<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Livestock Management and Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153663</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 08:55:03 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-19T08:55:03Z</dc:date>
<item>
<title>Analisis Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Benteng Takeshi Farm Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172005</link>
<description>Analisis Usaha Peternakan Ayam Petelur Di Benteng Takeshi Farm Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan
Irsand, Farhan
Analisis usaha ini dilakukan untuk menilai kelayakan dan kinerja usaha peternakan ayam petelur di Benteng Takeshi Farm yang berlokasi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kajian ini mencakup analisis teknis, finansial, dan pemasaran untuk mengetahui sejauh mana usaha tersebut efisien, menguntungkan, serta memiliki prospek pengembangan ke depan. Data yang digunakan terdiri atas data primer hasil observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola, serta data sekunder dari laporan usaha dan berbagai sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ayam petelur sebanyak 1.500 ekor strain ISA Brown menghasilkan 109.110 butir telur selama periode produksi empat bulan (November 2023–Februari 2024). Nilai Hen Day Production (HDP) rata-rata sebesar 70,9%, sedangkan Hen House Production (HHP) mencapai 60,6%. Total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp128.339.430 dengan total penerimaan Rp163.660.500, sehingga diperoleh laba bersih sebesar Rp35.320.570. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 1,27 menunjukkan bahwa usaha ini tergolong layak dan memberikan keuntungan positif.; Was conducted to evaluate the feasibility and performance of a layer chicken farming at Benteng Takeshi Farm, in Takalar, Sulawesi Selatan. The research focused on technical, financial, and marketing aspects to determine the level of efficiency, profitability, and future development potential of the business. Both primary data, collected through field observations and interviews, and secondary data, obtained from farm records and relevant references, were used in the analysis. The results indicated that a population of 1,500 ISA Brown laying hens produced a total of 109,110 eggs during a four-month production period (November 2023–February 2024). The average Hen Day Production (HDP) reached 70,9, while the Hen House Production (HHP) was 60,6%. The total production cost amounted to IDR 128,339,430, with total revenue of IDR 163,660,500, generating a net profit of IDR 35,320,570. The Revenue Cost Ratio (R/C) of 1.27 indicates that the enterprise is financially viable and profitable.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172005</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengolahan Dan Analisis Usaha Produk Yogurt Di Chacha Yoghurt Kabupaten Bogor Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171779</link>
<description>Pengolahan Dan Analisis Usaha Produk Yogurt Di Chacha Yoghurt Kabupaten Bogor Jawa Barat
Sirait, Hans Bower
Yogurt merupakan produk fermentasi susu yang mengandung probiotik, yaitu&#13;
mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. analisis&#13;
usaha ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan produksi dan manajemen usaha&#13;
yogurt di Chacha Yoghurt Kabupaten Bogor. Analisis usaha yogurt di Chacha&#13;
Yoghurt menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif&#13;
untuk menilai aspek non-keuangan seperti strategi pemasaran dan kondisi usaha.&#13;
Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung biaya produksi, pendapatan,&#13;
laba, BEP, dan rasio R/C. Chacha Yoghurt memasarkan produknya kepada para&#13;
agen dengan harga sebesar Rp 12.500 per pack. Setiap pack tersebut berisi 20 buah&#13;
yogurt yang telah dikemas secara rapi dan siap untuk didistribusikan. Total biaya&#13;
tertinggi terjadi pada bulan Mei sebesar Rp 24.784.194 seiring meningkatnya biaya&#13;
variabel karena volume produksi yang lebih tinggi. Keuntungan tertinggi terjadi&#13;
pada bulan Mei sebesar Rp 6.465.806, seiring dengan peningkatan penerimaan dan&#13;
biaya produksi. Yogurt memiliki nilai R/C sebesar 1,2 yang berarti setiap Rp1 biaya&#13;
menghasilkan Rp1,20 pendapatan.; Yoghurt is a fermented milk product that contains probiotics, which are live&#13;
microorganisms that provide health benefits to the body. This business analysis&#13;
aims to evaluate the production activities and business management of yoghurt at&#13;
Chacha Yoghurt in Bogor Regency. The yoghurt business at Chacha Yoghurt is&#13;
analyzed using qualitative and quantitative methods. The qualitative approach is&#13;
used to assess non-financial aspects such as marketing strategies and business&#13;
conditions. The quantitative approach is used to calculate production costs, revenue,&#13;
profit, Break Even Point (BEP), and R/C ratio. Chacha Yoghurt markets its products&#13;
to agents at a price of Rp 12,500 per pack. Each pack contains 20 yoghurt sticks&#13;
that are neatly packaged and ready for distribution. The highest total cost occurred&#13;
in May, amounting to Rp 24,784,194, following an increase in variable costs due to&#13;
higher production volume. The highest profit also occurred in May, amounting to&#13;
Rp 6,465,806, along with increased revenue and production costs. The yogurt has&#13;
an R/C ratio of 1.2, meaning that every Rp1 of cost generates Rp1.20 in revenue.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171779</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengelolaan dan Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Domba di Uhamka Agrovision Kabupaten Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171307</link>
<description>Pengelolaan dan Analisis Kelayakan Usaha Penggemukan Domba di Uhamka Agrovision Kabupaten Bogor
Saniy, Ahmad Ahlam
Domba merupakan  ternak ruminansia kecil yang memiliki potensi besar &#13;
untuk dikembangkan di Indonesia sebagai bahan pangan sumber protein hewani &#13;
alternatif selain dari daging sapi dan ayam. Seiring meningkatnya pertumbuhan &#13;
penduduk yang cukup tinggi maka kebutuhan daging sebagai salah satu sumber &#13;
protein hewani turut  meningkat. Tujuan dari kegiatan pengelolaan dan analisis &#13;
usaha peternakan sebagai mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan kompetensi &#13;
selama di perkuliahan khususnya dibidang produk peternakan, menambah &#13;
keterampilan berbisnis pada produk peternakan khususnya penjualan karkas, &#13;
melakukan analisis SWOT, analisis keuangan, dan memahami strategi pemasaran &#13;
suatu perusahaan dengan tujuan mengetahui usaha yang dijalankan tersebut layak &#13;
untuk dilanjutkan atau tidak.Metode pelaksanaan dibagi menjadi 2 yaitu metode &#13;
pengambilan data dan metode analisis keuangan. Aspek usaha yang perlu &#13;
diperhatikan pada analisis usaha karkas meliputi biaya tetap, biaya variabel, &#13;
evaluasi keuangan, dan manajemen produksi. Manajemen produksi meliputi &#13;
manajemen pengadaan dan manajemen karkas. Evaluasi keuangan meliputi &#13;
penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio. Hasil analisis usaha Uhamka &#13;
Agrovision 4 bulan didapatkan penerimaan sebanyak Rp. 368.454.150, pendapatan &#13;
Rp23.294.318, dan Revenue Cost Ratio (R/C) 1,6.; Sheep are small ruminant livestock that have great potential to be developed in Indonesia &#13;
as an alternative food source of animal protein besides beef and chicken. As the population &#13;
growth is quite high, the need for meat as a source of animal protein also increases. The &#13;
purpose of livestock business management and analysis activities is to apply knowledge &#13;
and competencies during lectures, especially in the field of livestock products, increase &#13;
business skills in livestock products, especially carcass sales, conduct SWOT analysis, &#13;
financial analysis, and understand the marketing strategy of a company with the aim of &#13;
knowing whether the business being run is feasible to continue or not. The implementation &#13;
method is divided into 2, namely the data collection method and the financial analysis &#13;
method. Business aspects that need to be considered in the carcass business analysis &#13;
include fixed costs, variable costs, financial evaluation, and production management. &#13;
Production management includes procurement management and carcass management. &#13;
Financial evaluation includes revenue, income, and Revenue Cost Ratio. The results of the &#13;
4-month Uhamka Agrovision business analysis obtained revenue of Rp368,454,150, &#13;
income of Rp23,294,318, and a Revenue Cost Ratio (R/C) of 1.6.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171307</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kajian Penerapan Kesejahteraan Hewan Terhadap Manajemen  Pemeliharaan Ular Sanca Hijau di Jagat Satwa Nusantara, Jakarta.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171014</link>
<description>Kajian Penerapan Kesejahteraan Hewan Terhadap Manajemen  Pemeliharaan Ular Sanca Hijau di Jagat Satwa Nusantara, Jakarta.
Pavonis, Vega
Penelitian terkait kesejahteraan hewan ini dilakukan untuk mengamati &#13;
perlakuan pemeliharaan terhadap ular sanca hijau di Museum Komodo, Jagat &#13;
Satwa Nusantara, Jakarta dalam prinsip “Five Domains of Animal Welfare” yang &#13;
terdiri dari nutrisi, lingkungan, kesehatan, perilaku alamiah, serta kesehatan &#13;
mental satwa tersebut. Penilaian dilakukan berdasarkan skala rating check sheet &#13;
SEAZA (Asosiasi Kebun Binatang se-Asia Tenggara) untuk menilai apakah &#13;
kesejahteraan hewan di Museum Komodo dinilai A (Acceptable), Q &#13;
(Questionable), UA (Unacceptable), Nap (Not Applicated), atau Nass (Not &#13;
Assessed). Nilai 88%, sempurna, Acceptable. Nutrisi ular tersebut tercukupi &#13;
karena ular diberi makan secara rutin, ukuran kandang luas sehingga ular bebas &#13;
mengekspresikan sifat alaminya serta satwa dirawat oleh keeper (perawat satwa) &#13;
yang profesional. Apabila ada satwa yang sakit, maka tim dokter hewan &#13;
menangani satwa tersebut dengan cepat dan tepat. &#13;
Kata kunci: Sanca hijau, kesejahteraaan hewan, five domains of animal welfare.; The research about animal welfare was to observe the husbandry ethics to &#13;
the green tree python at Jagat Satwa Nusantara, Jakarta in the principles of Five &#13;
Domains of Animal Welfare. Which are the nutrition, environment, health, natural &#13;
behavior, and mental health state. This rating was based of South East Asian Zoo &#13;
Association rate check sheet to determine the animal welfare was Acceptable, &#13;
Questionable, Unnaceptable, Not Applicated, or Not Assessed. The score rate is &#13;
88% which means excellent, Acceptable. The snakes nutrition is fulfilled becxasue &#13;
the snake was been fed regularly,the enclosure size is vast so the snake could &#13;
expressed its natural behavior and taken care by professional keepers. If there &#13;
was an ill animal, the veterinary team will observed the animal quickly and &#13;
accurately. &#13;
Keywords: Green tree python, animal welfare, five domains of animal welfare
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171014</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
