<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Medicine and Nutrition</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156493</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 20:15:22 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-21T20:15:22Z</dc:date>
<item>
<title>Fisiologi Dan Fungsi Serumen Serta Penatalaksanaannya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174819</link>
<description>Fisiologi Dan Fungsi Serumen Serta Penatalaksanaannya
Winugroho, Mohammad Lukmanul Hakim
Telinga merupakan organ pendengaran yang memiliki reseptor khusus. Selain&#13;
itu telinga juga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan&#13;
telinga dalam 1. Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai&#13;
membran timpani. Sedangkan daun telinga itu sendiri terdiri dari tulang rawan elastin&#13;
dan kulit. Liang telinga berbentuk huruf S, dengan rangka tulang rawan pada&#13;
sepertiga bagian luar, sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri dari&#13;
tulang. Panjangnya kira-kira 2,5-3cm. Pada sepertiga bagian luar kulit liang telinga&#13;
terdapat banyak kelenjar serumen (kelenjar keringat) dan rambut. Dan pada&#13;
duapertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjar serumen 2. Sedangkan&#13;
telinga tengah itu berbentuk kubus dengan batas luar membran timpani, batas depan&#13;
tuba Eustachius, batas bawah vena jugularis (bulbus jugularis), batas belakang&#13;
aditus ad antrum dan kanalis fasialis pars vertikalis, batas atas tegmen timpani, dan&#13;
batas dalam berturut-turut dari atas kebawah kanalis semisirkularis horizontal,&#13;
kanalis fasialis, tingkap lonjong atau oval window serta tingkap bundar atau round&#13;
window dan promontorium. Telinga dalam terdiri dari koklea(rumah siput) yang&#13;
berupa dua setengah lingkaran dan vestibuler yang terdiri dari tiga buah kanalis&#13;
semisirkularis. Ujung atau puncak koklea disebut helikotrema, menghubungkan&#13;
perilimfa skala timpani dengan skala vestibuli 3. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174819</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Anatomi Fisiologi Sistem Vestibuler Perifer</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174818</link>
<description>Anatomi Fisiologi Sistem Vestibuler Perifer
Winugroho, Mohammad Lukmanul Hakim
Sistem keseimbangan didefinisikan sebagai detektor gerak vestibuler perifer&#13;
yang terkait dengan struktur sistem saraf pusat, dan mengubahnya menjadi informasi.&#13;
Sistem ini memfasilitasi persepsi seseorang tentang orientasinya terhadap lingkungan&#13;
sekitar.Sistem vestibuler perifer bertanggung jawab untuk merasakan dan&#13;
mengendalikan gerak. Reseptor vestibuler perifer yang terletak di labirin setiap telinga&#13;
bagian dalam memberikan informasi kepada otak mengenai gerak dan orientasi&#13;
kepala yang relatif terhadap gravitasi.1,2&#13;
Penyakit gangguan keseimbangan merupakan masalah yang sering&#13;
ditemukanpada orang dewasa dan orang tua,tetapi jarang terdeteksi karena sering&#13;
menjadi kelainan penyertadari penyakit kronis. Penyakit ini diderita orang tua selama&#13;
hidupnya dengan prevalensi 2,4%. Gangguan keseimbangan dari total keseluruhan&#13;
penderita dengan keluhan vertigo dan pusing sebesar 65%. Penyebab tersering dari&#13;
gangguan keseimbangan adalah BPPV yaitu 32%.3-6&#13;
Keluhan gangguan keseimbangan jarangdiperiksa, dan ketika&#13;
terdiagnosisjarangdirawat. Kesembuhan gangguan keseimbangan sulit dicapai secara&#13;
tuntas, sehingga dapat mengganggu aktivitas serta mengurangi kualitas hidup&#13;
seseorang. Oleh sebab itu, topik ini sangat perlu di bahas secara mendalam, dengan&#13;
tujuanagar mendapat pemahaman mengenai anatomi dan fisiologi vestibuler perifer. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174818</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pendekatan Kliniks Hepatitis A</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174707</link>
<description>Pendekatan Kliniks Hepatitis A
Rahim, Ditia Gilang Shah Putra
Hepatitis A adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV). Infeksi virus hepatitis A umumnya terjadi karena kontaminasi makanan atau air, dan transmisi secara horizontal dari satu individu ke individu lainnya. HAV merupakan virus RNA beruntai tunggal dan masuk dalam famili Picornaviridae.1,2&#13;
Hepatitis A umumnya bersifat self-limited disease. Pasien akan mengalami gejala prodromal, seperti mual, muntah, lemas, anoreksia, demam, mialgia, dan sakit kepala ringan. Kemudian pasien akan mengalami hiperbilirubinemia, yang ditandai dengan kondisi jaundice, berupa sklera ikterik, urin kuning atau coklat gelap, feses yang pucat, dan pruritus ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174707</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PANGAN HORTIKULTURA UNTUK PEMENUHAN GIZI PADA MENU MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174293</link>
<description>PANGAN HORTIKULTURA UNTUK PEMENUHAN GIZI PADA MENU MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG); Optimalisasi Sayur dan Buah dalam Mendukung Gizi Seimbang Anak Indonesia  Disusun
Mauludyani, Anna Vipta Resti
Indonesia saat ini menghadapi tantangan gizi yang kompleks, yang dikenal&#13;
dengan istilah Triple Burden of Malnutrition atau tiga beban masalah gizi yang terjadi&#13;
secara bersamaan, yaitu gizi kurang, gizi lebih, dan kekurangan gizi mikro. Ketiga&#13;
masalah ini terjadi di tengah masyarakat secara bersamaan dan saling berkaitan,&#13;
sehingga memerlukan pendekatan intervensi yang menyeluruh dan tepat sasaran,&#13;
khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.&#13;
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu upaya&#13;
pemerintah untuk menjawab tantangan gizi tersebut, dengan menyediakan menu&#13;
makanan yang beragam, bergizi, dan terjangkau bagi anak sekolah. Agar program ini&#13;
dapat memberikan dampak yang optimal, penyusunan menu MBG perlu&#13;
memperhatikan pemenuhan zat gizi makro maupun mikro secara seimbang, termasuk&#13;
kecukupan serat, vitamin, dan mineral. Dalam konteks ini, pangan hortikultura berupa&#13;
sayur dan buah memiliki peran yang sangat strategis, karena merupakan sumber&#13;
utama vitamin, mineral, serat, dan senyawa antioksidan yang dibutuhkan tubuh.&#13;
Meskipun peranannya sangat penting, pemenuhan sayur dan buah dalam menu&#13;
MBG masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi ketersediaan pasokan&#13;
pangan hortikultura lokal maupun dari sisi tingkat konsumsi anak terhadap sayur dan&#13;
buah yang cenderung masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang&#13;
komprehensif mengenai peran, kandungan gizi, standar porsi, serta strategi&#13;
optimalisasi pangan hortikultura dalam mendukung keberhasilan program MBG, yang&#13;
menjadi fokus pembahasan dalam makalah ini. ...
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174293</guid>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
