<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Livestock Management and Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153663</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 16:28:30 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-02T16:28:30Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Breed terhadap Sifat Reproduksi Domba Betina (Litter size dan Pregnancy Rate) di Cikarawang Farm Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179851</link>
<description>Pengaruh Breed terhadap Sifat Reproduksi Domba Betina (Litter size dan Pregnancy Rate) di Cikarawang Farm Bogor
DEPARLE, WAYAN ROMARIO
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh breed terhadap sifat reproduksi domba betina yang meliputi litter size dan pregnancy rate di Cikarawang Farm, Bogor. Penelitian menggunakan data reproduksi 160 ekor domba betina yang terdiri atas domba Garut × Garut dan Dorper × Garut. Data diperoleh melalui recording reproduksi dan pemeriksaan kebuntingan menggunakan ultrasonografi (USG), kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata litter size pada domba Garut × Garut sebesar 1,725 ± 0,12 ekor dan Dorper × Garut sebesar 1,950 ± 0,15 ekor, dengan perbedaan yang tidak nyata (P&gt;0,05). Sementara itu, pregnancy rate pada domba Dorper × Garut lebih tinggi dibandingkan Garut × Garut dan menunjukkan perbedaan yang nyata (P&lt;0,05). Analisis korelasi menunjukkan bahwa breed memiliki hubungan yang sangat lemah terhadap litter size, tetapi berhubungan positif dan signifikan terhadap pregnancy rate. Disimpulkan bahwa breed berpengaruh terhadap pregnancy rate, namun tidak berpengaruh nyata terhadap litter size.; Namely litter size and pregnancy rate, at Cikarawang Farm, Bogor. The study used reproductive records from 160 ewes consisting of Garut × Garut and Dorper × Garut sheep. Data were collected through reproductive recording and pregnancy diagnosis using ultrasonography (USG), then analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and regression analysis. The results showed that the average litter size was 1.725 ± 0.12 lambs in Garut × Garut sheep and 1.950 ± 0.15 lambs in Dorper × Garut sheep, with no significant difference (P&gt;0.05). Meanwhile, the pregnancy rate of Dorper × Garut sheep was significantly higher than that of Garut × Garut sheep (P&lt;0.05). Correlation analysis indicated that breed had a very weak relationship with litter size but a positive and significant relationship with pregnancy rate. It can be concluded that breed significantly affected pregnancy rate but had no significant effect on litter size
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179851</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Pengelolaan Usaha Susu Pasteurisasi di Odamilk  Siteba Kota Padang</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179480</link>
<description>Analisis Pengelolaan Usaha Susu Pasteurisasi di Odamilk  Siteba Kota Padang
KHALIJAH, RIZKIKA
Susu merupakan bahan pangan bergizi tinggi, namun mudah rusak akibat &#13;
aktivitas mikroorganisme, sehingga memerlukan penanganan yang tepat seperti &#13;
pasteurisasi untuk mempertahankan kualitas dan keamanannya. Rendahnya tingkat &#13;
konsumsi susu di Indonesia dibandingkan negara Asia Tenggara lain membuka &#13;
peluang pengembangan usaha susu pasteurisasi. Penelitian ini bertujuan &#13;
menganalisis kelayakan finansial dan merumuskan strategi pengembangan usaha &#13;
susu pasteurisasi pada Odamilk Siteba Kota Padang. Kelayakan finansial dinilai &#13;
menggunakan indikator biaya, penerimaan, keuntungan, BEP, dan R/C, sedangkan &#13;
strategi pengembangan dianalisis menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian &#13;
diharapkan memberikan informasi mengenai kelayakan usaha serta strategi yang &#13;
tepat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha Odamilk Siteba.; Milk is highly nutritious, yet perishable due to microbial activity, requiring &#13;
proper handling such as pasteurization to maintain quality and safety. Indonesia's &#13;
relatively low milk consumption compared to other Southeast Asian countries &#13;
presents an opportunity for pasteurized milk business development. This study aims &#13;
to analyze the financial feasibility and formulate development strategies for the &#13;
Odamilk Siteba pasteurized milk business in Padang City. Financial feasibility was &#13;
assessed using cost, revenue, profit, BEP, and R/C indicators, while the &#13;
development strategy was analyzed using the SWOT method. The findings are &#13;
expected to provide insights into the business's feasibility as well as appropriate &#13;
strategies to enhance its competitiveness and sustainability.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179480</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penggemukan dan Analisis Usaha Ternak Sapi di PT Mazashi Semuda Farm Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179233</link>
<description>Penggemukan dan Analisis Usaha Ternak Sapi di PT Mazashi Semuda Farm Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat
Syafiqi, Muhammad Fathan
MUHAMMAD FATHAN SYAFIQI. Penggemukan dan Analisis Usaha Ternak Sapi di PT Mazhashi Semuda Farm Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat. Dibimbing oleh FARIZ AM KURNIAWAN.  &#13;
Usaha penggemukan sapi berperan dalam memenuhi kebutuhan daging nasional. PT Mazhashi Semuda Farm menerapkan penggemukan sapi Bali berbasis kemitraan dengan investor. Proyek akhir ini bertujuan menganalisis sistem kemitraan, manajemen penggemukan, dan kelayakan usaha di PT Mazhashi Semuda Farm, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Februari–Mei 2026 melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengumpulan data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis biaya, penerimaan, keuntungan, serta Return on Investment (ROI). Hasil menunjukkan bahwa kemitraan berjalan melalui pembagian peran yang jelas antara pengelola dan investor, didukung manajemen pakan, kesehatan, dan perkandangan yang baik tanpa ditemukan kasus morbiditas maupun mortalitas. Usaha menghasilkan keuntungan Rp9.450.000 dengan ROI 15,48%, sehingga layak dikembangkan dan menguntungkan bagi pengelola maupun investor.; MUHAMMAD FATHAN SYAFIQI. Cattle Fattening and Business Analysis at PT Mazhashi Semuda Farm Jatiasih Bekasi City West Java. Supervised by FARIZ AM KURNIAWAN.&#13;
Cattle fattening plays an important role in meeting the growing national demand for beef. PT Mazhashi Semuda Farm applies a Bali cattle fattening system based on a partnership scheme with investors. This final project aimed to analyze the partnership system, fattening management, and business feasibility at PT Mazhashi Semuda Farm, Jatiasih, Bekasi City, West Java. The study was conducted from February to May 2026 through observation, interviews, documentation, and the collection of primary and secondary data. Data were analyzed descriptively using cost, revenue, profit, and Return on Investment (ROI) analyses. The results showed that the partnership operated through a clear division of roles between the farm manager and investors, supported by proper feed, health, and housing management, with no cases of morbidity or mortality recorded. The business generated a profit of IDR 9,450,000 with an ROI of 15.48%, indicating that the cattle fattening business is feasible for further development and provides benefits to both the farm manager and investors.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179233</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Usaha Penjualan Produksi Daging Giling di Sedulur 99 Citeureup Bogor Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179122</link>
<description>Analisis Usaha Penjualan Produksi Daging Giling di Sedulur 99 Citeureup Bogor Jawa Barat
Assyifa, Rini
Peningkatan konsumsi daging sapi di Indonesia sejalan dengan pertumbuhan&#13;
populasi, kenaikan pendapatan, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya protein&#13;
hewani. Kondisi ini membuka peluang usaha bagi produk daging sapi giling olahan&#13;
yang banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan. Analisis usaha&#13;
ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan penjualan daging sapi giling di Sedulur&#13;
99, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan&#13;
(Desember 2025 – Maret 2026). Analisis yang digunakan meliputi pendapatan, biaya&#13;
tetap, biaya variabel, total biaya produksi, analisis laba-rugi, titik impas break even&#13;
point (BEP). rasio penerimaan terhadap biaya (R/C), dan analisis pemasaran (7P).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi mencapai 2.600 kemasan daging&#13;
dengan total penerimaan sebesar Rp104.000.000 (rata-rata penerimaan bulanan&#13;
Rp26.000.000) dan total biaya produksi sebesar Rp3.654.000 per bulan. Nilai R/C&#13;
sebesar 1,04 menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan. BEP&#13;
produksi berada pada angka 581 kemasan dan BEP harga sebesar Rp38.594 per&#13;
kemasan; namun, kegiatan promosi masih terbatas dan belum optimal, khususnya&#13;
pada media digital.; The increase in beef consumption in Indonesia is in line with population growth, increasing income and public awareness of the importance of animal protein. This condition opens up business opportunities for processed ground meat products which are widely used as raw materials for various food products. Business analysis aims to analyze the feasibility of selling ground beef in Sedulur 99 Citeureup Bogor, West Java. This activity was carried out for 4 months (December 2025 – March 2026), The analysis used includes revenue, fixed costs, variable costs, total production costs, profit and loss analysis, break event point (BEP), revenue cost ratio (R/C), and new marketing analysis (7P). The research results show that total production reached 2,600 packs beef with total receipts of IDR104,000,000. with an average monthly receipt of IDR26,000,000 with total production costs of IDR 100.364.000, resulting in a net profit of RP3.654.000 per month. The R/C value of 1.04 shows that this business is worthy of development. BEP production is 581 packs and BEP price is IDR38.594 per pack. however promotional activities are still limited and not yet optimal, especially on digital media
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179122</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
