<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Industrial Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153665</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 02:51:26 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-05-05T02:51:26Z</dc:date>
<item>
<title>Optimisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Menggunakan Algoritma Wagner-Whitin di PT XYZ</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172972</link>
<description>Optimisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Menggunakan Algoritma Wagner-Whitin di PT XYZ
Azhari, Ervinto
PT XYZ menghadapi tantangan overstock  pada bahan baku utama akibat kebijakan pengadaan yang bersifat intuitif, sehingga berdampak pada peningkatan biaya penyimpanan dan rendahnya efektivitas gudang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebijakan pengendalian persediaan yang optimal dengan meminimalkan total biaya persediaan menggunakan data kuantitatif sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas gudang dan meningkatkan inventory turnover. Solusi dirancang melalui siklus Plan-Do-Study-Act (PDSA) dengan mengintegrasikan algoritma Wagner-Whitin dan rasionalisasi safety stock ke dalam modul SAP Materials Management (MM). Hasil evaluasi menunjukkan metode usulan menekan total biaya persediaan dari Rp621.613.313 menjadi Rp363.602.313, atau penghematan sebesar 41,51%. Transformasi kebijakan meningkatkan inventory turnover serta mengoptimalkan utilitas ruang gudang sebesar ±73%. Integrasi sistem pada modul SAP MM dan standardisasi dilakukan agar manajemen rantai pasok menjadi sistematis, dan berbasis data kuantitatif.; PT XYZ faces challenges regarding overstock in it’s main raw material due to intuitive procurement policies, leading to increased holding costs and low warehouse effectiveness. This study aims to design an optimal inventory control policy to minimize total inventory costs through a quantitative approach, optimize warehouse space utulization, and improve inventory turnover. A solution was designed through the PDSA cycle by integrating the Wagner-Whitin algorithm and rationalizing safety stock within the SAP module. Evaluation indicate that the proposed model reduces total inventory costs from IDR 621,613,313 to IDR 363,602,313, or a 41.51% savings. This policy transformation increases inventory turnover and optimizes warehouse space utility by ±73%. System integration within the SAP MM module and the standardization were implemented to establish a systematic, and quantitative data-driven supply chain management.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172972</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin MA 650 G1 Di PT Cahaya Buana Intitama</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170905</link>
<description>Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin MA 650 G1 Di PT Cahaya Buana Intitama
Irmayanti, Rika
PT Cahaya Buana Intitama adalah perusahaan manufaktur didirikan pada &#13;
tahun 1985 dengan fokus utama pada produksi furnitur. Sebagai salah satu &#13;
produsen furnitur plastik terbesar di Indonesia. PT Cahaya Buana Intitama &#13;
mengalami kendala downtime pada mesin MA 650 G1 yang mengganggu &#13;
produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan permasalahan pada mesin &#13;
MA 650 G1, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Root &#13;
Cause Analysis untuk mencari akar masalah dilakukan dengan metode 5 Why, &#13;
dilanjut dengan pengumpulan data primer dan sekunder, Manajemen perawatan, &#13;
Pilar TPM, Reliability Maintenance, Overall Equipment Effectiveness, Six Big &#13;
Losses, Diagram Pareto. Hasil analisis menunjukan nilai OEE mesin MA 650 G1 &#13;
masih dibawah standar Japan Institite of Plant Maintenance (JIPM), dan kerugian &#13;
terbesar disebabkan oleh reduce speed losses. Berdasarkan hasil identifikasi &#13;
tersebut dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan memberikan solusi &#13;
yang tepat kepada perusahaan.; PT Cahaya Buana Intitama is a manufacturing company established in 1985 &#13;
with a primary focus on furniture production. As one of the largest plastic &#13;
furniture manufacturers in Indonesia, PT Cahaya Buana Intitama faces downtime &#13;
issues with the MA 650 G1 machine that disrupt production. This research aims to &#13;
define the problems related to the MA 650 G1 machine, utilizing the Root Cause &#13;
Analysis method to find the root causes through the 5 Whys technique, followed &#13;
by the collection of primary and secondary data, maintenance management, TPM &#13;
pillars, Reliability Maintenance, Overall Equipment Effectiveness, Six Big &#13;
Losses, and Pareto Diagrams. The analysis results indicate that the OEE value of &#13;
the MA 650 G1 machine is still below the standards set by the Japan Institute of &#13;
Plant Maintenance (JIPM), with the largest losses attributed to reduced speed &#13;
losses. Based on these identification results, this can aid in decision-making and &#13;
provide appropriate solutions for the company.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170905</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Rancangan Usulan Optimalisasi Kuningan Melalui Aliran Material Sirkular pada Produksi Fitting PT XYZ</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170901</link>
<description>Rancangan Usulan Optimalisasi Kuningan Melalui Aliran Material Sirkular pada Produksi Fitting PT XYZ
Rhehan, Muhammad
Kuningan merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi fitting di industri manufaktur sanitasi, termasuk di PT XYZ. Proses produksi menghasilkan limbah berupa scrap kuningan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan rancangan optimalisasi pemanfaatan scrap kuningan melalui pendekatan aliran material sirkular. Metode yang digunakan mencakup analisis Material Flow Analysis (MFA), pendekatan ekonomi sirkular, serta analisis biaya-manfaat terhadap rancangan sistem pemulihan kuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan sistem recovery melalui tahapan sentrifugasi dapat mengurangi limbah dan menghasilkan efisiensi biaya produksi. Analisis keekonomian menunjukkan rancangan ini layak secara finansial dengan nilai Net Present Value (NPV) Rp52.785.433.000,00. Implementasi aliran material sirkular pada proses produksi diharapkan mendukung praktik produksi berkelanjutan serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan material di PT XYZ.; Brass is one of the main raw materials used in the fitting production process in&#13;
the sanitary manufacturing industry, including at PT XYZ. The production process&#13;
generates brass scrap, which has not been optimally utilized. This project aims to&#13;
propose an optimization design for the utilization of brass scrap through a circular&#13;
material flow approach. The method includes Material Flow Analysis (MFA),&#13;
circular economy principles, and cost-benefit analysis of the proposed brass&#13;
recovery system. The results show that the proposed recovery system using&#13;
centrifugation stages can reduce waste and improve production cost efficiency. The&#13;
economic analysis demonstrates financial feasibility with a Rp52.785.433.000,00&#13;
Net Present Value (NPV). The implementation of circular material flow in the&#13;
production process is expected to support sustainable manufacturing practices and&#13;
improve material utilization efficiency at PT XYZ.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170901</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Mengatasi Tingginya Defect Undercut pada Proses Fabrikasi Join Top Lift Box SST 125 di PT Dian Pandu Pratama.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170805</link>
<description>Mengatasi Tingginya Defect Undercut pada Proses Fabrikasi Join Top Lift Box SST 125 di PT Dian Pandu Pratama.
Azis, Ahmad Abdul
PT Dian Pandu Pratama (PT DPP) adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang job and labour supply untuk industri alat berat, dengan proses utama meliputi fabrikasi, pengecatan, dan perakitan. Perusahaan ini menghadapi permasalahan kualitas dalam proses pengelasan pada bagian join top lift box produk Semi Side Tipper (SST) 125, yang ditandai dengan tingginya jumlah cacat dan waktu rework. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC. Hasil analisis menunjukkan bahwa defect undercut merupakan jenis cacat dengan waktu rework paling tinggi, yaitu 122,15 jam. Rata-rata nilai sigma yang diperoleh dari proses fabrikasi tersebut adalah 3,47. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan analisis kestabilan proses menggunakan U-Chart dan dilanjutkan dengan metode 5 Whys untuk menelusuri akar penyebab cacat. Solusi perbaikan yang diusulkan mencakup penyusunan dokumen Welding Procedure Specification (WPS), pelatihan ulang operator las, serta strategi monitoring dan evaluasi. Dengan penerapan perbaikan tersebut, proses pengelasan diharapkan menjadi lebih konsisten, efisien, dan minim cacat.; PT Dian Pandu Pratama (PT DPP) is a manufacturing company engaged in job and labour supply for the heavy equipment industry, with core processes including fabrication, painting, and assembly. The company faces quality issues in the welding process, particularly in the join top lift box section of the Semi Side Tipper (SST) 125 product, marked by a high number of defects and rework time. This study uses the Six Sigma method with the DMAIC approach. The analysis results showed that the undercut defect had the highest rework duration, reaching 122.15 hours. The average sigma level obtained from the process was 3.47. Based on these findings, a process stability analysis was conducted using a U-Chart, followed by the 5 Whys method to identify the root causes of the defect. Proposed improvements include the development of a Welding Procedure Specification (WPS), retraining for welding operators, and the preparation of a monitoring and evaluation strategy. With these improvements, the welding process is expected to become more consistent, efficient, and less prone to defects.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170805</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
