti dan Berkolaborasi Melalui Belajar Bersama Komunitas</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111120</link>
<description>Meneliti dan Berkolaborasi Melalui Belajar Bersama Komunitas
Purwandari, Heru
Pada hari Kamis, 22 Juli 2021 telah berlangsung sebuah agenda seminar dengan tajuk “Peluang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Desa Adat di Sekitar KPH Konservasi Pati-Barat” yang diinisiasi oleh Departemen SKPM-FEMA, IPB dan KPH Konservasi Kehati. Semangat yang diusung oleh dua lembaga ini adalah membangun jejaring kolaborasi riset dan kerja pengabdian yang dapat diikuti baik oleh dosen dan mahasiswa berbagai jenjang (Sarjana dan Pasca Sarjana) di lingkungan Departemen SKPM, dengan melibatkan komunitas lokal sebagai aktor utama. dst..
</description>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111120</guid>
<dc:date>2021-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Prevalence and prevention of parasite-borne disease in pet animals at Grace Veterinary Clinic, Pulau Penang, Malaysia on June-August 2021</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111117</link>
<description>Prevalence and prevention of parasite-borne disease in pet animals at Grace Veterinary Clinic, Pulau Penang, Malaysia on June-August 2021
Ling, Eng Chien; Meng, Loh Hooi; Laila, Sri Rahmatul
Penyakit parasitik selalu menjadi masalah di negara beriklim tropis termasuk di Pulau Pinang, Malaysia, karena kondisi lingkungan yang mendukung bagi berkembangnya agen parasit. Pengendalian agen parasit untuk hewan kesayangan harus dilaksanakan secara menyeluruh untuk mencegah maupun mengobati penyakit parasitik ini. Studi ini bertujuan untuk melihat prevalensi infeksi parasit pada hewan kesayangan di Grace Veterinary Clinic, Pulau Penang, Malaysia dan meningkatkan kesadaran pemilik hewan agar mempraktekkan pengendalian parasit untuk hewan kesayangan secara rutin. Metode yang digunakan adalah kuisioner pendataan penyakit parasit dan pengetahuan pemilik hewan tentang penyakit parasitik pada hewan kesayangannya, data rekam medis, dan infografis edukasi tentang pemelihara hewan yang baik dan pencegahan infeksi parasit pada hewan kesayangan. Hasil studi menunjukkan bahwa penyakit parasit yang paling banyak terekam selama waktu studi adalah investasi ektoparasit diikuti anaplasmosis. Dari survei yang dilakukan melalui kuisioner, pemilik hewan sebagian besar sudah mengetahui pencegahan penyakit parasit pada hewan kesayangannya, namun belum semua menerapkannya dengan baik karena kendala waktu dan biaya. Dengan pemberian edukasi kepada pemilik hewan, pengetahuan dan kepedulian pemilik terhadap pencegahan dan pengobatan parasite di hewan kesayangannya semakin meningkat. Melalui hal tersebut, diharapkan penyakit parasit pada hewan kesayangan dapat dicegahi dan dikurangi.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Aug 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/111117</guid>
<dc:date>2021-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
