<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Management of Food Service and Nutrition</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153661</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 13:33:48 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-01T13:33:48Z</dc:date>
<item>
<title>Pencegahan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil  melalui Edukasi E-Magazine Nirmala di Puskesmas Bogor Timur</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173882</link>
<description>Pencegahan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil  melalui Edukasi E-Magazine Nirmala di Puskesmas Bogor Timur
Harahap, Sarah Aulia
Masalah gizi pada ibu hamil masih sering terjadi seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang berisiko menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR), stunting, dan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi gizi melalui media e-magazine Nirmala terhadap tingkat pengetahuan gizi ibu hamil dalam mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Bogor Timur. Desain penelitian ibi menggunakan pre-experiment one-group pretest-posttest terhadap 54 ibu hamil di Puskesmas Bogor Timur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi yang signifikan, dengan rata-rata skor pretest 67,01 menjadi posttest 93,17. Karakteristik yang berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil yaitu usia (p&lt;0,001), pendidikan (p=0,003), dan pekerjaan (p&lt;0,001). Media edukasi dinilai sangat layak oleh ahli media (92,4%) dan diterima sangat baik oleh responden (89,4%). E-magazine NIRMALA dinilai dapat menjadi media edukasi digital yang praktis, komprehensif, serta efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil, khususnya terkait dengan pencegahan KEK.; Nutritional problems among pregnant women, such as Chronic Energy Deficiency (CED), remain prevalent and can lead to low birth weight (LBW), stunting, and pregnancy complications. This study aims to analyze the effect of nutrition education through the Nirmala e-magazine on the level of nutritional knowledge of pregnant women in preventing Chronic Energy Deficiency (CED) at the East Bogor Community Health Center. The study design used a one-group pre-experiment pretest-posttest on 54 pregnant women at the East Bogor Community Health Center. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant increase in nutritional knowledge, with an average pretest score of 67.01 to a posttest of 93.17. Characteristics that were significantly related to the level of knowledge of pregnant women were age (p&lt;0.001), education (p=0.003), and occupation (p&lt;0.001). Educational media was considered very appropriate by media experts (92.4%) and very well received by respondents (89.4%). The NIRMALA e-magazine is considered to be a practical, comprehensive digital educational tool, and effective digital educational media in increasing the knowledge of pregnant women, especially regarding the prevention of CED.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173882</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Peran E-book dalam Meningkatkan Pengetahuan Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 3 Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173880</link>
<description>Peran E-book dalam Meningkatkan Pengetahuan Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 3 Bogor
MAISYAROH, SITI NUR
Masa remaja merupakan fase peralihan menuju dewasa yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang cepat sehingga memerlukan asupan gizi yang optimal. Ketidakseimbangan asupan gizi pada remaja dapat menyebabkan permasalahan gizi, seperti kekurangan energi protein, anemia, gizi lebih atau obesitas. Upaya pencegahan dan penanganan gizi pada sekolah dilaksanakan melalui Program &#13;
Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan program MBG melalui edukasi e-book “Unlocked MBG” menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test dan post-test pada 75 siswa SMP Negeri 3 Bogor. Materi mencakup, profil MBG, angka kecukupan gizi, gizi seimbang, serta pengelompokan bahan makanan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan Asymp.Sig (2-tailed) &lt;0,001, dengan efektifitas media sedang (N-Gain score 0,68) dan cukup efektif (N-Gain persen 68,85%).; Adolescence is a transitional phase towards adulthood characterized by rapid physical growth that requires optimal nutritional intake. Imbalanced nutritional intake in adolescents can cause nutritional problems, such as protein energy deficiency, anemia, overnutrition or obesity. Efforts to prevent and address nutrition in schools are implemented through the Free Nutritious Meal Program (MBG). This &#13;
study aims to increase knowledge of the MBG program through e-book education ”Unlocked MBG” using a pre-experimental one-group pre-test and post-test design on 75 students of SMP Negeri 3 Bogor. The material includes, MBG profile, nutritional adequacy figures, balanced nutrition, and food grouping. The results showed a significant increase in knowledge Asymp.Sig (2-tailed) &lt;0.001, with moderate media effectiveness (N-Gain score 0.68) and quite effective (N-Gain percent 68.85%).
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173880</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGEMBANGAN ROTI TAWAR BERBAHAN TEPUNG SORGUM, GAPLEK, GARUT DAN EKSTRAK BAYAM SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL TINGGI SERAT</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173811</link>
<description>PENGEMBANGAN ROTI TAWAR BERBAHAN TEPUNG SORGUM, GAPLEK, GARUT DAN EKSTRAK BAYAM SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL TINGGI SERAT
Fadly, Muhammad Vickry
Dietary fiber has an important function in maintaining body health, especially&#13;
in maintaining the digestive system. White bread is a food product that is widely&#13;
consumed by the public, but it does not have a very high fiber content. This research&#13;
aims to develop high-fiber white bread products with basic ingredients of sorghum&#13;
flour, cassava flour, garut flour, and spinach extract as an effort to diversify local&#13;
food. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with&#13;
three formulation treatments, namely F1 (TS 75 g : TG 25 g : TGR 25 g), F2 (TS 50&#13;
g : TG 50 g : TGR 25 g), and F3 (TS 25 g : TG 75 g : TGR 25 g) with the addition of&#13;
80 ml of spinach extract to each treatment. Statistical analysis was carried out using&#13;
the Kruskal-Wallis test and the Mann-Whitney advanced test. The results of&#13;
organoleptic tests on the parameters of appearance, color, aroma, texture and taste&#13;
show that there are significant differences in the parameters of appearance, texture&#13;
and taste. Based on the hedonic test, the formulation chosen was F2. The resulting&#13;
white bread product has an energy content of 198 Cal/100 g, 3.7 g protein, 3.0 g fat,&#13;
38.8 g carbohydrates and 7.77 g dietary fiber. This product has the potential to be a&#13;
healthier alternative to high fiber food and supports local food diversification.; Serat pangan berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Roti tawar merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, namun memiliki kandungan serat yang tidak begitu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk roti tawar tinggi serat dengan bahan dasar tepung sorgum, tepung gaplek, tepung garut, dan ekstrak bayam sebagai upaya diversifikasi pangan lokal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan formulasi, yaitu F1 (TS 75 g : TG 25 g : TGR 25 g), F2 (TS 50 g : TG 50 g : TGR 25 g), dan F3 (TS 25 g : TG 75 g : TGR 25 g) dengan penambahan ekstrak bayam pada setiap perlakuan sebanyak 80 ml. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitney. Hasil uji organoleptik pada parameter penampilan, warna, aroma, tekstur, dan rasa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter penampilan, tekstur, dan rasa. Berdasarkan uji hedonik formulasi yang terpilih ialah F2. Produk roti tawar yang dihasilkan memiliki kandungan energi sebesar 198 Kal/100 g, protein 3,7 g, lemak 3,0 g, karbohidrat 38,8 g, dan serat pangan sebesar 7,77 g. Produk ini berpotensi sebagai alternatif pangan tinggi serat yang lebih sehat serta mendukung diversifikasi pangan lokal.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173811</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Produk Sus Xanthiva dengan Substitusi Bekatul dan Tepung Talas Beneng sebagai Alternatif Snack untuk Remaja</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173781</link>
<description>Pengembangan Produk Sus Xanthiva dengan Substitusi Bekatul dan Tepung Talas Beneng sebagai Alternatif Snack untuk Remaja
Ramadhan, Hafidz Nawawi
Serat pangan mempunyai manfaat bagi pencernaan dan mengurangi risiko konstipasi fungsional. Sus merupakan salah satu jenis pastry yang digemari remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk sus substitusi bekatul dan tepung talas beneng menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terhadap tiga taraf perlakuan perbandingan tepung terigu, bekatul, dan tepung talas beneng meliputi F1 (70%:10%:20%), F2 (70%:15%:15%), dan F3 (70%:20%:10%). Uji organoleptik dilakukan kepada 35 panelis semi terlatih meliputi uji hedonik dan uji mutu hedonik.  Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney. Formula terpilih ditentukan dengan weighted sum method (WSM) serta dilakukan analisis proksimat dan serat pangan. Hasil penelitian menunjukkan formula terpilih adalah F3 dengan tingkat penerimaan uji organoleptik yang baik secara keseluruhan. Formula terpilih memberikan energi sebesar 112 kkal dengan serat pangan 1,2 gram per 50 gram sajian yang berkontribusi terhadap AKG remaja sebesar 3,3-5,9%. Sus substitusi bekatul dan tepung talas beneng dapat menjadi alternatif snack bagi remaja dengan kandungan dan harga yang kompetitif dibandingkan produk komersial.; Dietary fiber has benefits for digestion and reduces the risk of functional constipation. Sus (cream puff) is a type of pastry favored by teenagers. This study aims to develop sus (cream puff) products substituting rice bran and beneng taro flour using an experimental design with a Completely Randomized Design (CRD) on three levels of treatment comparisons of wheat flour, rice bran, and beneng taro flour including F1 (70%:10%:20%), F2 (70%:15%:15%), and F3 (70%:20%:10%). Organoleptic tests were conducted on 35 semi-trained panelists including hedonic tests and hedonic quality tests. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test. The selected formula was determined by the weighted sum method (WSM) and proximate analysis and dietary fiber were carried out. The results showed that the selected formula was F3 with a good overall level of organoleptic test acceptance. The selected formula provides 112 kcal of energy with 1,2 grams of dietary fiber per 50-gram serving, contributing to the adolescent RDA of 3,3-5,9%. Sus (cream puff), a substitute for rice bran and beneng taro flour, can be a snack alternative for teenagers, offering superior content and competitive prices compared to commercial products.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173781</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
