<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Production Technology And Agricultural Community Development</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 11:29:27 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-13T11:29:27Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Persepsi Terhadap Partisipasi dan Perumusan Strategi Revitalisasi Kelompok Tani (Kasus: Kelompok Tani Sungai Palajau Desa Keban Agung, Kecamatan Kikim Selatan, Sumatera Selatan)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178526</link>
<description>Analisis Persepsi Terhadap Partisipasi dan Perumusan Strategi Revitalisasi Kelompok Tani (Kasus: Kelompok Tani Sungai Palajau Desa Keban Agung, Kecamatan Kikim Selatan, Sumatera Selatan)
Refwan, Dzakiy Ihsan
Kelompok tani memiliki peran penting sebagai wadah pembelajaran, kerja &#13;
sama, dan pengembangan usaha tani. Kondisi Kelompok Tani Sungai Palajau &#13;
mengalami masa vakum dalam waktu yang cukup lama sehingga memengaruhi &#13;
pelaksanaan kegiatan dan keterlibatan anggota. Kelompok mulai aktif kembali pada &#13;
tahun 2025,  tetapi partisipasi anggota masih menghadapi berbagai kendala. &#13;
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memahami persepsi anggota terhadap &#13;
partisipasi sebagai dasar dalam merumuskan strategi revitalisasi kelompok tani. &#13;
Penelitian bertujuan menganalisis persepsi anggota terhadap partisipasi, &#13;
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi, serta merumuskan &#13;
strategi revitalisasi Kelompok Tani Sungai Palajau. Penelitian menggunakan &#13;
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposive &#13;
yang terdiri atas ketua kelompok, pengurus, anggota kelompok, penyuluh pertanian &#13;
lapangan, dan kepala desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, &#13;
observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan &#13;
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. &#13;
Perumusan strategi revitalisasi dilakukan menggunakan analisis SWOT. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota terhadap partisipasi pada tahap &#13;
perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi masih beragam. &#13;
Perbedaan persepsi dipengaruhi oleh kesempatan, kemauan, dan kemampuan &#13;
anggota dalam mengikuti kegiatan kelompok. Kegiatan kelompok yang belum &#13;
rutin, komunikasi yang belum optimal, serta keterbatasan pendampingan menjadi &#13;
faktor yang memengaruhi partisipasi anggota. Analisis SWOT menghasilkan &#13;
beberapa alternatif strategi revitalisasi yang berfokus pada penguatan kelembagaan, &#13;
peningkatan kapasitas anggota, optimalisasi peran penyuluh, serta pengembangan &#13;
program kelompok sesuai kebutuhan anggota.&#13;
&#13;
Farmer groups play an important role as a medium for learning, cooperation, &#13;
and agricultural development. The Sungai Palajau Farmer Group experienced a &#13;
prolonged period of inactivity, which affected group activities and members' &#13;
participation. Although the group became active again in 2025, members' &#13;
participation continues to face several challenges. This condition highlights the &#13;
importance of understanding members' perceptions of participation as a basis for &#13;
formulating an appropriate farmer group revitalization strategy. This study aimed &#13;
to analyze members' perceptions of participation, identify factors influencing &#13;
participation, and formulate revitalization strategies for the Sungai Palajau Farmer &#13;
Group. This study employed a qualitative approach using a case study method. &#13;
Informants were selected purposively and consisted of the group leader, &#13;
management board, members, an agricultural extension worker, and the village &#13;
head. Data were collected through in-depth interviews, observation, and &#13;
documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and &#13;
Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. &#13;
Revitalization strategies were formulated using SWOT analysis. The findings &#13;
indicate that members' perceptions of participation in planning, implementation, &#13;
benefit utilization, and evaluation varied among members. These perceptions were &#13;
influenced by members' opportunities, willingness, and capacities to participate in &#13;
group activities. Irregular group meetings, limited communication, and insufficient &#13;
extension support were identified as factors affecting participation. SWOT analysis &#13;
generated several revitalization strategies focusing on strengthening farmer group &#13;
institutions, improving members' capacity, optimizing the role of agricultural &#13;
extension workers, and developing programs that better address members' needs.; Farmer groups play an important role as a medium for learning, cooperation,&#13;
and agricultural development. The Sungai Palajau Farmer Group experienced a&#13;
prolonged period of inactivity, which affected group activities and members'&#13;
participation. Although the group became active again in 2025, members'&#13;
participation continues to face several challenges. This condition highlights the&#13;
importance of understanding members' perceptions of participation as a basis for&#13;
formulating an appropriate farmer group revitalization strategy. This study aimed&#13;
to analyze members' perceptions of participation, identify factors influencing&#13;
participation, and formulate revitalization strategies for the Sungai Palajau Farmer&#13;
Group. This study employed a qualitative approach using a case study method.&#13;
Informants were selected purposively and consisted of the group leader,&#13;
management board, members, an agricultural extension worker, and the village&#13;
head. Data were collected through in-depth interviews, observation, and&#13;
documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and&#13;
Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing.&#13;
Revitalization strategies were formulated using SWOT analysis. The findings&#13;
indicate that members' perceptions of participation in planning, implementation,&#13;
benefit utilization, and evaluation varied among members. These perceptions were&#13;
influenced by members' opportunities, willingness, and capacities to participate in&#13;
group activities. Irregular group meetings, limited communication, and insufficient&#13;
extension support were identified as factors affecting participation. SWOT analysis&#13;
generated several revitalization strategies focusing on strengthening farmer group&#13;
institutions, improving members' capacity, optimizing the role of agricultural&#13;
extension workers, and developing programs that better address members' needs.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178526</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Pengembangan Praktik Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178489</link>
<description>Strategi Pengembangan Praktik Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi
Ariani, Anisa Dwi
ANISA DWI ARIANI. Strategi Pengembangan Praktik Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. Dibimbing oleh WIDYA HASIAN SITUMEANG dan RIRIH SEKAR MARDISIWI.&#13;
&#13;
Praktik budidaya padi di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi  masih didominasi oleh penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sehingga berpotensi menurunkan kesuburan tanah. Dalam upaya mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan, telah dilakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan, sekolah lapang, pelatihan, penggunaan pupuk organik,  dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penerapan praktik tersebut di tingkat petani masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi penerapan praktik pertanian ramah lingkungan, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapannya, serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai di Desa Tempuran. Penelitian menggunakan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif (mixed method) dengan analisis deskriptif, Matriks IFAS-EFAS, Matriks IE, Matriks SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik pertanian ramah lingkungan di Desa Tempuran masih belum optimal, ditandai dengan rendahnya tingkat pengetahuan petani terhadap pertanian ramah lingkungan serta masih dominannya penggunaan pupuk kimia. Hasil analisis Matriks IE menempatkan kelompok tani pada posisi yang mengindikasikan strategi mempertahankan dan memelihara (hold and maintain). Berdasarkan hasil QSPM, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui penyuluhan, sekolah lapang, dan pelatihan guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia serta meningkatkan penerapan pupuk organik. Strategi ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia petani sebagai kunci utama keberhasilan pengembangan pertanian ramah lingkungan di Desa Tempuran.&#13;
&#13;
Kata kunci: matriks SWOT, pertanian ramah lingkungan, QSPM, strategi  pengembangan; ANISA DWI ARIANI. Development Strategy for Environmentally Friendly Agricultural Practices in Tempuran Village, Paron District, Ngawi Regency. Supervised by WIDYA HASIAN SITUMEANG and RIRIH SEKAR MARDISIWI.&#13;
&#13;
Rice cultivation practices in Tempuran Village, Paron District, Ngawi Regency are still dominated by the use of chemical fertilizers and pesticides, which potentially leads to declining soil fertility and environmental degradation. To encourage the implementation of environmentally friendly agriculture, several initiatives have been introduced, including agricultural extension programs, farmer field schools, training activities, the use of organic fertilizers, and the implementation of Integrated Pest Management (IPM). However, the adoption of these practices by farmers remains suboptimal. This study aims to analyze the condition of environmentally friendly agricultural practices, identify internal and external factors influencing their implementation, and formulate appropriate development strategies in Tempuran Village. The study used a mixed-method approach with descriptive analysis, IFAS-EFAS Matrix, IE Matrix, SWOT Matrix, and QSPM The results showed that the implementation of environmentally friendly agricultural practices in Tempuran Village has not yet been optimal, as indicated by the low level of farmers’ knowledge regarding environmentally friendly agriculture and the continued dominant use of chemical fertilizers. The IE Matrix analysis places the farmer group in a position indicating a hold and maintain strategy. Based on the QSPM results, the recommended priority strategy is to improve farmers' knowledge and skills through extension services, field schools, and training to reduce dependence on chemical fertilizers while increasing organic fertilizer application. This strategy emphasizes strengthening farmers' human resource capacity as the key to successful development of environmentally friendly agriculture in Tempuran Village.&#13;
&#13;
 Keywords: SWOT matrix, enviromentally friendly agriculture, QSPM, development strategy
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178489</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran Kelompok Tani Padang Laweh 2 dalam Meningkatkan Produksi Jagung di Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178488</link>
<description>Peran Kelompok Tani Padang Laweh 2 dalam Meningkatkan Produksi Jagung di Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat
santi, Melia Ari
MELIA ARI SANTI. Peran Kelompok Tani Padang Laweh 2 dalam Meningkatkan Produksi Jagung di Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Dibimbing oleh RATIH KEMALA DEWI dan RIRIH SEKAR MARDISIWI.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani tentang  budidaya jagung, peran kelompok tani dalam penyediaan sarana produksi, serta peran kelompok tani dalam meningkatkan produksi jagung di Kecamatan Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober –Juni 2026 menggunakan metode mixed methods. Penentuan responden dilakukan secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 30 orang anggota Kelompok Tani Padang Laweh 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, persentase, dan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80% petani memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi mengenai budidaya jagung. Sebanyak 66,66% responden menilai kelompok tani sangat berperan dalam penyediaan sarana produksi. Kelompok tani telah membantu penyaluran pupuk, insektisida, dan alat bajak sesuai kebutuhan petani, namun penyaluran benih belum sepenuhnya sesuai karena petani lebih menginginkan benih jenis Y dibandingkan benih jenis X. Peran kelompok tani juga berdampak pada peningkatan produksi jagung, yang ditunjukkan oleh peningkatan produktivitas dari rata-rata 2,20 ton/ha sebelum bergabung menjadi 3,65 ton/ha setelah mengikuti pembinaan dan menerapkan anjuran budidaya yang diberikan dalam kegiatan kelompok tani. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan produktivitas sebesar 1,45 ton/ha atau sekitar 65,91%. Dengan demikian, kelompok tani berperan dalam meningkatkan pengetahuan petani, mempermudah akses sarana produksi, dan meningkatkan produksi jagung di Kecamatan Padang Laweh.&#13;
&#13;
Kata kunci: kelompok tani, pengetahuan petani, produksi jagung, sarana produksi.; MELIA ARI SANTI. The Role of the Padang Laweh 2 Farmer Group in Increasing Corn Production in Padang Laweh District, Dharmasraya Regency, West Sumatera. Supervised by Ratih Kemala Dewi and Ririh Sekar Mardisiwi.&#13;
&#13;
This study aims to determine farmers' knowledge levels regarding maize cultivation, the role of the farmer group in providing production inputs, and the group's role in increasing maize production in Padang Laweh District, Dharmasraya Regency, West Sumatera Province. The research was conducted from October to June 2026 using a mixed-methods approach. Respondents were selected purposively, comprising 30 members of the "Padang Laweh 2" Farmer Group. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, and subsequently analyzed using descriptive analysis, percentage calculations, and a Likert scale. The results indicate that 80% of the farmers possess a high level of knowledge regarding maize cultivation. Furthermore, 66.66% of respondents assessed the farmer group as playing a significant role in the provision of production inputs. The group facilitated the distribution of fertilizers, insecticides, and plowing equipment according to farmers' needs; however, seed distribution did not fully align with preferences, as farmers favored "Type Y" seeds over "Type X" seeds. The farmer group also contributed to increased maize production, evidenced by a rise in productivity from an average of 2.20 tons/ha prior to membership to 3.65 tons/ha after receiving guidance and implementing cultivation recommendations provided through group activities. This represents a productivity increase of 1.45 tons/ha, or approximately 65.91%. Thus, the farmer group plays a vital role in enhancing farmers' knowledge, facilitating access to production inputs, and boosting maize production in Padang Laweh District.&#13;
&#13;
Keywords: farmer groups, farmers' knowledge, maize production, production inputs.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178488</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN PERGANTIAN AIR STOK DENGAN TEKNOLOGI FINE BUBBLE TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN HIAS GOLDEN (Puntius denisonii) PADA SISTEM AKUAKULTUR INTENSIF</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178426</link>
<description>ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN PERGANTIAN AIR STOK DENGAN TEKNOLOGI FINE BUBBLE TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN HIAS GOLDEN (Puntius denisonii) PADA SISTEM AKUAKULTUR INTENSIF
Hidayah, Putri Nurul
PUTRI NURUL HIDAYAH. Analisis Pengaruh Perbedaan Pergantian Air Stok dengan Teknologi Fine bubble Terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Hias Golden (Puntius denisonii) pada Sistem Akuakultur Intensif. Dibimbing oleh WIDYA HASIAN SITUMEANG dan HENRY KASMANHADI SAPUTRA.&#13;
Permintaan pasar ikan hias Golden (Puntius denisonii) yang semakin meningkatnya permintaan pasar ikan hias Golden (Puntius denisonii) memerlukan penerapan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan presentase pergantian air dengan teknologi fine bubble terhadap parameter kualitas air dan performa pertumbuhan ikan. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 (tiga) perlakuan, yaitu pergantian air 80% (K1) dan pergantian air 100% (K2) menggunakan fine bubble serta Kontrol dengan pergantian air (60%) tanpa menggunakan finebubble dengan masing-masing 3 (tiga) ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian air 100% (K2) menghasilkan kualitas air terbaik berdasarkan kadar oksigen terlarut (DO) dan alkalinitas, sedangkan pergantian air 80% (K1) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi yaitu 62,67% sehingga menjadi perlakuan paling optimal untuk produksi ikan. Secara statistik, perbedaan perlakuan pergantian air belum memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan. Penerapan teknologi fine bubble pada pergantian air 80% (K1) berpotensi menjadi alternatif budidaya yang lebih efisien dan mendukung pengelolaan kualitas air pada sistem akuakultur intensif.&#13;
&#13;
Kata kunci: fine bubble, kualitas air, pergantian air, pertumbuhan ikan; PUTRI NURUL HIDAYAH. Analysis of the Effect of Differences in Stock Water Replacement Using Fine bubble Technology on the Growth Performance of Golden Ornamental Fish (Puntius denisonii) in an Intensive Aquaculture System. Supervised by WIDYA HASIAN SITUMEANG and HENRY KASMANHADI SAPUTRA.&#13;
The increasing market demand for Golden ornamental fish (Puntius denisonii) requires the application of aquaculture technologies capable of maintaining water quality and improving production efficiency. This study aims to analyze the effect of different water replacement rates using fine-bubble technology on water quality parameters and fish growth performance. The study was conducted over 30 days using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 (three) treatments: 80% water exchange (K1) and 100% water exchange (K2) using fine-bubble technology, as well as a control group with 60% water exchange without fine-bubble technology, each with 3 (three) replicates. The results showed that 100% water exchange (K2) produced the best water quality based on dissolved oxygen (DO) levels and alkalinity, while 80% water exchange (K1) yielded the highest survival rate of 62.67%, making it the most optimal treatment for fish production. Statistically, the differences in water-change treatments did not have a significant effect on growth parameters. The application of fine-bubble technology in the 80% water-change treatment (K1) has the potential to become a more sustainable aquaculture alternative.&#13;
&#13;
Keywords: fine bubble, fish growth, water changes, water quality
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178426</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
